Cinta Om Duda

Cinta Om Duda
Kalina dan Rehan


__ADS_3

Terlihat siang ini kafe sangat ramai pengunjung hingga membuat Nesya dan yang lainnya sibuk bekerja melayani pelanggan. Nesya senang jika harinya di sibukkan dengan pekerjaan maka mungkin akn menghilangkan ingatannya tentang kejadian kemarin-kemarin.


“Nes, tolong kamu bawakan makannan ini yang di pojokan itu ya,” ucap teman kerja Nesya.


Nesya mengangguk dan tersenyum, lalu bergegas membawakan makanannya ke pelanggan. Setelah itu Nesya kembali kebelakang untuk membantu yang lainnya.


Mungkin hari ini Nesya bisa menghilangkan pikiran dan rasa sakit yang ia rasakan sebelumnya, karena pekerjaan siang ini sangat begitu menguras tenaga, Nesya yang baru saja selesai menyelesaikan mencuci piring dan yang lainnya karena ada salah satu karyawan yang tak masuk maka mereka saling berbagi pekerjaan.


Nesya duduk di kasir sambil meminum air mineral yang ia bawa tadi sebelum sampai di kafe.


“Nesya, apa kamu capek?” tanya Anton yang sudah berada di depannya.


“Lumayan kak,” ucapnya sambil tersenyum manis.


“Jangan di paksakan jika kamu Lelah biar yang lain yang mengangtikanmu, nanti bisa-bisa aku kena omel Alex karena kamu sakit,” ucap Anton.


Nesya tersenyum,” Alex sedang ke Bali kak, nggak tahu kapan baliknya,” ucap Neya.


Anton menaikkan alis sebelah,” kenapa tak bilang ke aku,” ucap Anton.

__ADS_1


“Mungkin belum sempat kak karena sibuk,” ucap Nesya, lalu Anton mengangguk mengerti dan meninggalkan Nesya di kasir karena ada pelanggan.


**


Sedang di kantor Rehan sedang di sibukkan dengan pekerjaanya karena beberapa hari ini dirinya tak fokus dengan pekerjaannya. Rehan bergelut dengan laptop dan tumpukan kertas yang ada di mejanya, Rehan yang menggunakan kacamata terlihat sangat tampan dengan hidung mancung dan bibir sedikit tebal terlihat begitu sempurna.


Rehan menghembuskan nafas panjang dan melepaskan kacamatanya,” kenapa aku tetap memikirkan Nesya, dan dimana sekarang Nesya berada,” ucap Rehan dengan lirik.


Rehan memijat keningnya yang terasa sedikit pusing,” argghh! Sial ini semua gara-gara wanita sialan itu yang sudah menjebakku,” ucapnya dengan keras. Rehan menjambak rambutnya dengan kasar, berdiri lalu keluar dari ruangan dengan membawa kunci mobilnya.


Rehan melajukan mobilnya menuju rumah Kalina, dengan kecepatan tinggi karena jalanan siang ini sedikit lengang.


Rehan menginjakkan kaki di rumah Kalina, diri langsung masuk ke dalam rumah karena pintunya terbuka lebar. Rehan melangkahkan kakinya masuk ke dalam mencari Kalina.


“Mari kita akhiri semuanya,” ucap Rehan tanpa menoleh ke arah Kalina.


Kalina yang mendengar langsung menutup bukunya lalu meletakkan di meja dan menatap Rehan.


“Maksud kamu apa Re, bicara seperti itu?” tanya Kalina.

__ADS_1


“Ya, mari kita akhiri pernikahan sirih ini, pada akhirnya aku tetap tak bisa menerimamu kembali pada hidupku, dan aku juga akan tanggung jawab soal anak yang ada di kandunganmu. Setelah lahir aku akan merawatnya dan kamu pergi dari hidupku selamanya,” ucap Rehan.


Kalina menatap tajam Rehan seperti ingin membunuh,” kamu keterlaluan Re, asal kamu tahu aku nggak mau akhiri hubungan kita. Kalau kamu tetap memaksa maka aku akan menyingkirkan wanita itu dari hidupmu selamanya,” ucap Kalina mengancam Rehan.


“Brakkkk!” Rehan berdiri dari dan mengebrak meja, dengan menatap tajam Kalina.


“Jangan pernah mencoba mengancamku Kalina, selama ini aku sudah sabar terhadap kelakuanmu,” ucap Rehan sambil menunjuk Kalina dengan jari telunjuknya.


Kalina tersenyum sinis,” aku tidak sedang mengancammu Re, tapi aku serius dengan perkataanku,” ucap Kalina lalu langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain dengan kedua tangannya di taruh di depan dada.


Rehan mengepalkan tangannya dengan erat, sambil memejamkan matanya sebenatar.


“Apa mau kamu Kalina?” tanya Rehan dengan geram dan muak.


“Tinggalkan wanita itu dan kembalilah padaku,” ucap Kalina.


“Apa kamu benar-benar tuli Kalina, bukannya aku sudah bilang jika kita tak akan pernah bisa bersama. Aku ingin mengakhiri pernikahan ini,” ucap Rehan dengan keras.


“Baiklah, kalau begitu bertahanlah denganku hingga anak ini sampai lahir, maka kita pikirkan jalan selanjutnya,” ucap Kalina sambil menaikkan alis sebelahnya dan tersenyum remeh.

__ADS_1


“Baik, aku turutin kemauan kamu dan satu lagi aku peringatkan kamu sekali lagi jangan pernah kamu sesekali menyentuh Nesya, jika itu sampai terjadi makan nggak akan ada ampun untukmu Kalina,” ucap Rehan lalu langsung meninggalkan Kalina begitu saja.


Kalina tertawa seperti orang gila setelah kepergian Rehan,” apa aku peduli dengan ancaman kamu Re, kamu yang memulainya maka aku juga akan memulai permainan ini. Persetan dengan wanita itu, dan lihat saja aku akan singkirkan wanita itu sejauh mungkin,” ucap Kalina dengan sedikit keras, sambil menghentakkan kakinya dan berjalan masuk ke dalam rumah.


__ADS_2