
Saat Nesya sudah sadar dokter segera memindahkan Nesya ke ruang rawat inap sedangkan Alex menemui dokter yang menangani Nesya, di sinilah Alex di ruangan dokter yang bernama Margaretha dia masih duduk menunggu dokter berbicara.
“Jadi, saya ke sini memanggil tuan karena ada sesuatu yang harus saya bicarakan pada anda,” ucapnya sambil melihat hasil pemeriksaan Nesya.
“Apa terjadi sesuatu pada Nesya dok?” Alex pun buka suara, entah kenapa dirinya menjadi takut jika Nesya kenapa-napa.
Dokter itu pun tersenyum,”Tidak, hanya saja tuhan masih menyelamatkan nona Nesya dan calon anak kalian.”
“A-apa j-jadi is-istri saya hamil dok?” Alex sedikit terkejut dengan pernyataan dokter Margaretha dan membuatnya jadi gugup.
“Iya tuan, dan kandungannya sudah jalan dua bulan. Tolong jaga istri anda dengan baik karena saya lihat istri anda pernah mengalami keguguran,” ucap dokter Margaretha.
Alex masih diam dan tak percaya, kenapa Nesya harus hamil anak laki-laki brengsek itu seharusnya Nesya mengandung anaknya bukan anak laki-laki sialan yang sudah berani menyakitinya.
“Lalu, selain itu apa ada masalah lain dok?”
__ADS_1
“Tidak, saya hanya ingin menyampaikan itu saja,” ucap dokter Margaretha dan Alex pun hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
“Terima kasih dok, kalau begitu saya pamit undur diri dan segera menemui istri saya untuk menyampaikan kabar baik ini,” ucap Alex sambil berjabat tangan kepada dokter, lalu Alex benar-benar keluar ruangan dan berjalan menuju ruangan dimana Nesya di rawat sekarang.
Alex berjalan dengan pelan, entah apa yang ada fi dalam pikirannya dirinya seakan tak terima dengan kenyataan jika Nesya mengandung anak Rehan. Alex menghela nafas panjang dan mengusap wajahnya dengan kasar.
“Argghh! Sialan, kalau aku tahu lebih awal akan aku buat bayi itu menghilang dari rahim Nesya,” ucapnya sedikit keras hingga Alex mendapat teguran dari seorang suster jika ini di rumah sakit tak oleh berteriak-teriak.
Alex pun mengerti dan segera meminta maaf, Alex membuka pintu dimana di dalam ada Nesya yang masih berbaring di temani oleh bibi, Alex tersenyum dan berjalan mendekati mereka berdua.
“Maaf bi, apa bibi boleh keluar tinggalkan kami berdua,” ucap Alex dan bibi itu bersedia dan langsung bergegas keluar ruangan meninggalkan Alex dan Nesya.
Sedang Alex kembali menatap Nesya dengan tatapan yang sulit diartikan.
“Lex, ada apa?” Kali ini Nesya memegang tangan Alex, karena sedari tadi Alex di tanya hanya diam dan tak menjawabnya.
__ADS_1
“Nes,” panggil Alex balik dan tangannya meraih tangan Nesya yang satu lagi lalu menciumnya dengan Lembut.
“Iya, kamu kenapa?” Nesya masih bingung dengan sikap Alex yang seperti ini.
Entah kenapa Alex tak ingin kasih tahu ini semua kepada Nesya tapi dia akan terlihat seperti laki-laki brengsek yang tak punya tanggung jawab, sengguh berat jika dirinya harus kasih tahu kepada Nesya.
“Aaaww!” teriak Nesya sambil memegang perutnya dan itu membuat Alex kaget.
“Nes, apa yang terjadi? Kamu kenapa?” Alex terlihat panik dan berteriak dari dalam menyuruh bibi untuk memanggil dokter.
“Perut aku sakit Lex, sakit banget,” ucapnya dan Alex pun berusaha menenangkan Nesya untuk menunggu dokter.
Tak lama kemudian dokter datang dan segera mengecek keadaan Nesya dan celakanya Nesya mengalamj pendarahan dan harus di bawa ke ruang UGD kembali, dengan di bantu suster mereka mendorong ranjang yang di tempati Nesya ke ruang UGD kembali dan Alex masih berusaha menenangkan Nesya.
“Maaf tuan, anda harus menunggu di luar ruangan,” ucap dokter Margaretha dan Alex pun hanya mengangguk dan duduk di ruang tunggu.
__ADS_1
“Tuan, apa yang terjadi? Kenapa nona merasakan kesakitan seperti itu?” bibi sedikit takut dengan Nesya yang harus mengalami seperti itu, rasanya tak tega melihatnya.
“Dia mengalami pendarahan bi,” ucap Alex sambil mengusap wajahnya dengan kasar kembali, Alex menatap langit-langit rumah sakit. Entah apa yang akan dilakukannya? Dirinya seakan merasa bersalah dengan semua kejadian ini. Namun yang sepeuhnya bersalah adalah wanita ****** itu, dan wanita itu harus mati segera karena Alex tak mau melihat Nesya tersakiti kembali.