
Nesya kembali ke apartemen dengan diantar
Alex, Nesya mendudukkan badannya di sofa sambil memegang keningnya yang terasa
pusing memikirkan tentang apa yang di bicarakan oleh Alex tadi di taman.
“Hah! Kenapa semuanya harus begini!” teriak
Nesya kencang, untung saja apartemen milik Rehan ini kedap suara jadi tak
menganggu tetangga apartemennya.
Nesya menidurkan badannya dan memejamkan
matanya untuk menghilangkan pikirann sejenak, namun tetap saja tak bisa dan
terpikirkan oleh perkataan Alex tadi, dan Nesya juga baru ingat kalau Rehan
juga tak ke apartemen dari kemarin dan sekarang juga tak kasih kabar.
Nesya terbangun dan berjalan ke dalam
kamarnya, Nesya kembali menidurkan badannya. Mungkin lebih baik dirinya tidur
saja dari pada memikirkan yang tidak-tidak tentang Rehan dan belum tentu juga
Rehan seperti itu.
Di tempat yang berbeda dengan di penuhi
banyak pengujung Rehan dan Kalina sedang berjalan-jalan di mall menemani Kalina
yang sedari tadi merajuk ingin di temani Rehan belanja, dan Rehan hanya
menuruti saja tanpa banyak bicara.
“Apakah sudah selesai belanjanya?” tanya
Rehan menoleh.
Kalina tersenyum dan mengangguk kepada Rehan
__ADS_1
sambil bergelayut manja,” bagaimana kalau kita makan dulu sebelum mengantar aku
pulang,” ajak Kalina kepada Rehan.
Rehan menuruti apa yang di katakana Kalina
agar bisa cepat mengantarkannya pulang, lalu setelah itu dirinya bisa cepat
menemui Nesya. Rehan sudah sangat merindukan Nesya karena dua hari ini tak
bertemu dengan Nesya.
**
Setelah mengantarkan Kalina ke rumahnya
sampai selamat, Rehan melajukkan mobilnya meninggalkan pelatarn rumah Kalina
dengan kecepatan sedang. Beruntung saja jalanan siang hari lenggang jadi Rehan
bisa menambah kecepatan mobilnya.
tingkah Kalina tak bisa di kendalikan, mau bagaimanapun kalau begini Nesya bisa
curiga padanya.
Rehan menghentikan mobilnya di sebuah
restoran untuk membeli makanan kesukaan Nesya, karena kebetulan lewat depan
restoran ini jadi sekalian Rehan mampir untuk membeli makanan untuk Nesya.
“Aku harap kamu akan senang dan tak marah
kepadaku Nes,” ucapnya dengan lirih dengan kedua sudut bibirnya tertarik ke
atas.
Sambil memainkan hpnya menunggu pesanannya
jadi Rehan memandang foto Nesya yang menjadi wallpaper di hpnya, Rehan
__ADS_1
tersenyum tipis entah kenapa dirinya bisa jatuh cinta kepada Nesya dan berulang
kali juga Rehan sering di buat kecewa oleh Nesya namun Rehan tetap saja
mempertahannya.
Setelah makanan yang ia pesan jadi Rehan
langsung membayarnya dan segera keluar dari restoran itu. Rehan kemabli
melajukan mobilnya kembali, mungkin hanya membuntuhkan setengah jam lagi untuk
sampai di apartemen.
Rehan langsung keluar dari mobilnya sambil
membawa beberapa kantong kresek berisi makanan dan minuman. Rehan menaiki lift
menuju lantai atas, Rehan langsung masuk ke dalam. Namun saat di dalam
apartemennya sunyi taka da Nesya yang biasanya menonton tv.
Rehan menuju ke kamar dan melihat Nesya
sedang tertidur, Rehan yang tak berani membangunkannya kembali keluar dan
menaruh makanan di atas meja, lalu ia duduk di sofa dan melonggarkan dasinya.
Rehan merebahkan badannya di sofa, ia ingin
istirahat sebentar menghilangkan rasa lelahnya sebentar, dan beruntung saja
hari ini ia tak banyak pekerjaan, jadi bisa pulang lebih cepat dan masalah
mamanya nanti marah itu urusan belakangan.
Rasa lelah yang Rehab rasakan membuatnya
cepat tertidur di sofa begitu saja dan makanan yang di belinya di biarkan di
meja begitu saja sampai dingin.
__ADS_1