Cinta Om Duda

Cinta Om Duda
Rehan, Nesya, dan Alex


__ADS_3

Di tempat yang berbeda Rehan sedang berada di


ruangannya, ia masih bersantai sambil memainkan hpnya. Tiba-tiba saja ada


pemberitahuan dari akun instagramnya jika Nesya sedang mengunggah foto. Ya,


saat Rehan mulai dekat dengan Nesya dan mengetahui semua isi hp Nesya. Rehan


juga mengikuti apa yang Nesya miliki hingga ia rela mendowload aplikasi yang


bernama instagram itu dan mengikuti Nesya. Nesya sendiri belum tahu jika Rehan


diam-diam mengikutinya di instagram.


Jujur selama ini ia tak bisa menemukan Nesya karena


ada seseorang yang menghalanginya, namun Rehan sempat mendapatkan kabar jika


sang mantan istri sebelum meninggal sempat menemui seorang wanita di pantai


namun wanita itu tak bisa dilacak siapa yang ditemui oleh Kalina, dan dari


berita yang sempat Rehan dengar Kalina juga sempat menusul wanita yang ia


temui, sampai saat ini Rehan masih penasaran dengan wanita yang ditemui oleh


Kalina.


Kalau pun ia itu memang Nesya yang Kalina temui,


kenapa ia bisa menemukan Nesya lebih dulu dari pada dia yang selama ini mencari


keberadaan Nesya. Hah! Sampai saat ini saja Rehan masih pusing bagaimana


menemukan kekasihnya itu, walaupun Nesya pergi sejauh mungkin ia akan tetap


mencarinya dan akan membawa Nesya kedalam pelukkannya kembali.


Rehan mengamati beberap foto Nesya yang berada di


pantai itu, dan Rehan juga sempat menebak-nebak dimana pantai saat ini Nesya


untuk berfoto. Jika memang itu di Bali maka Rehan akan segera menyusulnya ke


sana dan akan membawa Nesya kembali ke Jakarta dan mereka akan melanjutkan


hubungan mereka ke jenjang pernikahan.


“Sayang kamu sebenarnya ada dimna,” ucapku pelan, dan


aku sempat beberapa kali berpikir. Lalu aku mengirimkan foto Nesya kebeberapa


temanku untuk mengetahui pantai mana Nesya berfoto, Rehan menebak jika itu di


Bali namun ia masih belum yakin maka ia bertanya kepada temannya.


Bagiku selain Reina yang paling utama akan tetapi


Nesya kuga sangat berarti dalam hidupku. Bagaimana pun aku sangat membutuhkan


Nesya, karena Nesya juga pernah mengandung anaknya akan tetapi mengalami


keguguran. Yang terpenting saat ini Nesya harus ketemu lalu mengajaknya secepat


mungkin untuk menikah, tak peduli ia akan menolak atau yang lainnya karena


memang Nesya hanya milikku.


Aku mendapatkan balasan dari salah satu temanku yang


ada di Bali juga saat ini, memang benar tempat Nesya berfoto adalah di pantai


Bali dan saat itu pula lah Rehan sangat senang, dan mungkin secepatnya ia akan


ke Bali. Demin mendapatkan cintanya kembali dan kali ini memang Rehan tak akan


mempermainkan Nesya lagi, jujur saja ia sudah capek dengan yang sudah-sudah


terjadi pada dirinya yang sebelumnya.


“Bersabarlah sayang sebentar lagi aku akan menemuimu,”


ucapku dengan senang. Namun aku sempat berpikir bagaimana Nesya bisa ke Bali?


Dengan siapa dia ke sana? Padahal selama ini Nesya tak ada saudara di Bali. Tak


mungkin bersama dengan kakaknya karena aku sendiri tahu jika kakaknya masih


berada di Jakarta.


Bahkan gang aku tahu kakak Nesya juga tak


memperdulikan Nesya sama sekali, entahlah apa keslahan Nesya kepada sang kakak


hingga di benci sampai saat ini namun Rehan tak memperdulikan itu yang ia


pedulikan hanya Nesya.


Semuanya akan ia lakukan asalkan Nesya tetap bersama


dengan dia dan mau kembali padanya. Bahkan membina rumah tangga dan meliki


anak-anak yang sangat lucu, Rehan selalu memimpikan bisa menjalin hubungan dengan


Nesya ke jenjang pernikahan, memulainya dari nol.


Aku ingin sekali mengirimi Nesya pesan lewat


instagram, namun ia juga sangat ragu. Bagaimana kalau nanti Nesya mengeblock


dia dan tak bisa melihat Nesya mengunggah foto baru, dan untuk saat ini aku


juga tak ingin tahu lebih dahulu Nesya di Bali bersama dengan siapa yang paling

__ADS_1


terpenting aku sudah mengetahui jika Nesya berada di Bali.


