Cinta Om Duda

Cinta Om Duda
Di tinggal


__ADS_3

Alex dan Nesya telah sampai di villa milik Alex yang dekat dengan pantai, pemandangannya sangat indah dan juga sejuk. Nesya sangat terpesona dengan villa Alex yang begitu bagus sport pemandangannya dan deburan ombak pantai yang terdengar di telinga di sertai burung-burung yang berkicauan.


Alex langsung mengajak masuk Nesya untuk melihat villanya.


“Maaf mungkin tempatnya nggak bagus atau kurang nyaman buat kamu Nes,” ucap Alex sambil membawakan koper milik Nesya.


Nesya menoleh ke Alex dan tersenyum,”kamu bicara apa Lex ini tempatnya sangat bagus dan nyaman untuk di tinggali. Rasanya aku akan betah tinggal di sini,” ucap Nesya.


“Benarkah? Kalau begitu kamu boleh tinggal di sini sampai kapanpun kamu mau,” ucap Alex.


Nesya hanya mengangguk sambil melihat-lihat villa milik Alex,”kamu hanya tinggal sendirian di sini sebelum aku datang ke sini?” tanya Nesya menoleh ke Alex.


“Ada bibi yang bersihin rumah dan masak jadi nanti kamu juga nggak kesepian di rumah,” ucap Alex sambil memegang kedua pundak Nesya.


Nesya hanya mengangguk, lalu menatap Alex,”apa boleh minta bantuan lagi ke kamu?” tanya Nesya pelan.


Alex tersenyum,”tentu, apa yang perlu aku bantu?” tanya Alex.


“Aku di sini juga ingin bekerja, jadi nggak diam di rumah saja dan terus bikin susah kamu,” ucap Nesya.


Alex terdiam sejenak dan sedikit berpikir,”bagaimana kalau kamu kerja di kantor aku, ya lumayan gajinya tapi sudah jadi karyawan tetap. Bagaimana kamu mau?” tanya Alex.


“Tentu saja aku mau, memangnya bagian apa?” tanya Nesya.


“Nanti aku tanyakan lagi posisi apa yanv di butuhkan dan semoga saja masih ada,” ucap Alex tersenyum, dan Nesya hanya mengangguk.


“Nes, lebih baik kamu istirahat dahulu pasti kamu capek bagetkan. Itu kamar kamu jadi kamu bisa tinggal di sini dengan nyaman,” ucap Alex sambil menunjukkan kamar Nesya.


Lagi-lagi Nesya mengucapkan terima kasih kepada Alex,”ya, sudah kalau begitu aku tinggal kerja, karena masih ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan,” ucap Alex sambil mengelus puncak kepela Nesya dan setelah itu pergi.

__ADS_1


“Hati-hati,” teriak Nesya tersenyum, Nesya lalu membawa kopernya untuk di bawa ke kamarnya. Nesya menghela nafasnya dan mendudukkan bokongnya di tepi ranjang.


“Aku harap ini awal yang bahagia, dan semoga kamu Rehan bahagia dengannya maaf aku nggak bisa tepatin kata-kata aku karena ini demi kebaikkan aku,” ucapnya pelan.


Nesya membaringkan badannya dan menutup matanya untuk menghilangkan rasa lelahnya sejenak.


**


Waktu sudah menjelang jam 19.00, namun Nesya juga belum kembali ke rumah. Rehan yang menunggu di ruang tamu menjadi gelisah karena saat dia menjemput ke kafe salah satu karyawan bilang bahwa Nesya sudah beberapa hari tak masuk, padahal jelas-jelas tadi pagi Rehan mengantar Nesya ke kafe lalu kemana perginya Nesya.


Rehan juga sudah mencari Nesya ke apartemen namun juga nggak ada,”Nes, kamu pergi kemana dan kenapa hp kamu juga nggak aktif. Apa jangan-jangan kamu membohongiku,” ucapnya pelan.


Rehan berjalan mondar-mandir sedari tadi namun tak ada tanda-tanda Nesya pulang yang ada hanya suara guyuran air hujan malam ini. Rehan tak tahu harus mencari Nesya kemana lagi dan hanya beberapa tempat yang Nesya pernah kunjungi namun Nesya juga tak ada di sana.


“Nes, kamu kemana sebenarnya,” ucapnya lirih sambil memandang ke arah luar melalui jendela kaca.


