Cinta Om Duda

Cinta Om Duda
Nesya, Alex, Kalina dan Rehan


__ADS_3

Nesya masuk ke dalam apartemennya dengan menundukkan mukanya yang terlihat kurang baik – baik saja, Nesya berjalan ke kamarnya dan merebahkan badanya di ranjang. Nesya menatap langit – langit kamarnya, memejamkan matanya sebentar sembari memegangi jidatnya yang sedikit pusing.


Seharian ini Nesya memikirkan Rehan yang tak ada kabar, namun di tambah dengan obrolan Alex tadi yang menyuruhnya kembali kepadanya, Nesya jadi pusing memikirkan itu, apa lagi dengan pembicaraan Alex yang menjurus ke Rehan jika dirinya tak jujur kepadanya.


“Sabar Nes, kamu jangan terlalu memikir apa perkataan Alex tadi,” batin Nesya.


Nesya kembali terbangun dan mengecek kembali hpnya, dan ternyata belum ada kabar juga dari Rehan, lalu Nesya menelpon Rehan, namun sayangnya tak ada jawaban sama sekali, berkali – kali Nesya mencoba namun jawaban dari operator saja. Nesya membanting hpnya itu di ranjang dan untung saja tak jatuh ke lantai.


Nesya kembali membaringkan tubuhnya dengan kasar, Nesya menjatuhkan air matanya, entah kenapa air mata itu jatuh begitu saja tanpa di suruh. Nesya menangis di kamarnya tanpa ada yang menenangkannya, biasanya akan ada yang menenangkanya dengan memeluk atau berkata – kata lembut namun kini tak ada.


Tanpa Nesya sadari Nesya tertidur dengan masih mengeluarkan air matanya.


**


Di kediaman rumah Kalina yang sangat besar dan luas, sama seperti rumah milik Rehan, kini Kalina dan Rehan sedang menikmati makan siang berdua saja di meja makan. Dengan sangat telaten Rehan menyuapi Kalina dengan hati – hati.


“Makasih ya,” ucap Kalina menatap Rehan yang kini duduk di sampingnya sambil menyuapi Kalina dan makan untuk dirinya sendiri.


Rehan mengangguk dan tersenyum tipis.”Kamu nggak perlu terima kasih karena ini juga kewajiban aku,” ucapnya.


Kalina mengangguk dan sudut bibirnya terangkat, dirinya merasa menang kali ini karena bisa menguasai Rehan dari kemarin malam dan lihat sampai siang ini masih di rumahnya.


Setelah selesai makan siang Kalina mengajak Rehan untuk duduk di halaman belakang dekat dengan kolam renang.

__ADS_1


“Re, aku mau kamu balik ke rumahnya besok saja,” ucap Kalina.


“Baiklah, malam ini aku akan tidur di sini,” ucap Rehan menatap Kalina.


“Makasih,” ucap Kalina sambil meraih tangan Rehan dan mengengamnya, Rehan hanya membiarkan Kalina melakukan itu.


Mereka menikmati udara siang ini yang agak panas, baik Rehan dan Kalina hanya diam saja mereka akan berbicara jika Kalina yang memulainya, Rehan memikirkan Nesya karena dirinya belum kasih kabar ke tunangannya itu.


“Re, kamu kenapa?” Kalina menatap Rehan, dan Rehan hanya mengelengkan kepalanya dan berpamitan ke dalam untuk mengambil hpnya yang tertinggal di kamar.


Kalina mengangguk dan tersenyum kepada Rehan, lalu Rehan berlalu meninggalkan Kalina sendirian.


“Maafkan aku Re, aku terpaksa melakukan ini, tapi Re kamu juga jahat kepadaku maka aku akan berusaha membuatmu berada di sisiku,” ucap lirih Kalina.


**


Hari sudah menjelang malam, Nesya masih tertidur, kamarnya yang sudah gelap karena Nesya selalu mematikan lampu di kamarnya, dan ruangan lain.


Ddrrzzz ddrrzzz ddrrzzz


Nesya terbangun karena hpnya berbunyi, tertulis di layar hpnya menampilkan nama Alex yang menelponnya, Nesya mengangkatnya.


“Hallo Lex,” ucap Nesya dengan suara khas bangun tidurnya.

__ADS_1


“Nes, buka pintunya aku ada di depan pintu apartemen kamu,” ucap Alex dari sambungan telepon.


“A-apa k-kamu ada di depan,” ucap Nesya dengan terbata -bata.


“Iya, makanya cepetan buka pintunya.”


“Oke, tunggu,” ucap Nesya lalu mematikan hpnya dengan sepihak, Nesya turun dari ranjangnya dan menyalakan lampu, Nesya berkaca terlebih dahulu untuk membenarkan penampilannya terlebih dahulu.


Nesya keluar kamar dan menuju pintu, lalu membukakan pintu untuk Alex, Nesya menyuruh Alex masuk ke dalam. Nesya menyuruh duduk Alex di sofa, Nesya juga duduk di sofa yang tak jauh dari Alex.


“Ada apa kamu kemari?”


Alex tersenyum dan menentang dua kantong kresek yang berisi makanan,”aku bawa makan malam buat kita berdua, kamu pasti belum makan kan?”


“Belum, aku baru bangun tidur, kalau nggak kamu telepon mungkin aku masih enak tidur,” ucap Nesya.


“Maaf, ya udah ayo kita makan, baru nanti kamu mandi,” ajak Alex sambil mengeluarkan makana dari kantong kresek dan membukanya untuk Nesya.


“Makasih,” ucap Nesya dengan lirih sambil menerima pemberian dari Alex, hanya senyuman yang terukir dari bibir Alex.


“Sama – sama, aku juga mau minta maaf soal tadi malam,” ucap Alex.


“Nggak, kamu nggak salah Lex, seharusnya aku yang minta maaf sama kamu,” ucap Nesya menatap Alex.

__ADS_1


Alex hanya mengangguk dan tersenyum kembali,”sudah, ayo buruan kita makan sebelum makanannya dingin, Nesya mengangguk dan kini mereka makan malam bersama.


__ADS_2