
Pagi harinya Kalina pulang dengan berpamitan kepada Maria dan Robert, Kalina tak ikut sarapn bersama dengan mereka dirinya lebih baik memilih untuk pulang saja dan menenangkan diri di rumah.
Kalina mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang karena jalanan pagi ini sudah mulai ramai pejalan kaki atau kendaraan yang lainnya. Sebelum pulang keruamhnya Kalina mampir terlebih dahulu untuk belanja sesuatu.
“Kenapa aku sekarang terlihat seperti orang bodoh, seharusnya aku harus bisa meluluhkan Rehan kembali,” batin Kalina sambil mendorong trolinya menuju tempat buah – buahan segar.
Kalina memilih banyak buah – buahan segar untuk dia konsumsi di rumahnya, dan setelah itu Kalina berjalan ke tempat sayur – sayuran yang masih fress.
“...”
Di lain tempat Robert sudah ada berada di rumah Kalina dan menunggu Kalina di ruang tamu karena Kalina belim datang juga. Dengan sabar Robert menunggu kedatangan Kalina, hingga bibi kembali membawa minuman untuknya.
“Bi, apa Kalina masih lama?” Robert sambil melihat jam tangannya yang sebentar lagi dirinya harus pergi ke kantor.
“Maaf tuan, bibi juga nggak tahu nona Kalina masih lama atau tidak,” ucapnya sambil kedua tangannya memegang nampan untuk membawakan minum Robert.
“Ya sudah bi, nanti kamu kasih tahu saja sama Kalina jika saya kesini, soalnya ini saya juga buru – buru harus ke kantor,” ucap Rehan lalu berjalan keluar rumah dan langsung masuk kedalam mobilnya, Robert melajukan mobilnya meninggalkan pelataran rumah Kalina.
Saat bibi mau menutup pintunya kembali tiba – tiba Kalina datang dan bibi langsung mendekati mobil Kalina.
“Nona kok baru pulang, tadi tuan Robert kesini mencari nona,” ucapnya.
“Ngapain bi?” Kalina sambil membuka bagasinya dan memberi semua belanjaanya ke bibi untuk membawanya masuk kedalam rumah.
“Bibi juga nggak tahu nona, tuan hanya bilang tadi jika tuan Robert kesini,” ucapnya kembali sambil mengikuti Kalina masuk kedalam ruamh.
__ADS_1
“Aaa iya bi, kalau begitu bibi masak ya, aku laper belum makan,” perintah Kalina kepada bibi.
Bibi hanya mengangguk dan langsung kedapur dengan membawa barang belanjaan Kalina tadi dan menata sebagian kedalam kulkas.
Sedangkan Kalina naik ke lantai dua dimana kamarnya berada, dirinya langsun masuk kedalam kamar dan merebahkan badannya di kasur, pikiran Kalina sangat capek sehingga membuatnya kepalanya pusing.
Kalina berniat untuk tidur sebentar sambil menunggu bibi memanggilnya dan selesai masak makanan yang dirinya minta.
“...”
Pukul sudah menunjukkan 12.00 siang Nesya terbangun karena terusik dengan suara di hpnya, di layar hpnya tertera nama Alex yang menelponnya dan Nesya langsung mengangkatnya.
“Hallo Lex, ada apa?” Nesya memelankan suaranya agar tak menganggu Rehan yang masih tertidur pulas.
“Hari ini bisa keluar nggak? Kita makan siang bareng,” ucap Rehan dari seberang telepon.
“Hemm, ya sudah tak apa mungkin lain kali saja,” ucapnya, lalu Alex memutuskan sambungan teleponnya dengan sepihak
Nesya lalu menaruh kembali teleponnya ke nakas samping tempat tidur dan melihat Rehan yang masih tertidurnya, Nesya tersenyum tipis, lalu Nesya beranjak dari ranjang menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badanya yang sudah terasa lengket.
Setelah selesai mandi dan berpaikan rapi Nesya keluar kamar menuju ke dapur, Nesya membuka kulkas dan mengeluarkan air putih dan menuangkan ke gelas, Nesya meminum air putih di gelas hingga habis.
Nesya mengeluarkan sayuran yang ada di kulkas untuk di masak siang ini, dan kebetulan juga perutnya sudah lapar karena pertempurannya semalam hingga dini hari menguras tenaga, dengan teliti Nesya memotong sayuran dan yang lainnya dengan telaten.
Di kamar Rehan yang sudah membuka matanya melihat ke samping, Nesya sudah tidak ada, Rehan tersenyum tipis mengingat kejadian semalam dengan Nesya mereka bertempur hingga dini hari, Rehan lalu bangun dan melihat jam di hpnya yang sudah menunjukkan jam makan siang, Rehan lalu turun dari ranjang menuju kamar mandi.
__ADS_1
“...”
Nesya sudah menyiapkan beberapa lauk pauk di meja makan dan tinggal menunggu nasinya matang, Nesya juga sudah menyiapkan air juga gelas, piring dan sendok. Nesya duduk di bangku meja makan menunggu nasinya matang dan baru membangunkan Rehan.
Rehan keluar dari kamar dan mencari mencari Nesya yang ternyata sedang duduk sambil bengong, Rehan berjalan dengan pelan untuk mengejutkan Nesya, lalu Rehan memeluk Nesya dari belakang, dan benar saja membuat Nesya kaget.
“Sayang, kamu kenapa kok bengong,” ucap Rehan tepat di telingan Nesya.
“Nggak kok, aku nggak bengong aku lagi nunggu nasinya matang,” ucap Nesya lalu melepaskan pelukkan Rehan dan mengambil nasinya karena sudah matang.
Rehan duduk menunggu Nesya mengambilkan nasi, lalu setelah itu mengambilkan lauk pauknya, mereka makan siang bersama dengan masakan Nesya. Rehan memakan masakan Nesya dengan lahap dan Rehan juga melupakan beban pikirannya sejenak.
Setelah makan siang Nesya membereskan semuanya dengan di bantu oleh Rehan, lalu Rehan dan Nesya bersantai di sofa dengan melihat televisi, hari ini Rehan tak pergi ke kantor karena sudah siang dan terlalu males juga.
“Sayang, jalan yuk,” ajak Rehan sambil memeluk Nesya sambil bermanja – manja.
“Kemana?” Nesya menatap Rehan.
“Kamu maunya kemana?” Rehan berbalik tanya kepada Nesya yang terlihat cantik siang ini.
“Gimana kalau kamu traktir aku belanja,” ucap Nesya.
“Baiklah, ayo,” ajak Rehan langsung mengandeng Nesya ke kamar untuk mengambil kunci mobilnya dan tas Nesya.
“Tapi Re, tadi aku hanya bercanda saja,” ucap Nesya menghentikan Rehan.
__ADS_1
“Tapi aku mau sayang, ayolah,” ajak Rehan, lalu setelah itu mereka turun kebawa menuju basemant, Rehan membukakan pintu mobil untuk Nesya, setelah itu Rehan berlari ke samping kemudi dan langsung masuk kedalam mobil melajukan mobilnya meninggalkan apartemen.