
Di tempat yang berbeda Rehan sedang berada di
ruangannya, ia masih bersantai sambil memainkan hpnya. Tiba-tiba saja ada
pemberitahuan dari akun instagramnya jika Nesya sedang mengunggah foto. Ya,
saat Rehan mulai dekat dengan Nesya dan mengetahui semua isi hp Nesya. Rehan
juga mengikuti apa yang Nesya miliki hingga ia rela mendowload aplikasi yang
bernama instagram itu dan mengikuti Nesya. Nesya sendiri belum tahu jika Rehan
diam-diam mengikutinya di instagram.
Jujur selama ini ia tak bisa menemukan Nesya karena
ada seseorang yang menghalanginya, namun Rehan sempat mendapatkan kabar jika
sang mantan istri sebelum meninggal sempat menemui seorang wanita di pantai
namun wanita itu tak bisa dilacak siapa yang ditemui oleh Kalina, dan dari
berita yang sempat Rehan dengar Kalina juga sempat menusul wanita yang ia
temui, sampai saat ini Rehan masih penasaran dengan wanita yang ditemui oleh
Kalina.
Kalau pun ia itu memang Nesya yang Kalina temui,
kenapa ia bisa menemukan Nesya lebih dulu dari pada dia yang selama ini mencari
keberadaan Nesya. Hah! Sampai saat ini saja Rehan masih pusing bagaimana
menemukan kekasihnya itu, walaupun Nesya pergi sejauh mungkin ia akan tetap
mencarinya dan akan membawa Nesya kedalam pelukkannya kembali.
Rehan mengamati beberap foto Nesya yang berada di
pantai itu, dan Rehan juga sempat menebak-nebak dimana pantai saat ini Nesya
untuk berfoto. Jika memang itu di Bali maka Rehan akan segera menyusulnya ke
sana dan akan membawa Nesya kembali ke Jakarta dan mereka akan melanjutkan
hubungan mereka ke jenjang pernikahan.
“Sayang kamu sebenarnya ada dimna,” ucapku pelan, dan
aku sempat beberapa kali berpikir. Lalu aku mengirimkan foto Nesya kebeberapa
temanku untuk mengetahui pantai mana Nesya berfoto, Rehan menebak jika itu di
Bali namun ia masih belum yakin maka ia bertanya kepada temannya.
Bagiku selain Reina yang paling utama akan tetapi
Nesya kuga sangat berarti dalam hidupku. Bagaimana pun aku sangat membutuhkan
Nesya, karena Nesya juga pernah mengandung anaknya akan tetapi mengalami
keguguran. Yang terpenting saat ini Nesya harus ketemu lalu mengajaknya secepat
mungkin untuk menikah, tak peduli ia akan menolak atau yang lainnya karena
memang Nesya hanya milikku.
Aku mendapatkan balasan dari salah satu temanku yang
ada di Bali juga saat ini, memang benar tempat Nesya berfoto adalah di pantai
Bali dan saat itu pula lah Rehan sangat senang, dan mungkin secepatnya ia akan
ke Bali. Demin mendapatkan cintanya kembali dan kali ini memang Rehan tak akan
mempermainkan Nesya lagi, jujur saja ia sudah capek dengan yang sudah-sudah
terjadi pada dirinya yang sebelumnya.
“Bersabarlah sayang sebentar lagi aku akan menemuimu,”
ucapku dengan senang. Namun aku sempat berpikir bagaimana Nesya bisa ke Bali?
Dengan siapa dia ke sana? Padahal selama ini Nesya tak ada saudara di Bali. Tak
mungkin bersama dengan kakaknya karena aku sendiri tahu jika kakaknya masih
berada di Jakarta.
Bahkan gang aku tahu kakak Nesya juga tak
memperdulikan Nesya sama sekali, entahlah apa keslahan Nesya kepada sang kakak
hingga di benci sampai saat ini namun Rehan tak memperdulikan itu yang ia
pedulikan hanya Nesya.
Semuanya akan ia lakukan asalkan Nesya tetap bersama
dengan dia dan mau kembali padanya. Bahkan membina rumah tangga dan meliki
anak-anak yang sangat lucu, Rehan selalu memimpikan bisa menjalin hubungan dengan
Nesya ke jenjang pernikahan, memulainya dari nol.
Aku ingin sekali mengirimi Nesya pesan lewat
instagram, namun ia juga sangat ragu. Bagaimana kalau nanti Nesya mengeblock
dia dan tak bisa melihat Nesya mengunggah foto baru, dan untuk saat ini aku
juga tak ingin tahu lebih dahulu Nesya di Bali bersama dengan siapa yang paling
__ADS_1
terpenting aku sudah mengetahui jika Nesya berada di Bali.
