Cinta Om Duda

Cinta Om Duda
Alex


__ADS_3

Aku masih membaringkan badanku di ranjang karena aku


sudah terlanjur tidak mood lagi untuk pergi keluar dimana mood ku sudah hancur


lebih dulu dengan kedatangan Adeline yang membawa kabar jika dirinya sedang


hamil anak Alex, ternyata semua laki-laki itu sama saja ya? Aku mendesah kasar,


ingin rasanya aku menghilang dari muka bumi dan tak pernah menemui lagi orang


bernama Alex atau pun Rehan. Aku menutup seluruh tubuhku dengan menggunakan


selimut, dan air mataku keluar begitu saja tanpa permisi, entah kenapa kejadian


yang selama ini menimpaku membuatku sangat sakit sekali.


Di sisi lain aku sudah percaya dengan Alex akan tetapi


kini semuanya hilang begitu saja tanpa tersisa dimana aku sudah tak akan


mempercayai siapa saja dengan begitu mudah.”Kenapa rasanya sangat sakit,”


ucapku sambil memukul dada yang terasa semakin sesak dan sangat sulit untukku


bernafas. Aku menagis sejadi-jadinya di dalam kamar hingga sesengukkan tanpa


ada yang menenangkan aku.


“Kenapa tuhan? Kenapa semuanya aku rasa ini begitu tak


adil bagiku. Kenapa aku yang harus tersakiti terus tuhan, jujur saja aku juga


sangat lelah,” ucapku sambil menangis.


Dari awal sampai saat ini kehidupan aku berubah


semenjak aku tinggal di Jakarta dan dimana aku mengenal semuanya dan terjerumus


ke dunia hitam. Sungguh ini membuatku benar-bnear tak adil dan kenapa aku harus


menjalani kehidupan yang seperti ini yang aku yakin siapa saja yang hidupnya


selerti aku ini tak akan pernah mau. Aku ingin kembali pulang menemui orang tua


ku namun ini rasanya sungguh menyakitkan aku tak mau mereka menghawatirkan aku


dimana mereka sudah banyak berkorban banyak selama ini untukku.


“Tuhan, jika boleh memilih aku tak akan mau di


lahirkan kedunia jika akhirnya aku akan mengalami hidup seperti ini, ini sangat


membuatku tersiksa,” ucapku.


Aku masih terus saja menangis tanpa henti dan


tiba-tiba saja aku merasakan pusing dan seketika buram semua aku kembali


tertidur dan tak ingat apa-apa lagi.


Di sisi lain Alex sangat khawatir saat bibi


menelponnya dimana Nesya mengatakan tentang Adeline. Apa Adeline datang ke


indonesia dan menemui Nesya? Sungguh dirinya tak bisa berpikir jernih,


bagaimana jika Adeline mengatakan yang tidak-tidak maka hubungannya dengan


Nesya juga akan berantakan.

__ADS_1


“Arrrghh! Sialan, ini pasti perbuatan mama dan papa


menyuruh Adeline untuk datang ke indonesia,” ucapku.


“Brakkkk.”


Beberapa karyawan terkejut saat aku mendobrak meja


dengan tiba-tiba, lalu aku berdiri dari duduk ku dan menyuruh sekretarisku


menyelesaikan meeting pagi ini. Aku harus buru-buru kembali ke villa, aku tak


mau jika sampai terjadi apa-apa dengan Nesya. Aku menjalankan mobilku


meninggalkan kantir dengan kecepatan tinggi seperti orang kesetanan, sungguh


aku sangat takut jika Nesya pergi meninggalkan aku atau sebaliknya jika terjadi


hal buruk ladanya aku masih trauma seperti waktu itu dimana Nesya harus ada di


rumah sakit dan harus masuk ruang udg aku tak mau itu terjadi lagi.


Aku masa bodo dengan klakson yang di bunyikan dari


pengendara lain karena saat ini yang aku pikirkan hanya Nesya. Saat aku sampai


di villa aku langsung keluar dari dalam mobil dan berlari masuk ke dalam


mencari keberadaan Nesya. Aku pun sampai di kamar dan mendapatkan Nesya yang


tidur, aku mendekatinya dan memanggil namanya namun tak kunjung bangun hingga


membuatku sadar jika Nesya sudah tak sadarkan diri karena pingsan. Aku pu


langsung menghubungi dokter untuk segera ke villa.


