
Aku mendesah kasar karena Nesya masih marah padaku dan
dia juga mendiamiku tanpa ada sepatah kata dari mulutnya, pagi ini Nesya memang
memasak sarapan pagi dan juga sarapan bersama akan tetapi Nesya hanya diam dan
tak mau menatap ku juga. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan karena
memang ini bukan salahku, aku bahkan tak pernah sedikit pun menyentuh Adeline
dan juga kenapa Adeline harus datang dan berkata seperti itu. Aku yakin ini
memang perbuatan orang tuaku dan aku yakin Adeline di paksa. Padahal aku sudah
jelaskan pada mereka kalau aku tak mau di jodohkan tapi tetap saja kedua orang
tuaku memaksaku agaf aku menikah dengan Adeline.
“Aku harus bagaimana?” tanyaku pada foto Nesya yang
aku jadikan wallpaper di hp ku.
Sungguh, aku benar-benar masih mencintai Nesya dengan
setulus hatiku masih sama seperti dulu. Akan tetapi keadaan untuk saat ini
memang berbeda dan sulit untuk menjelaskannya dan lagi Nesya juga belum bisa
melupakan Rehan karena beberapa malam ini aku mendengar Nesya mengigau dan
mengucapkan nama Rehan. Walau begitu Nesya masih tetap menerima lamaran dari
aku dan aku yakin pasti dai tak enak kepadaku.
“Sayang maafkan aku jika aku egois, tapi aku akan
tetap mempertahan kamu di sampingku dan bagaimana caranya aku akan membuat
kedua orang tuaku menyetujui pernikahan kita nantinya,” ucapku tersenyum
senang.
__ADS_1
Tok tok tok
“Masuk,” ucapku menatap pintu masuk, dan saat pintu
itu terbuka menampilkan Adeline yang begitu anggun masih seperti yang dulu
hanya saja kini terlihat dewasa dengan make up tipisnya.
“Adeline, buat apa kamu ke sini?” tanya ku menatapnya
dengan sedikit tak suka karena kejadian kemarin Adeline yang datang ke villa
dan mengaku hamil anaknya sehingga membuat Nesya marah kepadanya.
Adeline hanya tersenyum manis dan berjalan pelan
menghampiriku.”Maafkan aku Lex, aku terpaksa melakukan itu semua atas perintah
om dan tante aku tak bisa menolaknya. Maaf juga aku tak akan membiarkan kamu
bersama dengan Nesya karena kamu hanya milik ku Lex dan jangan pernah sekali
saja kamu kabur dari ku,” ucap Adeline yang kini sudah berada di belakangku.
“Aku mencintaimu Lex tapi selama ini kau hanya
menganggapku sebagai sahabat saja. Kamu memang tak pernah melihatku Lex kamu
jahat selama ini kamu terlalu sibuk dengan masa lalu mu itu dan kamu mengikatnya
sekarang. Maaf Lex tapi aku tak akan pernah membiarkan pernikahan mu dengannya
berhasil karena kamu hanya milikku Lex dan satu lagi aku tak akan pernah takut
dengan ancaman kamu Lex dan aku juga tahu siapa kamu,” ucap Adeline lalu ia
juga mencium pipi ku dengan lembut.
Aku memejamkan mataku sejenak dan kedua tanganku juga
terkepel.”Adeline bisakah untuk kali ini kamu tak berulah, aku tak ingin memusuhi
__ADS_1
mu tapi tolong kamu jangan begini kita sudah bersahabat lama kan,” ucapku
menatap Adeline namun lagi-lagi Adeline hanya tersenyum paksa lalu menatapku
dengan tajam.
“Alex bisakah kamu sedikit juga mengerti perasaanku,
selama ini memang aku salah memendam perasaanku padamu dan tak pernah
mengungkapkan kepadamu tapi aku juga mohon untuk kali ini saja kamu tinggalkan
Nesya dan turuti perintah kedua orang tuamu,” ucap Adeline berteriak.
“Brakkk.”
“Sudah cukup Adeline lebih baik kamu segera pergi dari
ruangan aku sekarang,” ucapku kesal, jujur saja aku tak mau marah dengan
Adeline tapi dia terus saja memojokkan diriku agar aku mau menuruyi semua
perkataannya. Selama ini aku memang sudah banyak mengalah apa lagi kedua orang
tuaku yang selalu menyuruhku ini itu semua sudah aku turuti namun untuk kali
ini aku mau memperjuangkannya bagaimana hasilnya aku tetap akan pada pendirian
ku.
“Please Lex untuk kali ini saja dan ini yang
terakhirnya,” ucap Adeline kembali namun aku sudah tak mau mendengarkannya lagi
sudah cukup bagiku.
“Tolong juga hargai keputusan aku Adeline, untuk saat
ini kamu bisa keluarkan dan kamu tahu jalan keluarnya kan,” ucapku sekali lagi
dan Adeline langsung beranjak dari duduknya menatapku sebentar lalu pergi
__ADS_1
meninggalkan ku. Aku tahu Adeline juga kesal namun Adeline juga tak akan
menyerah begitu saja.