
Jam sudah menunjukkan pukul 19.00 dan Nesya belum juga keluar dari kamarnya, Alex jadi merasa khawatir dengan Nesya karena tadi siang Nesya juga belum makan siang dan mau tidak mau Alex harus membujuk Nesya mau makan malam agar nantinya Nesya tak sakit.
Alex mengetuk pintu kamar Nesya,” Nes, aku masuk ke dalam ya?” tanya Alex.
Namun tak ada jawaban sama sekali dari Nesya, beberapa kali juga Alex mengetuknya namun masih sama saja, Alex pun membuka pintu dan ternyata tidak di kunci dari tadi siang.
“Nes, ayo kita makan malam dulu,” ajak Alex membujuk Nesya.
“Aku nggak mau Lex,” tolaknya, saat ini Nesya tiduran dengan posisi membelakangi Alex.
“Nanti kamu bisa sakit Nes, ayo kita makan keluar saja gimana tempat makan favoritmu,” ucap Alex berusaha membujuk Nesya.
Nesya mengelengkan kepalanya, dirinya sedang tak mau kemana dan juga tak nafsu makan. Nesya lebih memilih memejamkan matanya dan tak mau mendengarkan apa yang akan di katakan Alex selanjutnya untuk membujuknya.
Nesya menaikan selimutnya menutupi kepalanya, dan Alex yang melihat Nesya seperti itu hanya menghembuskan nafas beratnya.
“Baiklah, kalau kamu tak mau makan, tapi kalau kamu lapar bisa panggil aku nanti,” ucapnya.
__ADS_1
“Kalau begitu aku keluar,” ucap Alex kembali, lalu berjalan keluar meninggalkan Nesya di kamarnya sendirian.
Alex berjalan ke dapur untuk mengambil minum karena tenggorokkannya terasa kering, lalu setelah itu mengambilkan roti untuk di bakar dan di olesi selai kesukaannya, setelah mengambil buah jeruk sebagai penutupnya nanti.
Alex memang lagi malas untuk memasak makanya dirinya memilih yang simple saja untuk mengisi perutnya, jika nanti Nesya lapar maka dirinya akan memasakannya untuk Nesya.
**
Rehan kembali ke rumah Kalina pada malam hari sekitar pukul 21.00, dan kini dirinya sedang duduk di ruang tamu.
“Dari mana saja kamu Re, kenapa kamu tinggalin aku di rumah sendirian,” ucap Kalina yang sedang menuruni anak tangga.
“Iya, aku tahu Re kamu sibuk dengan pekerjaanmu, tapi apa nggak bisa sebentar saja kamu meninggalkan tentang pekerjaan sialan kamu itu,” ucap Kalina denga emosi yang sudah meluap-luap.
Rehan yang sedari tadi menatap tajam Kalina semakin ingin membungkam mulut Kalina, namun dirinya masih bisa mengontrolnya agar tak ikut terpancing dengan emosinya yang sudah ada di ubun-ubun.
“Cukup Na, lebih baik kamu kembali ke kamar, atau kamu sudah makan malam? Kalau belum ayo kita makan malam terlebih dahulu,” ucapnya dengan lembut.
__ADS_1
“Aku tak nafsu lagi untuk makan malam, dan akum au ke kamar saja, ingat Re mala mini kamu tak boleh pergi lagi,” ucap Kalina dengan ketus lalu langsung berjalan meninggalkan Rehan sendirian,
Rehan menghembuska nafas panjangnya sambil memejamkan matanya, lalu setelah itu mengikuti Kalina ke lantai dua dimana kamarnya berada.
Rehan masuk ke dalam kamar, dan melihat Kalina yang berbaring di ranjangnya sambil memainkan hp, sedangkan Rehan berjalan dan menaruh jas dan hpnya di sofa.
“Maafkan aku Na, bukan maksud aku tadi membentakmu,” ucap Rehan yang kini duduk di tepi ranjang.
Kalina hanya menoleh ke Rehan sebentar lalu fokus kembali ke hpnya.
“Na, please kamu jangan kaya begini, kasian anak yang ada di kandunganmu,” ucap Rehan kembali.
“Kenapa kamu jadi perhatian sama kamu kemarin-kemarin kamu kemana Re?” tanya Kalina.
“Sudah Na jangan bahas lagi, sekarang ayo kita makan malam dulu,” ajak Rehan membujuk Kalina agar tak ngambek lagi.
Rehan memegang kedua tangan Kalina lalu menciumnya,” ayo, kamu mau kan kita makan malam bersama,” ucap Rehan.
__ADS_1
Kalina tersenyum, lalu mengangguk dan mereka berdua pun kelur kamar, menuruni tangga menuju ruang makan. Di sana sudah ada banyak makanan yang tersaji, di sana banyak masakan makanan ke sukaan Rehan.
Kalina mengambilkan piring serta nasi dan lauk pauknya setelahnya dia mengambil untuk dirinya sendiri, mereka makan malam bersama dengan diam dan sesekali Kalina akan berbicara karena suasana yang di ciptakan terlalu kaku.