Cinta Om Duda

Cinta Om Duda
Nesya


__ADS_3

Nesya menghela nafasnya menatap langit malam yang sedikit agak mendung dan mungkin sebentar lagi hujan akan turun, lamunan Nesya buyar seketika hpnya berbunyi dan ternayata yang menelpon Alex.


“Hallo Lex,” ucap Nesya.


“Hai, lagi apa kamu Nes. Sudah makan belum?” tanya Alex dari seberang telepon.


“A-ku sudah makan malam tadi, kalau kamu gimana?” tanya Nesya balik.


“Apa kamu baik-baik saja Nes, sedikit ada yang aneh dari nada bicaramu,” ucap Alex.


“Tidak, tidak ada. Kalau begitu aku tutup dulu teleponnya ya, aku mau kembali istirahat,” ucap Nesya lalu mematikan teleponnya sepihak.


Nesya kembali mengeluarkan air matanya tanpa di suruh,”kenapa tuhan memberiku cobaan yang begitu berat kepadaku,” ucapnya lirik.


“Tuhan, aku ingin sekali menghilang dari muka bumi ini agar semuanya tak akan pernah terjadi dalam hidupku,” ucapnya kembali sambil mendongakkan wajahnya.


Nesya mengusap wajahnya dengan kasar, dan segera kembali masuk ke dalam kamar. Nesya kembali menjatuhkan badannya ke ranjang, menatap langit-langit putih.


Pintu kamar Nesya terbuka muncullah dua orang pelayan yang membawa makan malam untuk Nesya.

__ADS_1


“Selamat malam nona, ini makan malam silahkan di makan,” ucap salah satu pelayan.


“Kalian bawa saja makanan itu kembali, aku tak mau makan,” ucap Nesya.


“Ta-tapi nona, nanti kita bisa dimarahi sama tuan kalau nona nggak makan,” ucap pelayan.


“Sudahlah, nanti aku yang akan bicara dan lebih baik kalian bawa makanan itu kembali,” ucap Nesya kembali mengubah posisinya menjadi duduk.


“B-baik nona,” ucap pelayan lalu mereka membawa makanan itu kembali. Nesya menghela nafas panjangnya lalu menutup dirinya dengan selimut.


“Arrrrgggghh! Rehan brengsek,” umpatnya lagi-lagi kata itu yang dirinya lontarkan.


“Nona mau kemana,” ucap salah satu pelayan, dan itu sukses membuat Nesya berhenti.


“Hanya mau cari udara segar saja di luar,” ucapnya.


“Tapi di luar sedang gerimis nona,” ucap pelayan kembali.


“Benarkah,” ucap Nesya.

__ADS_1


Pelayan wanita itu hanya mengangguk dan tersenyum kepada Nesya,”kalau begitu saya permisi dulu nona. Oh iya, nona kalau butuh sesuatu tinggal panggil saya saja,” ucapnya lalu pergi meninggalkan Nesya yang masih diam di tempat sambil menganggukkan kepalanya.


“Ternyata kabur tak semudah yang aku bayangkan,” ucap Nesya dengan lirih. Nesya kembali menghela nafas panjangnya dan berjalan ke arah sofa ruang tamu dan mendudukkan badanya di sana.


Nesya mengamati seluruh rumah yang terlihat begitu besar,”bagus, tapi ngapai Rehan beli rumah sebesar ini hampir sama dengan rumah ibunya,” ucap Nesya kembali.


**


Di rumah Kalina, Rehan baru saja sampai dan memasuki rumah besar itu. Rehan langsung saja menuju kamar Kalina menaiki tangga.


“Re, kamu sudah datang,” ucap Kalina, dan Rehan baru saja menginjakkan kaki di lantai atas.


“Ya,” ucap Rehan dengan singkat.


Kalina hanya tersenyum,”kalau begitu ayo kita makan malam dulu atau kamu mau mandi terlebih dahulu,” ucap Kalina.


“Lebih baik kita makan malam dulu, karena sehabis ini aku harus pergi ke kantor kembali untuk menyelesaikan pekerjaanku,” ucap Rehan sambil menatap Kalina.


“Baiklah kalau begitu kita segera turun saja ke bawa,” ucap Kalina, Kalina mengajak Rehan dengan mengandeng tangannya untuk turun kebawah.

__ADS_1


Kalina merasa senang melihat Rehan yang mau menerima dirinya mengandeng tangannya karena biasanya Rehan akan melepaskannya dengan kasar.


__ADS_2