Cinta Om Duda

Cinta Om Duda
Nesya dan Rehan


__ADS_3

Nesya kembali ke apartemen dengan diantar


Alex, Nesya mendudukkan badannya di sofa sambil memegang keningnya yang terasa


pusing memikirkan tentang apa yang di bicarakan oleh Alex tadi di taman.


“Hah! Kenapa semuanya harus begini!” teriak


Nesya kencang, untung saja apartemen milik Rehan ini kedap suara jadi tak


menganggu tetangga apartemennya.


Nesya menidurkan badannya dan memejamkan


matanya untuk menghilangkan pikirann sejenak, namun tetap saja tak bisa dan


terpikirkan oleh perkataan Alex tadi, dan Nesya juga baru ingat kalau Rehan


juga tak ke apartemen dari kemarin dan sekarang juga tak kasih kabar.


Nesya terbangun dan berjalan ke dalam


kamarnya, Nesya kembali menidurkan badannya. Mungkin lebih baik dirinya tidur


saja dari pada memikirkan yang tidak-tidak tentang Rehan dan belum tentu juga


Rehan seperti itu.


Di tempat yang berbeda dengan di penuhi


banyak pengujung Rehan dan Kalina sedang berjalan-jalan di mall menemani Kalina


yang sedari tadi merajuk ingin di temani Rehan belanja, dan Rehan hanya


menuruti saja tanpa banyak bicara.


“Apakah sudah selesai belanjanya?” tanya


Rehan menoleh.


Kalina tersenyum dan mengangguk kepada Rehan

__ADS_1


sambil bergelayut manja,” bagaimana kalau kita makan dulu sebelum mengantar aku


pulang,” ajak Kalina kepada Rehan.


Rehan menuruti apa yang di katakana Kalina


agar bisa cepat mengantarkannya pulang, lalu setelah itu dirinya bisa cepat


menemui Nesya. Rehan sudah sangat merindukan Nesya karena dua hari ini tak


bertemu dengan Nesya.


**


Setelah mengantarkan Kalina ke rumahnya


sampai selamat, Rehan melajukkan mobilnya meninggalkan pelatarn rumah Kalina


dengan kecepatan sedang. Beruntung saja jalanan siang hari lenggang jadi Rehan


bisa menambah kecepatan mobilnya.


tingkah Kalina tak bisa di kendalikan, mau bagaimanapun kalau begini Nesya bisa


curiga padanya.


Rehan menghentikan mobilnya di sebuah


restoran untuk membeli makanan kesukaan Nesya, karena kebetulan lewat depan


restoran ini jadi sekalian Rehan mampir untuk membeli makanan untuk Nesya.


“Aku harap kamu akan senang dan tak marah


kepadaku Nes,” ucapnya dengan lirih dengan kedua sudut bibirnya tertarik ke


atas.


Sambil memainkan hpnya menunggu pesanannya


jadi Rehan memandang foto Nesya yang menjadi wallpaper di hpnya, Rehan

__ADS_1


tersenyum tipis entah kenapa dirinya bisa jatuh cinta kepada Nesya dan berulang


kali juga Rehan sering di buat kecewa oleh Nesya namun Rehan tetap saja


mempertahannya.


Setelah makanan yang ia pesan jadi Rehan


langsung membayarnya dan segera keluar dari restoran itu. Rehan kemabli


melajukan mobilnya kembali, mungkin hanya membuntuhkan setengah jam lagi untuk


sampai di apartemen.


Rehan langsung keluar dari mobilnya sambil


membawa beberapa kantong kresek berisi makanan dan minuman. Rehan menaiki lift


menuju lantai atas, Rehan langsung masuk ke dalam. Namun saat di dalam


apartemennya sunyi taka da Nesya yang biasanya menonton tv.


Rehan menuju ke kamar dan melihat Nesya


sedang tertidur, Rehan yang tak berani membangunkannya kembali keluar dan


menaruh makanan di atas meja, lalu ia duduk di sofa dan melonggarkan dasinya.


Rehan merebahkan badannya di sofa, ia ingin


istirahat sebentar menghilangkan rasa lelahnya sebentar, dan beruntung saja


hari ini ia tak banyak pekerjaan, jadi bisa pulang lebih cepat dan masalah


mamanya nanti marah itu urusan belakangan.


Rasa lelah yang Rehab rasakan membuatnya


cepat tertidur di sofa begitu saja dan makanan yang di belinya di biarkan di


meja begitu saja sampai dingin.

__ADS_1


__ADS_2