
Mereka menginjakkan kaki di restoran, Alex mengajak Nesya masuk ke dalam dengan mengandeng tangan Nesya.
“Aku sengaja membawamu ke sini, karena di sini makanannya enak-enak,” ucap Alex.
“Dari mana kamu tahu Lex?” tanya Nesya.
“Dapat rekomendasi dari teman, dan ini pertama kalinya aku mengajakmu ke sini,” ucap Alex sambil menyeret bangku untuk Nesya.
“Terima kasih,” ucap Nesya tersenyum lalu duduk, dan Alex duduk di depan Nesya, mereka langsung saja memesan makanan yang menjadi favorit di restoran ini.
Sambil menunggu makanan yang mereka pesan, Alex dan Nesya mengobrol agar Nesya sedikit bisa melupakan laki-laki brengsek itu.
“Kamu baik-baik saja kan?” tanya Alex.
“Iya, aku baik-baik saja, dan tak usah khawatir. Oh iya, bagaimana dengan pekerjaanku di kafe Anton, apa aku akan di pecat atau sudah?” tanya Nesya menatap Alex.
Alex tersenyum,” kamu nggak akan di pecat Nes, kamu bisa masuk kapan saja kamu mau,” ucap Alex.
“Benarkah? Jadi aku masih bisa bekerja di tempat Anton?” tanya Nesya kembali dengan raut muka bahagia.
“Tentu saja,” ucap Alex yang mengembangkan senyum manisnya.
Makanan mereka sudah datang, Alex memesan banyak makanan agar Nesya makan yang banyak dan energinya kembali pulih.
“Apa kamu tak salah memesan banyak makanan Lex?” tanya Nesya menaikkan alisnya sebelah.
“Tidak, ini sengaja aku pesan agar kamu bisa makan banyak,” ucap Alex.
“Apa kamu ingin membuatku gemuk?” tanya Nesya menatap tajam Alex.
Alex yang di tatap Nesya seperti itu hanya terkekeh geli,” Tak masalah, kalau kamu gemuk jadinya ngegemesin,” ucap Alex.
“Yakkk, kamu nggak sedang bercanda kan Lex?” tanya Nesya.
__ADS_1
“Tidak Nes, jika kita tak bisa menghabiskan ini, kita bisa menyuruh pelayan untuk membungkusnya,” ucap Alex.
“Sudahlah, lebih baik kita makan saja,” ucap Nesya dan Alex mengangguk setuju.
Mereka menikmati makanan mereka dengan hening hanya suara pengunjung lain dan alat makan mereka yang berdenting.
Kebetulan restoran di siang hari banyak pengunjung yang berdatangan untuk mengisi perut mereka sambil istirahat dari pekerjaan.
Entahlah dengan Alex mengajak Nesya ke sini membuatnya menghilangkan rasa sakitnya walau hanya sebentar saja.
“Terima kasih Lex, kamu memang sahabat baik yang aku kenal,” ucap Nesya sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
Alex menyungingkan senyumnya,” kamu nggak perlu terima kasih Nes, aku akan selalu ada di sampingmu,” ucapnya.
Lalu mereka melanjutkan makanan kembali. Setelah selesai makan Alex segera membayarnya, lalu mengajak Nesya keluar dari restoran. Namun saat akan keluar dari restoran Nesya melihat orang yang begitu ia sangat kenal.
Ya, Rehan dan Kalina mereka masuk dengan bergandengan tangan, dan Kalina yang bergelayut manja mengandeng tangan Rehan dan Rehan terlihat tenang dan tak menolak sama seperti awal Nesya melihat mereka berpelukkan.
Nesya tersenyum kecut, lalu berjalan menghampiri mereka berdua, dan Alex hanya bisa diam dan mengikuti kemana langkah kaki Nesya berjalan.
Rehan yang kaget luar biasa hanya diam terpaku sambil melepaskan pelukkan dari Kalina.
“Buat apa? Buat apa jika kamu bersama dia kembali dan kamu mengajakku bertunangan Re!” teriak Nesya di dalam restoran dan sukses membuat perhatian semua orang yang ada di restoran tertuju kepada mereka, mereka menjadi bahan tontonan bagi semua orang pengunjung restoran.
“Hei, dasar wanita ****** kenapa kamu ada di sini?” tanya Kalina dengan raut muka yang tak suka melihat kehadiran Nesya.
Nesya tersenyum kecut dan menatap Kalina dengan tajam, lalu mendekatkan diri ke Kalina,” kamu pikir, kamu ini siapa hingga kamu berkata seperti itu. Dengar ya, wanita murahan seharusnya kamu berkaca sana sebelum mengatakan orang lain seperti, kamu pikir aku akan takut kepadamu,” ucap Nesya dengan satu tangannya memeganga dagu Kalina dengan kuat.
“Nes … Nesya sudah kamu jangan seperti ini, lebih baik kita keluar dari sini, malu di lihat banyak orang,” ucap Rehan.