“Sayang asal kamu tahu aku sangat merindukan kamu,”


ucapku kembali dan mencium foto Nesya sebentar. Lalu setelah itu aku harus


melanjutkan pekerjaanku yang hari ini sangat menumpuk karena aku beberapa hari


tak masuk ke kantor karena harus mengurus Reina yang sedang sakit dan tak bisa


ia tinggalkan karena bagaimana pun Reina adalah anak satu-satunya yang ia


sangat sayangi.


“Aku sudah sampai di Jakarta dan sekarang aku sudah


berada di rumah orang tuaku Nes. Mereka masih belum mau menerima kamu sebagai


menantunya, Nes kamu harus bersabar ya, aku akan berusaha membujuk mereka lagi.


Kamu percaya padaku kan Nes? Tolong kamu tetap setia menungguku. Namun jika itu


terlalu lama untukmu maka kamu bisa menyerah kapan saja Nes, dan aku juga tak


bisa memaksakan kehendakku dan aku juga nggak bisa terlalu egois padamu Nes.


Tolong jika nanti kamu sudah lelah menunggu ku maka beri tahu aku, akan tetapi


aku akan tetap setia menjaga keamanan kamu, Nes aku menulis pesan seperti ini


bukan tanda untuk menyerah namun hanya saja jika kaeadaan yang memaksa untuk


kita tak bersama maka kamu bisa bebas dan kemana pun kamu melabuhkan hatimu


nanti maka aku tak akan mencegahnya. Namun jika ada orang yang menyakitimu maka


aku tak akan bisa tinggal diam, aku akan memusnahkan orang itu. Jaga dirimu


baik-baik Nes, aku sangat mencintaimu dan juga menyanyagimu dan aku harap ada


keajaiban untuk hubungan kita.”


Setelah aku mengirimkan pesan kepada Nesya, aku


menaruh hp ku kembali di nakas. Jujr saja aku sangat berat untuk menginjakkan


kaki ku ke rumah orang tuaku, namun sekarang aku sudah di sini dan aku juga


mempunyai firasat tak baik jika aku tinggal di rumah orang tuaku, karena mereka


tak akan menyerah begitu saja sebelum mereka mendapatkan apa yang mereka


inginkan.


“Maafkan aku Nesya, sekali lagi aku minta jika


nantinya hanya akan menyakitimu,” ucapku pelan.


untuk istirahat namun baru saja aku mau memejamkan mataku sudah ada orang masuk


ke dalam kamarku karena memang tadi aku lupa mengunci kamarku.


“Lex, kamu tiba jam berapa? Kenapa kamu tak kasih tahu


aku. Aku bisa menjemputmu ke bandara tadi,” ucap Andeline yang kini sudah duduk


di sofa sambil menatapku.


“Apa kamu tak punya tata krama masuk ke dalam kamar


orang Adeline, seenggaknya kamu bisa mengetuk pintu kamarku terlebih dahulu


kan,” ucapku tanpa menatapnya.


Adeline berdecak pelan dan tak suka dengan


perkataanku,”Kenapa sih kamu Lex? Aku datang ke sini untuk menemui kamu tahu


nggak, tapi apa yang aku dapatkan dari kamu? Kamu memarahiku,” ucapnya.


Aku pun bangun dari tidurku dan terduduk di ranjang


sambil menatap tajam Adeline yang terduduk di sofa yang juga menatapku.”Aku


hanya kasih tahu kamu soal tata krama Adeline setidaknya kamu bisa mengetuk


dahulu dan bukan langsung masuk ke kamar orang dengan seenaknya saja,” ucapku.


“Baikalah mungkin aku salah, aku minta maaf,” ucapnya


sambil kedua tangannya di taruh di depan dada.


“Apa yang kau inginkan ke sini Adeline?” tanyaku


dengan cuek, entahlah aku tak suka saja dengan Adeline yang sekarang ini.


“Aku ingin kita segera menikah Lex, lagi pula kedua


orang tua kita juga sudah menyiapkan semuanya dan kita tinggal menunggu hari H


nya saja dan kamu juga tak akan bisa menolaknya,” ucap Adeline.


Aku menghela nafas dan terdiam sejenak mencerna apa


yang di bicarakan oleh Adeline barusan. Sungguh ini sangat keterlaluan bukan?


Mereka sudah menyiapkan semuanya dan tanpa persetujuanku. Ini sudah melewati


batas bukan? Padahal mereka orang tuaku yang selama ini aku sayangi namun


mereka berbuat kejam kepadaku, dan sialnya lagi memang aku tak bisa membatah


kedua orang tuaku dimana mereka keluarga yang aku punya. Jujur saja awalnya aku

__ADS_1


ingin membantahnya namun aku tak bisa melakukan itu, karena papa aku juga


mengancam ingin membunuh Nesya.


