
Alex langsung segera pergi ke rumah sakit dengan buru-buru meninggalkan pekerjaannya setelah mendapatkan telepon dari bibi, Alex begitu khawatir dengan keadaan Nesya saat yang berada di rumah sakit. Alex juga tak lupa untuk mencari tahu siapa yang melakukan ini semua kepada Nesya dan Alex pastikan orang itu tak akan lepas darinya.
“Bertahanlah Nes, maafkan aku yang tak bisa menjagamu,” ucapnya sambil mengendarai mobilnya dengan kencang, Alex sudah tak peduli dengan suara klakson mobil orang lain yang ada di pikirannya hanya Nesya bagaimana keadaanya.
Setengah jam perjalanan Alex telah sampai di rumah sakut dan langsung menuju ruang UGD dimana Nesya sedang di tangani oleh dokter, saat Alex sampai di UGD dokter juga baru keluar langsung menanyakan keluarga pasien dan Alex langsung tanggap dengan cepat.
“Saya suaminya dok, bagaimana dengan keadaan istri saya?” Alex terlihat sangat khawatir sekali dan takut jika sampai terjadi apa-apa kepada Nesya, Alex tak sanggup jika Nesya harus meninggalkannya.
“Keadaan istri anda kritis dan istri anda juga kekurangan darah, beruntung saja stok darah masih ada. Untuk sekarang ini kita hanya bisa menunggu istri anda bisa melewati masa kritisnya,” ucap dokter wanita yang menangani operasi Nesya.
__ADS_1
“Terima kasih dok,” ucap Alex, lalu dokter itu pun meninggalkan bibi dan Alex di ruang tunggu karena sementara ini dokter belum boleh mengizinkan Alex untuk melihat keadaan Nesya yang sedang sekarat di dalam.
Alex duduk ddi samping bibi lalu menatap bibi,”Bagaimana bisa terjadi bi?”
“Bibi juga nggak tahu tuan, tadi nona Nesya hanya berpamitan kepada bibi untuk jalan-jalan di tepi pantai tapi hari sudah menjelang siang nona Nesya tak segera kembali maka bibi mencarinya dan menemukan nona Nesya yang sudah tergeletak dengan bersimpah darah,” ucap bibi.
Hp Alex berbunyi dan Alex segera mengangkat teleponnya segera,”Hallo bagaimana? Apa kamu menemukan sesuatu yang mencurigakan?”
“Ya, tuan. Sebelum nona Nesya tergeletak bersimpah darah katanya ada wanita cantik yang menghampiri nona Nesya, entah apa yang mereka bicarakan saya juga tak tahu yang pasti mereka sedang bertengkar. Saya yakin itu bisa di pastikan nona Kalina mantan istri Rehan tuan yang bertekad ingin menyingkirkan nona Nesya,” ucap anak buah Alex dari sebrang telepon.
__ADS_1
“Brengsek, tolong kamu cari segera wanita itu dan kurung di gudang kosong. Aku akan memberikan pelajaran kepada wanita ****** itu yang sudah berani melukai Nesya,” ucap Alex geram lalu mematikan teleponnya sepihak.
“Tuan kenapa? Apa yang melukai nona Nesya sudah di temukan?”
Alex menoleh ke Bibi dan mengangguk,”Iya bi. Alex boleh minta tolong pada bibi untuk jagain Nesya di rumah sakit, Alex akan pergi sebentar jika nanti terjadi apa-apa maka bibi hubungi aku segera ya,” ucap Alex.
Bibi mengangguk, dan Alex pun segera beranjak dari duduknya meninggalkan rumah sakit dengan kedua tangannya masih terkepal. Mungkin ini saatnya melakukan balas dendam kepada Rehan yang sudah melukai hati Nesya, dan Alex akan pergunakan istrinya untuk membalaskan dendamnya. Alex melajukan mobilnya meninggalkan pelataran rumah sakit, dirinya akan menuju gudang kosong untuk menunggu anak buahnya membawa Kalina kehadapannya.
“Jangan pernah berani-berani berurusan denganku, maka kamu akan tahu akibatnya walaupun kamu anak orang terkenal sekalipun,” ucapnya sambil memukul stir mobilnya. Alex melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena kebetulan gudang itu tak jauh dari rumah sakit.
__ADS_1