Cinta Om Duda

Cinta Om Duda
Nesya dan Rehan


__ADS_3

Rehan baru saja sampai di apartemen jam 10.00


malam, Rehan masuk ke dalam kamar dan mendapati Nesya sudah tertidur pulas di


ranjang. Rehan melepaskan pakaian, setelah itu berjalan ke kamar mandi untuk


segera membersihkan badannya yang sudah lengket karena keringat.


“Arrgghh! Semua ini gara – gara Kalina, andai


dulu aku mempercayai perkataan mama pasti nggak akan terjadi seperti ini,”


ucapnya dengan lirih.


Rehan mengusap rambutnya dengan kasar ke


belakang dengan di bawah guyuran shower. Rehan menghembus nafas dalam, jujur


dirinya tak ingin seperti ini.


Rehan keluar dari kamar mandi dengan


menggunakan bathrobe, lalu setelah itu dirinya keluar kamar dengan masih


menggunakan bathrobe berjalan ke dapur untuk mengambil air minum di kulkas.


Rehan meneguk air di botol itu sampai habis


tanpa tersisa lalu meletakkannya di meja. Rehan berjalan kembali ke arah tempat


yang menyimpan cangkir dan mengambilnya. Rehan membuat secangkir kopi lalu


membawanya ke kamar.


Rehan duduk di balkon dengan di temani


secangkir kopi serta rokok yang mengepul. Malam ini cuacanya sangat cerah


hingga bintang dan bulan bersinar terang dengan angin malam yang sedikit


dingin.


“Maafkan aku sayang,” ucap Rehan sambil


menatap foto Nesya yang ada di hpnya.


“Andai saja masalahnya tak serumit ini, aku


akan cepat – cepat mengajakmu menikah sayang,” ucapnya kembali.


Semilir angin malam ini mengusik tidur Nesya


yang tiba – tiba merasakan hawa dingin menusuk tubuhnya. Nesya membuka matanya


dan melihat pintu balkon terbuka, Nesya langsung bangun dari tidur dan segera


ingin menutup pintunya.


Saat Nesya ingin menutup pintunya, Nesya


melihat Rehan yang sedang duduk sendirian sambil memandangi fotonya dari hp

__ADS_1


Rehan. Nesya berjalan mendekati Rehan,” kenapa tak bangunkan aku?” tanya Nesya


tiba – tiba yang sudah berada di samping Rehan.


“Sayang, kenapa bangun?” tanya Rehan yang


malah bertanya balik ke Nesya.


“Iya, aku kedinginan,” ucap Nesya sambil


memeluk badanya sendiri.


Devin berdiri dan kini saling berhadapan, ke


dua tangan Devin memegang pundak Nesya dengan pelan.


“Maafkan aku sayang,” ucapnya lalu memeluk


badan mungil Nesya.


Nesya membalas pelukkan Rehan dengan erat,”


nggak apa, kenapa kamu tak membangunkan aku saat pulang, aku bisa siapin makan


malam buat kita,” ucap Nesya kembali.


Rehan melepaskan pelukkannya dan menatap


Nesya,” jadi kamu belum makan malam?” tanya Rehan.


Nesya hanya mengelengkan kepalanya dan


tersenyum kepada Rehan,” karena aku menunggumu, aku mau makan malam bersamamu,”


Rehan mengelus rambut Nesya dengan lembut,”


lain kali kalau sudah lapar makan duluan saja,” ucap Rehan.


“Iya, tapi malam ini aku ingin makan malam


bersamamu,” ucap Nesya dengan senyum manisnya.


“Baiklah, kalau begitu kita delivery saja,


dan sayangku nggak usah masak,” ucap Rehan lalu mencubit hidung Nesya pelan.


“Aaaww, sakit Re,” ucap Nesya sambil mengusap


hidungnya.


Rehan lalu mengambil hpnya dan kasih ke


Nesya, Rehan menyuruh Nesya untuk memesan makanan apa yang dirinya suka.


Rehan mengajak duduk Nesya dengan Nesya duduk


di pangkuannya, setelah selesai memesannya Nesya meletakkan hp Rehan di meja


sampingnya.


“Tadi kamu habis mandi?” tanya Nesya sambil

__ADS_1


mengusap – usap wajah Rehan.


Rehan hanya mengangguk dan tersenyum, Rehan


kembali memeluk tubuh mungil Nesya. Entah kenapa memang Rehan tak mau


kehilangan Nesya, Rehan mau Nesya menemaninya hingga hayat yang memisahkan.


“Ayo kita masuk ke dalam Re, di sini sangat


dingin,” ajak Nesya.


Rehan pun mengangguk dan mengambil hpnya,


lalu mengendong Nesya ala bridal style ke dalam kamar. Rehan menidurkan Nesya


di ranjang dengan masih Rehan berada di atasnya.


“Malam ini bakal temani aku kan?” tanya Nesya


menatap Rehan.


“Tentu, sekarang kan aku sudah ada di sini


sayang,” bisik Rehan tepat di telinga Nesya.


Nesya tersenyum senang,” baguslah, Re tapi


aku mohon jika kamu tak ada datang dan sibuk dengan pekerjaanmu tolong kabari


aku,” ucap Nesya.


Rehan mengangguk dan tangan yang satunya lagi


menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Nesya.


“Re, aku besok mau pergi bekerja di kafe,”


ucap Nesya.


“Why? Aku sudah bilang sama kamu sayang, kamu


nggak usah kerja kamu cukup di apartemen kalau kamu bosan kamu tinggal jalan


keluar shopping atau yang lain,” ucap Rehan.


Nesya mengelengkan kepalanya,” tapi aku mau


kerja Re, please nggak apa kan?” tanya Nesya membujuk Rehan.


Rehan diam dan sedikit berpikir, mungkin ini


terbaik buat Nesya agar dirinya bisa fokus membereskan masalanya dengan Kalina


jafi di saat Nesya sibuk dengan pekerjaannya maka Nesya tak akan bertanya


banyak tentang dirinya.


“Baiklah, tapi kamu jangan nakal,” ucap


Rehan, dan Nesya hanya mengangguk dan tersenyum, lalu mencium bibir Rehan tiba

__ADS_1


– tiba.


__ADS_2