Cinta Om Duda

Cinta Om Duda
Alex dan Nesya


__ADS_3

Aku mendesah kasar karena Nesya masih marah padaku dan


dia juga mendiamiku tanpa ada sepatah kata dari mulutnya, pagi ini Nesya memang


memasak sarapan pagi dan juga sarapan bersama akan tetapi Nesya hanya diam dan


tak mau menatap ku juga. Aku juga bingung apa yang harus aku lakukan karena


memang ini bukan salahku, aku bahkan tak pernah sedikit pun menyentuh Adeline


dan juga kenapa Adeline harus datang dan berkata seperti itu. Aku yakin ini


memang perbuatan orang tuaku dan aku yakin Adeline di paksa. Padahal aku sudah


jelaskan pada mereka kalau aku tak mau di jodohkan tapi tetap saja kedua orang


tuaku memaksaku agaf aku menikah dengan Adeline.


“Aku harus bagaimana?” tanyaku pada foto Nesya yang


aku jadikan wallpaper di hp ku.


Sungguh, aku benar-benar masih mencintai Nesya dengan


setulus hatiku masih sama seperti dulu. Akan tetapi keadaan untuk saat ini


memang berbeda dan sulit untuk menjelaskannya dan lagi Nesya juga belum bisa


melupakan Rehan karena beberapa malam ini aku mendengar Nesya mengigau dan


mengucapkan nama Rehan. Walau begitu Nesya masih tetap menerima lamaran dari


aku dan aku yakin pasti dai tak enak kepadaku.


“Sayang maafkan aku jika aku egois, tapi aku akan


tetap mempertahan kamu di sampingku dan bagaimana caranya aku akan membuat


kedua orang tuaku menyetujui pernikahan kita nantinya,” ucapku tersenyum


senang.

__ADS_1


Tok tok tok


“Masuk,” ucapku menatap pintu masuk, dan saat pintu


itu terbuka menampilkan Adeline yang begitu anggun masih seperti yang dulu


hanya saja kini terlihat dewasa dengan make up tipisnya.


“Adeline, buat apa kamu ke sini?” tanya ku menatapnya


dengan sedikit tak suka karena kejadian kemarin Adeline yang datang ke villa


dan mengaku hamil anaknya sehingga membuat Nesya marah kepadanya.


Adeline hanya tersenyum manis dan berjalan pelan


menghampiriku.”Maafkan aku Lex, aku terpaksa melakukan itu semua atas perintah


om dan tante aku tak bisa menolaknya. Maaf juga aku tak akan membiarkan kamu


bersama dengan Nesya karena kamu hanya milik ku Lex dan jangan pernah sekali


saja kamu kabur dari ku,” ucap Adeline yang kini sudah berada di belakangku.


“Aku mencintaimu Lex tapi selama ini kau hanya


menganggapku sebagai sahabat saja. Kamu memang tak pernah melihatku Lex kamu


jahat selama ini kamu terlalu sibuk dengan masa lalu mu itu dan kamu mengikatnya


sekarang. Maaf Lex tapi aku tak akan pernah membiarkan pernikahan mu dengannya


berhasil karena kamu hanya milikku Lex dan satu lagi aku tak akan pernah takut


dengan ancaman kamu Lex dan aku juga tahu siapa kamu,” ucap Adeline lalu ia


juga mencium pipi ku dengan lembut.


Aku memejamkan mataku sejenak dan kedua tanganku juga


terkepel.”Adeline bisakah untuk kali ini kamu tak berulah, aku tak ingin memusuhi

__ADS_1


mu tapi tolong kamu jangan begini kita sudah bersahabat lama kan,” ucapku


menatap Adeline namun lagi-lagi Adeline hanya tersenyum paksa lalu menatapku


dengan tajam.


“Alex bisakah kamu sedikit juga mengerti perasaanku,


selama ini memang aku salah memendam perasaanku padamu dan tak pernah


mengungkapkan kepadamu tapi aku juga mohon untuk kali ini saja kamu tinggalkan


Nesya dan turuti perintah kedua orang tuamu,” ucap Adeline berteriak.


“Brakkk.”


“Sudah cukup Adeline lebih baik kamu segera pergi dari


ruangan aku sekarang,” ucapku kesal, jujur saja aku tak mau marah dengan


Adeline tapi dia terus saja memojokkan diriku agar aku mau menuruyi semua


perkataannya. Selama ini aku memang sudah banyak mengalah apa lagi kedua orang


tuaku yang selalu menyuruhku ini itu semua sudah aku turuti namun untuk kali


ini aku mau memperjuangkannya bagaimana hasilnya aku tetap akan pada pendirian


ku.


“Please Lex untuk kali ini saja dan ini yang


terakhirnya,” ucap Adeline kembali namun aku sudah tak mau mendengarkannya lagi


sudah cukup bagiku.


“Tolong juga hargai keputusan aku Adeline, untuk saat


ini kamu bisa keluarkan dan kamu tahu jalan keluarnya kan,” ucapku sekali lagi


dan Adeline langsung beranjak dari duduknya menatapku sebentar lalu pergi

__ADS_1


meninggalkan ku. Aku tahu Adeline juga kesal namun Adeline juga tak akan


menyerah begitu saja.


__ADS_2