
Jam sudah menunjukkan malam, Nesya baru saja
terbangun dari tidurnya dan langsung bergegas untuk membersihkan badanya
terlebih dahulu. Tak membutuhkan waktu lama Nesya kini sudah berpakaian rapi
dan dirinys keluar dari kamar berniat untuk ke dapur mengambil air.
Namun saat akan melangkahkan kakinya mata
Nesya tertuju ke meja depan tv di sana banyak kantong kreser yang berisi
makanan, Nesya berjalan mendekat ke meja dan dirinya juga melihat Rehan yang
tertidur di sofa.
Nesya lalu jongkok di depan Rehan sambil
memandang wajah Rehan yang begitu tampan dengan hembusan nafas yang teratur,
Nesya mengelus wajah Rehan dengan lembut dan sudut bibirnya tertari ke atas
melihat Rehan tidur dengan tenang.
“Aku nggak tahu kenapa, tiba-tiba saja aku
mencurigaimu Re,” ucapnya dengan lirih dengan masih menatap Rehan yang masih
menutup matanya
“Apa kamu akan terus menutupi semuanya dan
membiarkan aku tidak tahu Re,” ucapnya kembali.
Nesya berdiri dari duduk lalu membawa semua
makanan yang di beli oleh Rehan ke dapur untuk di panasi, Nesya tersenyum jika
Rehan perhatian dan selalu membawa makanan untuknya, entah kenapa Nesya sangat
bahagia.
“Mungkihkan, aku sudah benar-benar menerimamu
dan mencintaimu sampai-sampai aku takut jika apa yang di bicarakan oleh Alex
__ADS_1
menjadi kenyataan,” ucap Nesya sambil menyalakan kompor dan menaruh panic diatasnya.
Sambil menunggu Nesya mempersiapkan yang
lainnya di meja makan untuk makan malam bersama denga Rehan. Setelah semuanya
selesai Nesya bergegas membangunkan Rehan untuk di ajak makan malam.
“Re bangun, ayo kita makan dulu,” ucap Nesya
sambil mengoyang-goyangkan badan Rehan.
Rehan yang terusik membuka matanya dan
tersenyum kecil melihat di depannya Nesya yang membangunkannya.
“Jam berapa Nes?” tanya Rehan dengan suara
serah khas bangun tidur.
“Sudah jam tujuh lewat Re, ayo bangun dulu
kita makan malam dulu,” ajak Nesya.
Rehan lalu bangun dan duduk, mengangguk lalu
Rehan lalu setelah itu untuknya. Mereka menikmati makan malam dengan tenang
tanpa ada obrolan hanya suara dengtingan sedok dan piring.
Setelah selesai makan Nesya membereskan
semuanya dengan di bantu oleh Rehan, lalu setelah itu Nesya menyuruh Rehan
untuk mandi terlebih dahulu. Sedangkan Nesya menunggunya di sofa sambil melihar
acara televisi.
Tingg ….
Alex : Tolong pikirkan kembali Nes, dan
kamu tanyakan sedikit demi sedikit agar Rehan mau jujur kepadamu atau kamu bisa
mengikuti kemanapun Rehan pergi maka nanti kamu akan tahu dengan sendiri. Maaf
__ADS_1
aku lakukan ini karena aku tak mau jika nantinya kan sakit lebih dalam Nes,
maaf sekali lagi bukannya aku jahat sama kamu, tapi pikirkan kembali.
Nesya membaca pesan dari Alex dan lagi-lagi
Nesya teringat akan hal itu, Nesya sendiri takt ahu harus bertanya dari mana
pasalnya Rehan selalu menghindari pertanyaan dan jalan satu-satunya hanya
dengan mengikutinya kemana ia pergi.
Ya, mungkin besok akan mencari tahunya
sendiri dan Nesya harus minta izin kepada Anton mungkin dalam beberapa hari ini
tidak akan masuk kerja, kalaupun Anton keberatan dengan ini nggak apa-apa
dirinya di pecat yang pasti Nesya bisa tahu apa yang di sembunyikan oleh Rehan.
Rehan ikut bergabung dengan Nesya duduk di
samping, namun Nesya masih diam tanpa niat ingin berbicara dengan Rehan, mereka
berdua focus dengan acara layar televisi.
Rehan menoleh ke Nesya yang masih menatap
layar televisi,” sayang, kamu kenapa?” tanya Rehan, namun Nesya masih dengan
diamnya.
“Kamu marah sama aku?” tanya Rehan berbicara
lagi.
Masih sama dengan diamnya, lalu Nesya berdiri
dan berjalan ke kamarnya, sebelum itu Nesya menghentikan Langkah kakinya lalu
menoleh ke Rehan,” aku capek ingin istirahat dulu,” ucapnya lalu kembali
melangkahkan kakinya menuju kamar.
Rehan hanya menghembuskan nafas panjangnya
__ADS_1
lalu berdiri ikut masuk ke dalam kamar dan tidur di samping Nesya dengan
memeluknya dari belakang karena posisi Nesya yang membelakanginya.