Hah! Rasanya aku pusing memikirkan ini semua, dan lada


akhirnya aku hanya akan menyakiti Nesya. Aku haru bagaimana lagi, aku pun juga


tak bisa mencegahnya.


“Hari ini papa dan mama menyuruh kita berdua untuk


fitting baju ke butik langganan mama kamu Lex,” ucap Adeline kembali.


Aku mengusap wajahku dengan kasar,”Aku capek Adeline,


bisa nggak kita perginya nangi saja,” ucapku menatap Adeline.


Adeline pun hanya mengangguk dan beranjak dari


duduknya, sebelum ia melanjutkan jalannya, ia menatapku kembali.”Istirahatlah,


aku tak akan menggangu mu dan aku akan membangunkan kamu jika nanti waktunya


makam siang, aku akan turun kebawah untuk membantu mama. Bersikaplah dewasa


Lex, walau kamu terpaksa melakukan ini namun kamu juga hafus ingat dengan


keselamatan Nesya dan biarkan Nesya kembali ke cinta sejatinya. Aku tahu jika


Nesya juga belum mencintaimu namun ia juga terpaksa melakukan itu karena selama


ini sangat baik kepadanya. Aku harap kamu bisa mencerna semua perkataanku Lex,


dan satu lagi seiring berjalannya waktu aku juga akan membuatmu jatu cinta


kepadaku,” ucap Adeline, lalu setelah itu Adeline benar-benar pergi


meninggalkan ku di kamar sendirian.


Sebagian apa yang di bicarakan oleh Adeline memang


benar, namun kenapa? Kenapa aku harus melakukan semua ini? Padahal dari kecil


aku sudah menuruti orang tuaku dan sekarang aku juga harus menikah dengan


sahabatku karena perjodohana. Apa ini sangat adil? Ini bukanlah sangat curang


karena aku tak bisa memilih cinta sejatiku.


Aku menjambak rambutku dengan kasar,”Arrrghhh!


Brengsek. Ini beneran tak adil, aku benar-benat muak,” ucapku.


Di luar pintu kamar Alex, Adeline mendengar semuanya,


Adeline juga tak bisa berbuat banyak karena ini keinginan orang tua mereka dan


tak bisa di ubah lagi. Adeline juga punya perasaan kasihan namun di sisi lain


ia juga sangat mencintai Alex dan meninggalkan Candra demi Alex. Karena selama


ini Candra hanya pelampiasan saja untuk melupakan perasaannya kepada Alex namun


tetap saja ia mencintai Alex dan tak bisa mencintai Candra, memang aku dan


Candra sudah melakukan hubungan badan hingga aku hamil namun aku mengalami


keguguran beberapa hari yang lalu namun Candra menganggapku masih hamil dan ia


juga ingin bertanggung jawab dan segera ingin menikahiku namun aku menolaknya


dan lebih memilih pada pilihan orang tuaku. Mungkin aku sangatlah jahat kepada


Candra, namun hanya ini yang bisa aku lakukan, aku juga tak mau melihat Candra


menderita karena orang tuaku juga mengancam akan menghancurkan Candra. Aku


berharap Candra suatu hari nanti akan mendapatkan wanita yang jauh lebih baik


dariku.


“Maafkan aku, sekali lagi aku minta maaf, aku akan


melakukan apa saja agar orang di sekitar kita tidak menderita,” ucapku pelan.


Aku tahu hati Alex juga hancur, namun jika ia terus


melanjutkan hubungannya dengan Nesya maka ia juga akan merasakan sakit karena


memang sebenarnya Nesya masih mencintai mantannya. Ya, aku mengetahui semuanya


karena aku menyuruh orang menyelidiki siapa Nesya sebenarnya, awalnya aku cukup


terkejut karena Nesya ini memiliki hubungan dengan Rehan seorang pengusaha


sukses, dan sebenarnya Alex lebih kuat kalau pun untuk menghancurkan Rehan


namun aku tak mau jika Alex sampai melakukan itu maka aku mengambil keputusan


ini dan akhirnya aku juga memiliki Alex selamanya.


Ake jahat ya? Memang kenyataannya akan seperti itu,


namun aku melakukannya juga untuk kebaikan kita.


“Aku harap kamu tak akan pernah merusak hari bahagia


kita Alex, aku yakin suatu saat nanti kamu akan bisa menerima semuanya.


Yakinlah jika kamu bisa melewati semua ini,” ucapku kembali, lalu aku


benar-benar turun ke lantai satu dimana tante sudah menungguku.

__ADS_1


__ADS_2