Rehan menoleh dan menatap pelayan wanita itu,”Bi, apa tadi siang Nesya pulang ke rumah?” tanya Rehan.


Pelayan itu menggelengkan kepalanya,”tidak tuan, nona belum pulang sampai sekarang,” ucapnya, Rehan pun mengangguk menggerti dan menyuruh pelayan itu pergi dari hadapannya.


“Prannkkkk!”


Rehan memecahkan guci yang ada di dekatnya hingga hancur berkeping-keping.


“Ternyata kamu membohongiku Nes, padahal aku memintamu memberikan aku sedikit waktu tapi ternyata kamu pergi meninggalkan aku,” ucapnya sambil kedua tangannya terkepal.


Rehan pun mengambil hpnya untuk menelpon seseorang agar mencari keberadaan Nesya sekarang dan menanyakan kepada sang kakak dimana Nesya sekarang.


“Aku pasti akan menemukanmu sayang, dan setelah aku benar-benar menemukanmu mungkin aku akan membawamu pergi jauh dan persetan dengan Kalina, aku akan melakukan berbagai cara agar bisa pisah dengannya,” ucap Rehan.

__ADS_1


Rehan pun memanggil para pelayan untuk di kumpulkan di ruang tamu.


“Dengar semuanya, aku menyuruh kalian untuk berkumpul di sini karena akan ada yang aku bicarakan kepada kalian semua dan dengarkan baik-baik. Jikan Nesya pulang ke rumah ini segera hubungi aku dan tahan dia bagaimanapun caranya sampai aku tiba di rumah ini,” ucap Rehan sambil menatap mereka satu persatu.


“B-baik tuan, kami mengerti,” ucap mereka serentak.


“Baguslah, dan jika ada apa-apa di rumah ini maka segera hubungi aku,” ucap Rehan.


Mereka semua mengangguk, lalu Rehan menyuruh mereka kembali ke belakang. Rehan duduk di sofa menunggu orang yang di hubungu barusan.


Ting … suara hp Rehan berbunyi pertanda ada pesan masuk dan Rehan pun segera membacanya.


“Maaf tuan, nona Nesya nggak ada di rumah kakaknya ataupun orang tua di kampung. Selama ini juga nona Nesya sudah tak pernah lagi berkunjung ke rumah kakaknya.”


Rehan membanting hpnya,”hah! Sialan. Sebenarnya kamu kemana Nes, kenapa kamu membohongiku padahal kamu tadi pagi sudah bilang akan kembali ke rumah tapi nyatannya kamu pergi meninggalkan aku,” ucap Rehan sambil memijat keningnya yang terasa agak pusing.


Rehan menidurkan badannya di sofa dan masih berharap Nesya akan kembali pulang, Rehan memejamkan matanya hingga dirinya sampai tertidur di sofa.


“Re, maafkan aku. Aku harus pergi jauh dan jangan pernah mencariku lagi,” ucap Nesya sambil tersenyum, Nesya yang menggunaka dress warna putih terlihat anggun dan cantik.


“Sayang, aku mohon jangan tinggalin aku. Aku masih berharap kita bisa bisa bersama dan bahagia selamanya Nes. Ayo ikutlah denganku untuk kembali ke rumah sayang,” ucap Rehan sambil mengulurkan tangannya agar Nesya meraihnya namun kenyataannya Nesya yang berjalan mundur semakin lama semakin menjauh dan menghilang.


“Nesyaaaaaa!” teriak Rehan hingga terbangun, kening Rehan hingga berkeringat dan tadi ternyata hanya bermimpi. Rehan langsung terbangun dan melihat jam di hp yang dirinya banting tadi, Rehan mengambilnya di lantai dan menyalakannya ternyata masih bisa menyala hpnya. Jam menunjukkan pukul 03.00 dini hari, Rehan mengusap wajahnya dengan kasar lalu beranjak dari duduknya berjalan menaiki tangga menuju lantai dua untuk melihat Nesya apakan sudah kembali.


Namun kenyataannya Nesya tak ada di kamarnya dan kamarnya kosong, Rehan berjalan mendekati ranjang yang pernah di tiduri oleh Nesya. Rehan berbaring di sana menatap langit-langit.


“Sayang aku sangat merindukanmu,” ucapnya sambil satu tangannya di taruh di atas kening.


Rehan menghela nafas panjangnya,”memang ini kesalahanku yang sudah membuatmu terluka sayang,” ucapnya pelan.

__ADS_1


__ADS_2