
Hari ini Nesya sudah diperbolehkan pulang oleh dokter karena keadaannya sudah membaik dan dokter juga menyuruh Nesya banyak istirahat agar cepat pulih kembali. Rehan dengan sangat hati-hati membatu Nesya berjalan dengan pelan-pelan menuju parkiran, awalnya Rehan ingin mengambil kursi roda untuknya namun Nesya menolak dan memilih untuk berjalan kaki saja.
“Sayang nanti kamu sampai di apartemen banyak istirahat ya, jangan banyak beraktifitas dulu,” ucap Rehan.
“Iya Re, kamu tenang saja tapi kamu temani aku di apartemen ya,” ucap Nesya.
“Itu pasti sayang kamu tenang saja,” ucap Rehan sambil membukakan pintu untuk Nesya.
Rehan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan kebetulan saja jalanan siang ini tak terlalu ramai jadi Rehan tak perlu harus lama-lama macet-macetan. Nesya duduk dengan diamnya sambil melihat ke luar jendela melihat pemandangan jalanan ibu Kota Jakarta yang banyak orang berlalu lalang dan kendaraan yang berjalan kesana kemari.
“Sayang,” ucap Rehan menoleh kepada Nesya yang hanya diam.
__ADS_1
Nesya pun menoleh dan tersenyum kepada Rehan, “Iya Re kenapa?” tanya Nesya.
“Kenapa kamu hanya diam saja hmn, kamu sedang mikirin apa?” tanya Rehan.
“Aku nggak apa-apa Re, hanya saja.”
“Hanya saja kenapa sayang? Kamu jangan berpikiran macam-macam ya, sudahlah mungkin tuhan punya jalan yang lebih baik jadi kamu jangan banyak pikiran, kamu baru saja sembuh loh,” ucap Rehan.
Sesampai di apartemen Rehan langsung membawa Nesya kedalam kamar agar istirahat, setelah itu Rehan keluar kamar untuk mengambil minum dan buah-buahan segar untuk Nesya tak lupa juga Rehan membawa nasi serta lauk pauk gang tadi ia beli sebelum menjemput Nesya ke rumah sakit, Rehan begitu sangat menyanyangi Nesya hingga dirinya rela melakukan ini semua.
Rehan kembali ke dalam kamar dengan membawa nampan yang berisi makanan, buah, dan juga segelas air minum untuk Nesya makan dan setelah itu minum obatnya.
__ADS_1
“Sayang ayo makan aku suapin,” ucap Rehan sambil menyendokkan makanan dan menyuapkan kepada Nesya, Nesya pun mau makan suapan dari Rehan.
“Re maafin aku ya sudah repotin kamu,” ucap Nesya.
“Sayang jangan minta maaf terus, ini sudah menjadi tugas aku, yang terpenting sekarang kamu makan lalu minum obatnya agar cepaf pulih kesehatanmu, aku sangat menyanyangimu sayang jadi jangan pernah tinggalin aku ya,” ucap Rehan.
Nesya hanya mengangguk dan tersenyum kepada Rehan, entah kenapa jika Rehan berbicara seperti itu Nesya seperti terhanyut dalam perasaannya sehingga sangat sulit meninggalkan Rehan, rasa benci yang ia punya tadinya hanyut seketika.
Saat Nesya sudah tertidur Rehan keluar dari kamarnya menuju sofa dan mendudukkan bokongnya, Rehan melihat pesan email dari hpnya yang dikirimkan oleh kliennya. Rehan membalas email satu persatu, lalu setelah itu dirinya menidurkan badanya, beberapa hari terakhir ini dirinya memang kurang tidur karena harus menjaga Nesya.
Di sisi lain Maria sudah semakin curiga bahwa Rehan menyembunyikan sesuatu darinya, namun Maria tidak bisa mengetahui secepat itu dirinya tak mau jika nanti dirinya memata-matai Rehan terus ketahuan Rehan bisa jadi rumit masalahnya, Maria Cuma tidak mau jika nanti anaknya jatuh pada wanita yang salah untuk kedua kalinya Maria tak mau itu.
__ADS_1