Cinta Om Duda

Cinta Om Duda
Gelisah


__ADS_3

Nesya baru saja sampai apartemen Alex, sangat sepi karena Alex pergi ke Bali untuk urusan kerja jadi Nesya hanya sendirian. Nesya masuk ke dalam kamarnya dan bergegas untuk segera membersihkan badannya yang lengket karena keringat.


Nesya masuk ke dalam kamar mandi dan berkaca, Nesya tersenyum kecut,” kamu wanita bodoh Nes, yang bisa-bisanya di bohongi oleh laki-laki buaya seperti dia. Seharusnya dari awal kamu tahu jika dia itu benar-benar tak serius,” gumamnya dengan kedua tangan Nesya terkepal erat.


“Kamu harus bisa Nes melupakannya dan memulai hidup baru,” ucapnya kembali sambil menanggalkan pakaiannya dan berjalan kebawah shower lalu menyalakannya.


Guyuran air dingin yang membasahi badannya membuat Nesya kembali segar dan bisa berpikir jernih kembali, Nesya menyugarkan rambutnya yang menutupi matanya karena air lalu mematikan dan menggunakan sabun dibadannya.


Nesya keluar kamar mandi dengan menggunakan bathrobe, berjalan mengambil tasnya yang ada di atas ranjang untuk mencari hpnya. Nesya membuka hpnya di sana ada satu pesan dari Alex.


“Nes, aku sudah sampai di Bali, maaf aku nggak sempat pamitan sama kamu ke kafe. Kamu tahu di sini sangat indah pemandangan dan udaranya juga sejuk, nanti kalau aku ada waktu aku akan mengajakmu ke sini untuk liburan. Aku harap kamu di Jakarta selalu baik-baik saja, maaf aku belum bisa menelponmu karena aku harus pergi kerja. Jangan lupa jaga kesehatan dan makan tepat waktu.”


Nesya tersenyum membaca pesan dari Alex yang begitu sangat perhatian, lalu meletakkan hpnya di sofa tanpa membalasnya.


Nesya berganti pakaian dengan menggunakan baju tidur panjang, Nesya segera merebahkan badannya di atas ranjang karena merasakan capek yang amat sangat hari ini.

__ADS_1


Namun lagi-lagi Nesya tak bisa tidur dan kembali mengingat kebersamaannya dengan Rehan. Nesya menghela nafas panjangnya sambil memejamkan matanya.


“Kenapa semuanya jadi begini, ini sangat menyakitkan,” ucapnya lirih.


Nesya merubah posisi tidurnya menjadi miring sambil membuka galeri hpnya yang berisi fotonya dengan Rehan.


“Kenapa kamu tega melakukan ini kepadaku Re,” ucapnya kembali, dan tak terasa air matanya jatuh begitu saja tanpa di suruh.


Nesya mengusapnya dengan kasar,” Nesya kamu nggak boleh sedih ataupun nangis, kamu harus kuat Nesya,” ucap Nesya menyemangati dirinya sendiri.


Rehan sedang merebahkan badannya di kamarnya, sambil menatap foto Nesya di hpnya. Rehan tersenyum simpul sambil satu tangannya mengusap foto Nesya.


“Aku sangat merindukanmu sayang. Maafkan aku jika aku membuatmu sakit,” ucap Rehan.


Rehan memejamkan matanya sambil menghela nafas panjangnya.

__ADS_1


“Andai ini semua tak terjadi pasti kita sudah bahagia baby,” ucapnya lirih.


Rehan turun dari ranjangnya menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya. Di bawah guyuran air dingin dari shower membuat kepalanya menjadi dingin.


Rehan keluar kamar mandi menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya dan satu handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya. Rehan berjalan ke walk in closet, memakai kimono lalu kembali membaringkan tubuhnya di ranjang kembali.


Menatap langit-langit kamarnya sambil memijat keningnya yang terasa pusing karena banyak memikirkan masalah hari ini.


“Rehan, ayolah berpikirlah dengan jernih,” ucapnya lirih.


Rehan kembali lagi terbangun mengusap wajahnya dengan kasar, menghela nafas panjang dan menoleh ke samping melihat hpnya yang tergeletak di nakas. Rehan mengambil hpnya dan mencari nomor hp Nesya berniat untuk menghubunginya namun ia urungkan dan menaruhnya kembali hpnya di nakas.


“Arrrggghh! Sial aku nggak bisa hubungin Nesya dan yang pasti Nesya juga nggak akan mengangkat teleponku ataupun membalas chatku dan itu sudah aku pastikan,” ucapnya dengan lirih.


Rehan seperti orang frustasi, kembali tidur dan memejamkan matanya namun tetap saja dirinya tak bisa tidur, dirinya benar-benar di hantui rasa bersalah.

__ADS_1


__ADS_2