“Sayang asal kamu tahu aku sangat merindukan kamu,”
ucapku kembali dan mencium foto Nesya sebentar. Lalu setelah itu aku harus
melanjutkan pekerjaanku yang hari ini sangat menumpuk karena aku beberapa hari
tak masuk ke kantor karena harus mengurus Reina yang sedang sakit dan tak bisa
ia tinggalkan karena bagaimana pun Reina adalah anak satu-satunya yang ia
sangat sayangi.
“Aku sudah sampai di Jakarta dan sekarang aku sudah
berada di rumah orang tuaku Nes. Mereka masih belum mau menerima kamu sebagai
menantunya, Nes kamu harus bersabar ya, aku akan berusaha membujuk mereka lagi.
Kamu percaya padaku kan Nes? Tolong kamu tetap setia menungguku. Namun jika itu
terlalu lama untukmu maka kamu bisa menyerah kapan saja Nes, dan aku juga tak
bisa memaksakan kehendakku dan aku juga nggak bisa terlalu egois padamu Nes.
Tolong jika nanti kamu sudah lelah menunggu ku maka beri tahu aku, akan tetapi
aku akan tetap setia menjaga keamanan kamu, Nes aku menulis pesan seperti ini
bukan tanda untuk menyerah namun hanya saja jika kaeadaan yang memaksa untuk
kita tak bersama maka kamu bisa bebas dan kemana pun kamu melabuhkan hatimu
nanti maka aku tak akan mencegahnya. Namun jika ada orang yang menyakitimu maka
aku tak akan bisa tinggal diam, aku akan memusnahkan orang itu. Jaga dirimu
baik-baik Nes, aku sangat mencintaimu dan juga menyanyagimu dan aku harap ada
keajaiban untuk hubungan kita.”
Setelah aku mengirimkan pesan kepada Nesya, aku
menaruh hp ku kembali di nakas. Jujr saja aku sangat berat untuk menginjakkan
kaki ku ke rumah orang tuaku, namun sekarang aku sudah di sini dan aku juga
mempunyai firasat tak baik jika aku tinggal di rumah orang tuaku, karena mereka
tak akan menyerah begitu saja sebelum mereka mendapatkan apa yang mereka
inginkan.
“Maafkan aku Nesya, sekali lagi aku minta jika
nantinya hanya akan menyakitimu,” ucapku pelan.
untuk istirahat namun baru saja aku mau memejamkan mataku sudah ada orang masuk
ke dalam kamarku karena memang tadi aku lupa mengunci kamarku.
“Lex, kamu tiba jam berapa? Kenapa kamu tak kasih tahu
aku. Aku bisa menjemputmu ke bandara tadi,” ucap Andeline yang kini sudah duduk
di sofa sambil menatapku.
“Apa kamu tak punya tata krama masuk ke dalam kamar
orang Adeline, seenggaknya kamu bisa mengetuk pintu kamarku terlebih dahulu
kan,” ucapku tanpa menatapnya.
Adeline berdecak pelan dan tak suka dengan
perkataanku,”Kenapa sih kamu Lex? Aku datang ke sini untuk menemui kamu tahu
nggak, tapi apa yang aku dapatkan dari kamu? Kamu memarahiku,” ucapnya.
Aku pun bangun dari tidurku dan terduduk di ranjang
sambil menatap tajam Adeline yang terduduk di sofa yang juga menatapku.”Aku
hanya kasih tahu kamu soal tata krama Adeline setidaknya kamu bisa mengetuk
dahulu dan bukan langsung masuk ke kamar orang dengan seenaknya saja,” ucapku.
“Baikalah mungkin aku salah, aku minta maaf,” ucapnya
sambil kedua tangannya di taruh di depan dada.
“Apa yang kau inginkan ke sini Adeline?” tanyaku
dengan cuek, entahlah aku tak suka saja dengan Adeline yang sekarang ini.
“Aku ingin kita segera menikah Lex, lagi pula kedua
orang tua kita juga sudah menyiapkan semuanya dan kita tinggal menunggu hari H
nya saja dan kamu juga tak akan bisa menolaknya,” ucap Adeline.
Aku menghela nafas dan terdiam sejenak mencerna apa
yang di bicarakan oleh Adeline barusan. Sungguh ini sangat keterlaluan bukan?
Mereka sudah menyiapkan semuanya dan tanpa persetujuanku. Ini sudah melewati
batas bukan? Padahal mereka orang tuaku yang selama ini aku sayangi namun
mereka berbuat kejam kepadaku, dan sialnya lagi memang aku tak bisa membatah
kedua orang tuaku dimana mereka keluarga yang aku punya. Jujur saja awalnya aku
__ADS_1
ingin membantahnya namun aku tak bisa melakukan itu, karena papa aku juga
mengancam ingin membunuh Nesya.
