
Satu minggu kemudian keadaan Nesya sudah semakin pulih dan membaik seperti dulu, dengan di temani Alex ke rumah sakit untuk mengecek kondisinya setelah melakukan operasi. Alex mengandeng tangan Nesya berjalan menuju parkiran.
“Setelah ini kamu mau kemana?” Alex menatap Nesya.
“Aku ingin jalan-jalan di pinggiran pantai, apa kamu mau menemaniku?” tanya balik Nesya dengan kedua sudut bibirnya terangkat.
Alex mengangguk, dan Alex juga membukakan pintu mobilnya agar Nesya masuk ke dalam. Alex melajukan mobilnya meninggalkan pelataran rumah sakit, sepanjang perjalanan menuju pantai Nesya hanya diam saja, menatap jalanan untuk menghilangkan rasa sakit yang ia harus pendam sendiria serta rasa rindunya terhadap Rehan.
Sekitar satu jam perjalanan mereka sampai di pantai seminyak, Alex membuka pintu untuk Nesya. Alex mengandeng tangan Nesya untuk mendekati pantai,”Bagaimana apa kamu suka dengan pantai ini?”
Nesya menoleh dan tersenyum kepada Alex,”Ya, sangat indah. Ayo kita main air,” ajak Nesya sambil menyeret tangan Alex dan Alex hanya tersenyum sambil menggelengkan tangannya.
“Nanti basah Nes, kita kan nggak bawa baju ganti,” ucap Alex namun Nesya tak memperdulikan Alex dan Alex pun juga ikut bermain mereka saling memercikan air ke tubuh mereka satu sama lain seperti pasangan suami istri bukan?
__ADS_1
Bermain di pantai memang sangag mengasikkan hingga mereka bermain air dengan sangat lama hingga Nesya memustuskan untuk menyudahinya dan berjalan ke pinggir pantai untuk berjemur.
“Jadinya kita basah deh,” ucap Alex berjalam mendekati Nesya yang sudah duduk di bangku kosong.
“Tak apa, aku senang bisa bermain air seperti tadi sangat menyenangkan,” ucap Nesya.
Alex hanya mengangguk dan menatap Nesya,”Apa kamu haus?” Nesya pun mengangguk dan menatap ke tukang jualan es kelapa hijau.
“Aku mau itu, apa kamu bisa membelikannya untukku,” ucap Nesya sambil menunjukkan ke tukan es kelapa hijau dan Alex pun mengiyakan. Alex beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati tukang es kelapa hijau.
“Tuhan apa yang harus aku lakukan untuk saat ini,” ucap Nesya dalam hati.
Menjadi dewasa itu memang tak menyenangkan penuh dengan rintangan yang harus ia hadapi ke depannya, namun yang namanya kehidupan harus ia jalani dan tak boleh menyerah bagaimana pun itu.
__ADS_1
“Ini buat kamu,” ucap Alex memberikan Nesya es kelapa yang ia minta tadi, Nesya pun langsung mengambilnya.
“Terima kasih,” ucap Nesya.
Alex hanya tersenyum sambil mengangguk, mereka menikmati es kelapa, rasanya sangat segar karena hawa panas yang menyengat. Hari ini memang cuacanya sangat cerah dan mungkin tak akan turun hujan.
“Nes, lebih baik kita cari baju ganti biar kamu nggak basah-basahan nanti yang ada sakit lagi. Aku juga akan menyewa kamar hotel untuk kita istirahat, kita nggak buru-buru untuk kembali ke villa kan?” tanya Alex menatap Nesya yang masih menikmati es kelapanya.
“Hm, bagaimana kalau kita pulang besok saja. Kamu nggak apa-apa kan Lex,” ucap Nesya.
Alex mengangguk tersenyum,”Apa pun yang kamu minta akan aku turuti Nes,” ucapnya.
Lalu Alex mengajak Nesya untuk beranjak pergi dari pantai karena terik matahari juga semakin tinggi dan panas. Mereka berdua berjalan tangan dengan bergandengan tangan menuju ke mobil. Namun sebelum mereka menyewa hotel mereka akan membeli baju terlebih dahulu untuk ganti mereka.
__ADS_1
Mungkin ini kesempatan Alex kembali meyakinkan Nesya jika dirinya benar-benar mencintai Nesya. Mungkinkah? Nesya akan menerimanya kembali yang pasti Alex akan tetap terus mencobanya jika Nesya menolaknya pun tetap ia akan menunggu waktunya jika ia serius dengan Nesya.