
Sore hari sekitar pukul 15.00 Nesya terbangun, Nesya melihat sekeliling kamarnya namun tidak ada Rehan, Nesya pun memutuskan turun dari ranjangnya dan keluar kamar mencari keberadaan Rehan. Nesya berjalan pelan sambil melihat dimana Rehan berada, saat sampai di sofa Nesya melihat Rehan tertidur dirinya tersenyum tipis karena Rehan tak meninggalkannya sendirian di apartemen, Nesya pun duduk di sofa lain sambil mengamati Rehan dengan seksama.
Ternyata memang sosok seorang Rehan sudah masuk kedalam hatinya sedikit demi sedikit, walaupun Nesya dengan sangat membencinya namun kebencian Nesya itu lama kelamaan berubah menjadi cinta dengan perhatian yang dilakukan Rehan, selain itu juga Rehan sangat begitu menyanyangi Nesya dan cinta yang Rehan berikan kepada Nesya juga sangat tulus.
Lagi-lagi Nesya duduk dengan melamun entah apa yang dia pikirkan, Rehan pun terbangun dan membuka matanya mencari dimana dirinya meletakkan hpnya untuk melihat sekarang jam berapa. Saat Rehan kembali meletakkan hpnya dirinya kaget karena Nesya duduk di sofa tak jauh darinya, melihat Nesya yang sedang melamun Rehan langsung bangun dan duduk mendekati Nesya.
“Sayang,” ucap Rehan sambil tangannya memegang pundak sang kekasih.
Nesya pun kaget, lalu menoleh ke Rehan dan tersenyum. “Iya Re kenapa?” tanya Nesya.
__ADS_1
“Kamu sudah lama di sini? Kenapa nggak bangunin aku dan kenapa kamu malah ngelamun, apa yang kamu pikirkan?” tanya Rehan.
Nesya hanya menggelengkan kepala dan kembali tersenyum kepada Rehan. “Ini sudah sore Re, kamu nggak pulang nanti Raina cariin kamu,” ucap Nesya.
“Nggak sayang, aku kan sudah janji sama kamu kalau aku bakal jagain kamu sampai kamu sudah benar-benar pulih kembali,” ucap Rehan sambil tangan mengelus rambut Nesya dengan sayang.
“Makasih ya Re, aku sangat senang bisa mengenalmu, ya walaupun kamu kadang sangat menyebalkan,” ucap Nesya.
“Aku begitu padamu karena aku sayang dan sangat mencintaimu Nes, tolong untuk kali ini kamu jangan pernah tinggalin aku,” ucap Rehan lalu meraih tangan Nesya dan mengecup punggung tangan Nesya.
__ADS_1
Nesya lagi-lagi hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada Rehan yang selalu bersikap baik dan sangat kembut kepadanya. Nesya yang setiap kali selalu membuang rasa bencinya itu menjadi sayang jika Rehan bersikap seperti sekarang ini. Mungkin jika nanti Nesya sudah benar-benar di butakan akan cintanya ke Rehan, Nesya mungkin bisa berubah menjadi wanita posesif.
“Re aku lapar,” ucap Nesya.
Rehan menatap Nesya dan tersenyum lalu mencium kening Nesya. “Kamu mau makan apa biar aku pesani, tapi ingat untuk kali ini harus makanan yang sehat-sehat dulu ya sayang,” ucap Rehan.
“Hemm … baiklah, aku hari ini mau makan soup daging yang masih hangat sama jus alpukat,” ucap Nesya.
“Oke, aku pesankan dulu ya sayang,” ucap Rehan lalu membuka hpnya dan memesan makanan lewat aplikasi di hpnya.
__ADS_1
Nesya kembali ke kamarnya untuk membersihkan badannya terlebih dahulu karena terasa lengket oleh keringat padahal suhu ac di kamarnya sudah dirinya naikkan tapi tetap saja dirinya betkeringat. Sedangkan Rehan menunggu di sofa sambil mununggu pesanan makanannya sampai, mungkin Rehan akan tunggal di apartemen untuk beberapa hari kedepan.