Hah! Rasanya aku pusing memikirkan ini semua, dan lada
akhirnya aku hanya akan menyakiti Nesya. Aku haru bagaimana lagi, aku pun juga
tak bisa mencegahnya.
“Hari ini papa dan mama menyuruh kita berdua untuk
fitting baju ke butik langganan mama kamu Lex,” ucap Adeline kembali.
Aku mengusap wajahku dengan kasar,”Aku capek Adeline,
bisa nggak kita perginya nangi saja,” ucapku menatap Adeline.
Adeline pun hanya mengangguk dan beranjak dari
duduknya, sebelum ia melanjutkan jalannya, ia menatapku kembali.”Istirahatlah,
aku tak akan menggangu mu dan aku akan membangunkan kamu jika nanti waktunya
makam siang, aku akan turun kebawah untuk membantu mama. Bersikaplah dewasa
Lex, walau kamu terpaksa melakukan ini namun kamu juga hafus ingat dengan
keselamatan Nesya dan biarkan Nesya kembali ke cinta sejatinya. Aku tahu jika
Nesya juga belum mencintaimu namun ia juga terpaksa melakukan itu karena selama
ini sangat baik kepadanya. Aku harap kamu bisa mencerna semua perkataanku Lex,
dan satu lagi seiring berjalannya waktu aku juga akan membuatmu jatu cinta
kepadaku,” ucap Adeline, lalu setelah itu Adeline benar-benar pergi
meninggalkan ku di kamar sendirian.
Sebagian apa yang di bicarakan oleh Adeline memang
benar, namun kenapa? Kenapa aku harus melakukan semua ini? Padahal dari kecil
aku sudah menuruti orang tuaku dan sekarang aku juga harus menikah dengan
sahabatku karena perjodohana. Apa ini sangat adil? Ini bukanlah sangat curang
karena aku tak bisa memilih cinta sejatiku.
Aku menjambak rambutku dengan kasar,”Arrrghhh!
Brengsek. Ini beneran tak adil, aku benar-benat muak,” ucapku.
Di luar pintu kamar Alex, Adeline mendengar semuanya,
Adeline juga tak bisa berbuat banyak karena ini keinginan orang tua mereka dan
tak bisa di ubah lagi. Adeline juga punya perasaan kasihan namun di sisi lain
ia juga sangat mencintai Alex dan meninggalkan Candra demi Alex. Karena selama
ini Candra hanya pelampiasan saja untuk melupakan perasaannya kepada Alex namun
tetap saja ia mencintai Alex dan tak bisa mencintai Candra, memang aku dan
Candra sudah melakukan hubungan badan hingga aku hamil namun aku mengalami
keguguran beberapa hari yang lalu namun Candra menganggapku masih hamil dan ia
juga ingin bertanggung jawab dan segera ingin menikahiku namun aku menolaknya
dan lebih memilih pada pilihan orang tuaku. Mungkin aku sangatlah jahat kepada
Candra, namun hanya ini yang bisa aku lakukan, aku juga tak mau melihat Candra
menderita karena orang tuaku juga mengancam akan menghancurkan Candra. Aku
berharap Candra suatu hari nanti akan mendapatkan wanita yang jauh lebih baik
dariku.
“Maafkan aku, sekali lagi aku minta maaf, aku akan
melakukan apa saja agar orang di sekitar kita tidak menderita,” ucapku pelan.
Aku tahu hati Alex juga hancur, namun jika ia terus
melanjutkan hubungannya dengan Nesya maka ia juga akan merasakan sakit karena
memang sebenarnya Nesya masih mencintai mantannya. Ya, aku mengetahui semuanya
karena aku menyuruh orang menyelidiki siapa Nesya sebenarnya, awalnya aku cukup
terkejut karena Nesya ini memiliki hubungan dengan Rehan seorang pengusaha
sukses, dan sebenarnya Alex lebih kuat kalau pun untuk menghancurkan Rehan
namun aku tak mau jika Alex sampai melakukan itu maka aku mengambil keputusan
ini dan akhirnya aku juga memiliki Alex selamanya.
Ake jahat ya? Memang kenyataannya akan seperti itu,
namun aku melakukannya juga untuk kebaikan kita.
“Aku harap kamu tak akan pernah merusak hari bahagia
kita Alex, aku yakin suatu saat nanti kamu akan bisa menerima semuanya.
Yakinlah jika kamu bisa melewati semua ini,” ucapku kembali, lalu aku
benar-benar turun ke lantai satu dimana tante sudah menungguku.
__ADS_1