
Rehan baru saja sampai di apartemen jam 10.00
malam, Rehan masuk ke dalam kamar dan mendapati Nesya sudah tertidur pulas di
ranjang. Rehan melepaskan pakaian, setelah itu berjalan ke kamar mandi untuk
segera membersihkan badannya yang sudah lengket karena keringat.
“Arrgghh! Semua ini gara – gara Kalina, andai
dulu aku mempercayai perkataan mama pasti nggak akan terjadi seperti ini,”
ucapnya dengan lirih.
Rehan mengusap rambutnya dengan kasar ke
belakang dengan di bawah guyuran shower. Rehan menghembus nafas dalam, jujur
dirinya tak ingin seperti ini.
Rehan keluar dari kamar mandi dengan
menggunakan bathrobe, lalu setelah itu dirinya keluar kamar dengan masih
menggunakan bathrobe berjalan ke dapur untuk mengambil air minum di kulkas.
Rehan meneguk air di botol itu sampai habis
tanpa tersisa lalu meletakkannya di meja. Rehan berjalan kembali ke arah tempat
yang menyimpan cangkir dan mengambilnya. Rehan membuat secangkir kopi lalu
membawanya ke kamar.
Rehan duduk di balkon dengan di temani
secangkir kopi serta rokok yang mengepul. Malam ini cuacanya sangat cerah
hingga bintang dan bulan bersinar terang dengan angin malam yang sedikit
dingin.
“Maafkan aku sayang,” ucap Rehan sambil
menatap foto Nesya yang ada di hpnya.
“Andai saja masalahnya tak serumit ini, aku
akan cepat – cepat mengajakmu menikah sayang,” ucapnya kembali.
Semilir angin malam ini mengusik tidur Nesya
yang tiba – tiba merasakan hawa dingin menusuk tubuhnya. Nesya membuka matanya
dan melihat pintu balkon terbuka, Nesya langsung bangun dari tidur dan segera
ingin menutup pintunya.
Saat Nesya ingin menutup pintunya, Nesya
melihat Rehan yang sedang duduk sendirian sambil memandangi fotonya dari hp
__ADS_1
Rehan. Nesya berjalan mendekati Rehan,” kenapa tak bangunkan aku?” tanya Nesya
tiba – tiba yang sudah berada di samping Rehan.
“Sayang, kenapa bangun?” tanya Rehan yang
malah bertanya balik ke Nesya.
“Iya, aku kedinginan,” ucap Nesya sambil
memeluk badanya sendiri.
Devin berdiri dan kini saling berhadapan, ke
dua tangan Devin memegang pundak Nesya dengan pelan.
“Maafkan aku sayang,” ucapnya lalu memeluk
badan mungil Nesya.
Nesya membalas pelukkan Rehan dengan erat,”
nggak apa, kenapa kamu tak membangunkan aku saat pulang, aku bisa siapin makan
malam buat kita,” ucap Nesya kembali.
Rehan melepaskan pelukkannya dan menatap
Nesya,” jadi kamu belum makan malam?” tanya Rehan.
Nesya hanya mengelengkan kepalanya dan
tersenyum kepada Rehan,” karena aku menunggumu, aku mau makan malam bersamamu,”
Rehan mengelus rambut Nesya dengan lembut,”
lain kali kalau sudah lapar makan duluan saja,” ucap Rehan.
“Iya, tapi malam ini aku ingin makan malam
bersamamu,” ucap Nesya dengan senyum manisnya.
“Baiklah, kalau begitu kita delivery saja,
dan sayangku nggak usah masak,” ucap Rehan lalu mencubit hidung Nesya pelan.
“Aaaww, sakit Re,” ucap Nesya sambil mengusap
hidungnya.
Rehan lalu mengambil hpnya dan kasih ke
Nesya, Rehan menyuruh Nesya untuk memesan makanan apa yang dirinya suka.
Rehan mengajak duduk Nesya dengan Nesya duduk
di pangkuannya, setelah selesai memesannya Nesya meletakkan hp Rehan di meja
sampingnya.
“Tadi kamu habis mandi?” tanya Nesya sambil
__ADS_1
mengusap – usap wajah Rehan.
Rehan hanya mengangguk dan tersenyum, Rehan
kembali memeluk tubuh mungil Nesya. Entah kenapa memang Rehan tak mau
kehilangan Nesya, Rehan mau Nesya menemaninya hingga hayat yang memisahkan.
“Ayo kita masuk ke dalam Re, di sini sangat
dingin,” ajak Nesya.
Rehan pun mengangguk dan mengambil hpnya,
lalu mengendong Nesya ala bridal style ke dalam kamar. Rehan menidurkan Nesya
di ranjang dengan masih Rehan berada di atasnya.
“Malam ini bakal temani aku kan?” tanya Nesya
menatap Rehan.
“Tentu, sekarang kan aku sudah ada di sini
sayang,” bisik Rehan tepat di telinga Nesya.
Nesya tersenyum senang,” baguslah, Re tapi
aku mohon jika kamu tak ada datang dan sibuk dengan pekerjaanmu tolong kabari
aku,” ucap Nesya.
Rehan mengangguk dan tangan yang satunya lagi
menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Nesya.
“Re, aku besok mau pergi bekerja di kafe,”
ucap Nesya.
“Why? Aku sudah bilang sama kamu sayang, kamu
nggak usah kerja kamu cukup di apartemen kalau kamu bosan kamu tinggal jalan
keluar shopping atau yang lain,” ucap Rehan.
Nesya mengelengkan kepalanya,” tapi aku mau
kerja Re, please nggak apa kan?” tanya Nesya membujuk Rehan.
Rehan diam dan sedikit berpikir, mungkin ini
terbaik buat Nesya agar dirinya bisa fokus membereskan masalanya dengan Kalina
jafi di saat Nesya sibuk dengan pekerjaannya maka Nesya tak akan bertanya
banyak tentang dirinya.
“Baiklah, tapi kamu jangan nakal,” ucap
Rehan, dan Nesya hanya mengangguk dan tersenyum, lalu mencium bibir Rehan tiba
__ADS_1
– tiba.