Nesya kembali menoleh ke Rehan dan melepaskan pegangan tangan Nesya dari dagu Kalina, Nesya tertawa dengan sangag keras dan bertepuk tangan.
“Apa? Apa kamu juga punya malu Re!” bentak Nesya mendekatkan wajahnya denga tatapan mata tajam.
__ADS_1
“Kamu memang laki-laki bajingan yang pernah aku kenal Re, dan bodohnya juga aku mau-maunya tertipu oleh laki-laki bajingan sepertimu,” ucap Nesya, sedikit menjauhkan badannya dari Rehan dan Kalina.
Nesya bertepuk tangan kembali sambil tertawa sendiri,” benar-benar akting yang bagus Re, kamu berpura-pura baik, perhatian, dan mencintaiku. Sungguh sangat mengejutkan aku Re,” ucap Nesya yang berbicara seperti itu agar terlihat tegar dan kuat.
“Baiklah kalau memang ini yang kau mau, aku akan meninggalkan semuanya dan jangan pernah sedikitpun mencariku,” ucap Nesya lalu pergi dari hadapan Rehan dan Kalina.
“Nesya tunggu,” ucap Rehan dengan sedikit berteriak.
Hingga membuat langkah kaki Nesya terhenti dan menoleh ke belakang,” apa masih ada yang kau sampaikan Re?” tanya Nesya dengan dingin.
“Aku mohon, aku akan menjelaskan semua kesalah pahaman ini Nes,” ucap Rehan.
Lagi-lagi Nesya tertawa, dan menatap dingin Rehan,” aku pikir nggak ada lagi yang perluh di jelaskan kembali, semuanya sudah jelas dan aku sudah melihat dengan mata ku sendiri, dimana kamu pergi ke rumah wanita murah itu dengan buru-bura, dan apa yang aku dapatkan hanya rasa sakit yang ku dapat,” ucap Nesya, lalu benar-benar pergi meninggalkan Rehan dan Kalina.
Rehan benar-benar pusing, akhirnya Nesya tahu semuanya dan ini terjadi begitu saja. Rehan pun bergegas berlari untuk menyusul Nesya dan mengabaikan panggilan dari Kalina.
“Rehan tunggu!” tetiak Kalina dengan raut wajahnya yang sangat marah. Kalina pun berlari dari dalam restoran mengejar Rehan.
Di parkiran restoran Rehan mencekal tangan Nesya agar Nesya mau mendengarkannya, namun cekalan tangan Rehan di kibaskan oleh Nesya hingga terlepas.
“Bukannya tadi aku sudah bilang jika tak ada yang perlu di jelaskan kembali dan lebih baik kamu urus wanita murahan itu dan satu lagi kalian juga sudah menikah kembali kan, oh iya, aku lupa mengucapkan selamat untuk kalian. Kalau begitu selama menikmati hidup baru dan kebahagian,” ucap Nesya tersenyum lalj berjalan kembali dan memasuki mobil Alex.
Sebelum benar-benar masuk Nesya menoleh ke Rehan dengan senyum dinginnya, lalu mengalihkan pandangannya ke Alex,” ayo Lex kita segera pergi dari sini, aku sangat muak melihat pasangan aneh ini,” ucap Nesya, yang dimana Nesya benar-benar masuk ke dalam mobil Alex.
Rehan hanya bisa menatap kepergian Nesya dengan mobil Alex yang sudah melajukan mobilnya meninggalkan pelataran restoran.
Kalina memegang pundak Rehan dengan pelan,” begitukah sikap wanita yang kamu bangga-banggakan?” tanya Kalina dengan senyum meremehkan.
Rehan menoleh ke Kalina dan menatapnya tajam,” dan akan lebih baik jika kamu diam dan tutup mulut kamu rapat-rapat Na, aku tak suka mendengar kembali ucapan tentang kamu menjelek-jelekkan Nesya. Nesya jauh lebih baik dari pada kamu,” ucap Rehan ketus lalu bergegas meninggalkan Kalina yang masih diam berdiri di tempat.
Kalina sangat marah, bisa-bisanya seorang Rehan lebih memilih wanita rendahan seperti Nesya dari pada dirinya yang jauh lebih baik dan lebih segala-galanya.
Kalina pun bergegas pergi dan berniat mencari taksi untuk kembali pulang, karena tak mungkin Kalina akan masuk ke dalam.restoran yang tadi, yang ada akan menjadi bullian para pengunjung.
__ADS_1
Kalina pun segera masuk ke dalam taksi, dan menyuruh sopir taksi mengantarkan ke alamat yang telah ia sebutkan. Kalina benar-benar muak hari ini dilermalukan di depan banyak orang dan lihat saja nanti Kalina akan membalas semuanya di waktu yang tepat, Kalina tak terima dengan perlakuan Nesya hari ini yang membuatnya benar- benar tak bisa berkutik.