
Rehan akhirnya juga ikut tertidur di samping Kalina dengan posisi memeluk Kalina, Rehan tak tahu jika posisi tidurnya memeluk Kalina, Rehan hanya mengingat jika di sampingnya ini adalah Nesya kekasihnya yang dia cintai.
Waktu menunjukkan subuh Nesya terbangun untuk melakukan ibadah, Nesya langsung menuju kamar mandi untuk mandi dan wudhu, Nesya keluar kamar mandi dengan sudah berpakaian rapi, lalu melakukan sholat.
Setelah selesai sholat Nesya juga menyempatkan diri untuk mebaca al – quran walaupun hanya sebentar, Setelah selesai dan membereskan semuanya Nesya pergi keluar kamar untuk melihat Rehan, saat Nesya sampai di sofa dan melihat Rehan yang sudah tak ada hanya tinggal selimut yang jatuh ke lantai.
Nesya mencari keberadaan Rehan ke segala arah namun nihil tak menemukannya, lalu Nesya kemabli ke kamarnya dan membuka hpnya namu juga tak ada pesan dari Rehan jika dirinya pulang kenapa tak membangunkannya atau kirim pesan tak biasanya Rehan begini.
Nesya memutuskan untuk mengirimi Rehan pesan saja, dan setelah itu Nesya lanjut membersihkan apartemennya tak mungkin dirinya tidur kembali dan itu hanya akan membuat kepalanya pusing.
**
Di kamar yang sangat luas di mana dua sejoli yang masih tertidur dengan nyaman dengan berada di satu selimut yang sama, Rehan dengan posisi tidur memeluk Kalina, posisi yang terlihat sangat nyaman untuk Kalina karena sudah beberapa tahun tak merasakannya.
Kalina membuka matanya dengan pelan – pelan dan melihat pemanadangan yang begitu membuatnya senang dan merasakan kemenangan, Kalina tersenyum dan semakin menempelkan badannya ke Rehan dan itu membuat Rehan terusik sehingga dirinya terbangun.
“Kalina, apa kamu masih merasakan sakit?” dengan posisi Rehan yang masih sama dirinya mempertanyakan keadaan Kalina.
__ADS_1
“Sudah nggak terlalu, karena kamu ada di sini,” ucapnya sambil tangan Kalina meraba dada bidang Rehan, berniat membangunkan hasrat Rehan.
“Syukurlah, kalau begitu aku akan membersihkan diri lalu berangkat ke kantor.” Rehan berusaha bangun namun Kalina menahannya agar tak pergi.
“Jangan pergi Re, temani aku di sini, apa kamu mau perut aku kembali sakit.” Kalina merengek ke Rehan hingga Rehan enggan pergi meninggalkan Kalina.
Kalina terus memeluk Rehan agar Rehan tak pergi meninggalkannya, dan Rehan pun tak bisa berbuat apa – apa selain menuruti apa yang di minta Kalina, bagaimana pun juga Kalina sedang mengandung anak Rehan.
“Baiklah, aku nggak akan pergi, tapi aku mau mandi dulu boleh?” Rehan menatap Kalina menunggu persetujuannya, dan Kalina hanya menagangguk dan tersenyum kepada Rehan.
Rehan pun turun dari ranjang menuju ke kamar mandi dan Kalina hanya tersenyum jahatnya, dirinya berhasil menahan Rehan dan semalam juga dirinya menipu Rehan hingga Rehan menginap di rumahnya dan untung saja ke dua orang tuanya pergi keluar negeri, mungkin nanti juga Kalina akan pindah ke apartemen saja.
Rehan keluar kamar mandi dengan memakai baju yang sama dengan yang di pakai kemarin saat ke rumah Kalina.
“Re kamu bisa ganti baju kamu, kebetulan baju kamu juga masih aku simpan di lemari,” ucapnya.
Rehan hanya mengangguk dan berjalan mendekati lemari dan membukanya, Rehan mengambil celana dan kemeja warna putih untuk di kenakan karena hanya ada beberpa baju itu pun kemeja semuanya, Rehan kembali ke kamar mandi untuk berganti pakaian.
__ADS_1
Kalina turun dari ranjangnya dan mendekati pintu kamar mandi, “Re apa kamu mau akau buat sarapan pagi?” Kalina berteriak dari luar pintu kamar mandi.
Krekk!
Pintu terbuka dan menampakkan Rehan yang sudah berganti pakaian.
“Nggak usah, biar bibi saja yang masak, kamu istirahat saja, biar nanti aku yang suruh bibi,” ucapnya.
Kalina hanya mengangguk dan berjalan di belakang Rehan mengikutinya, lalu setelah itu dirinya duduk di tepian ranjang, sedangkan Rehan pergi keluar kamar untuk menyuruh bibi membuatkan mereka sarapan pagi.
Rehan duduk di bangku menunggu bibi membuatkannya kopi, sambil membuka hpnya dan di sana ada pesan dari Nesya namun tak Rehan buka atau membalasnya.
“Ini tuan kopinya.” bibi itu langsung kembali lagi untuk segera membuatkan sarapan untuk tuan dan nyonyanya.
“Bi, maaf ini kedua orang tua Kalina kemana?” Rehan memang dari awal masuk rumah Kalina hingga pagi ini tak melihat kedua orang tua Kalina.
“Itu tuan, mereka sedang pergi ke luar negeri dan nggak tahu balik kapan,” ucapnya.
__ADS_1
Rehan hanya mengangguk mengerti, lalu menyesap kopi hitamnya, entah kali ini apa yang harus di lakukan oleh Rehan. Rehan jadi tak bisa berbuat banyak, mungkin nanti hubungannya dengan Nesya akan semakin kacau karena Rehan harus membagi dirinya anatara kerja, Kalina dan Nesya apa Rehan bisa melakukan itu.