Dokter pun memeriksa keadaan Nesya dan mengatakan jika


dokter juga menulis resep vitamin agar di tebus dan setelah itu aku


mengantarkan dokter itu sampai depan villa dan menyuru bibi untuk menebus vitamin


untuk Nesya. Aku kembali ke kamar untuk menemui Nesya, aku tersenyu melihat


Nesya yang sudah bangun.


“Sayang, kamu sudah bangun? Aku sangat khawatir


denganmu, kamu kenapa hm? Kenapa kamu sampai pingsan, apa yang membuatmu banyak


pikiran?” tanyaku namun Nesya masih diam dan sepertinya sangat malas untuk


berbicara padaku yang mengerti itu hanya tersenyum.


“Baiklah, jika kamu tak mau bicara padaku tak apa aku


tak akan memaksamu dan aku akan menunggumu hingga kamu mau bicara padaku,”


ucapku lalu meraih tangan Nesya dan mencium punggun tangannya dengan lembut.


“Aku sangat mencintaimu sayang dan aku mohon jika


terjadi pada mu tolong katakan padaku jangan diam saja,” ucapku kembali menatap


Nesya namun sepertinya Nesya juga menghindari tatapan ku bahkan dia juga


membuang mukanya. Aku pun beranjak dari dudukku dan keluar kamar meninggalkan


Nesya sendirian.

__ADS_1


Aku berjalan ke ruang kerjaku dan mengecek cctv untuk


mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi kepada Nesya, Ya, aku tahu kenapa


Nesya bersikap seperti ini kepadku dan semua ini adalah ulah Adeline, dirinya


memang benar-benar datang ke indonesia untuk menemuiku dan ini pasti juga ada


campur tangan mama dan papa.


“Sialan! Kenapa Adeline harus datang ke sini? Apa yang


di katakannya hingga membuat Nesya marah kepadaku,” ucapku sambil mengepalkan


kedua tanganku. Aku mendesar kasar dan lagi-lagi aku mengebrak meja.


“Apa sebaiknya aku menemui Adeline? Tapi tidak


sekarang bagaimana dengan Nesya aku tak mungkin meninggalkannya, aku takut jika


dia benar-benar kabur dariku seperti meninggalkan Rehan,” ucapku, aku pun


menggurungkan niatku dan bersandar pada kursi kebesaranku.


Nesya duduk sambil melamu di balkon, menatap lurus dengan


pikiran kosongnya. Aku memeluknya dari belakang,”Apa yang kamu lakukan di sini


sayang? Seharusnya kamu tiduran saja di ranjang,” ucapku lalu memcium ceruk


lehernya akan tetapi Nesya masih diam saja dan belun mau berbicara kepadaku.


“Apa benar Adeline hamil anak kamu Lex?” tanya


tiba-tiba tanpa menoleh ke arahku dan aku pun keget dengan pertanya Nesya


seperti itu.


“Maksud kamu apa sayang, bagaimana bisa Adeline hamil


ladahal aku tak pernah melakukan itu kepadanya,” ucapku namun Nesya hanya


tersenyum kecut dan menoleh ke arahku sekilas.


“Ternyata semua laki-laki itu sama saja dan tak mau


mengakuinya, jujur Lek aku juga capek di permainkan seperti ini. Aku tahu ini


pasti tuhan telah memberiku karma tapi ini benar-benar membuatku sakit Lex,”


ucapnya dan air mata Nesya pun sudah jatuh tanpa di suruh.


“Sayang, tapi aku tak pernah melakukan itu pada Adeline


dan selama ini aku pertama kalinya menyentuh dan tidur denganmu, percayalah


Nes,” ucapku kembali.


Namun Nesya hanya menggelengkan kepalanya,”Aku tak


percaya Lex karena semua sudah terbukti lalu kenapa kamu masih saja tak mau


mengakuinya,” ucap Nesya.


“Demi tuhan Nes, aku tak pernah menyentuh Adeline sama


sekali. Selama ini aku hanya menyentuhmu aku juga tak tahu kenapa Adeline bisa


tiba-tiba datang dan mengatakan hal itu kepadmu. Aku mohon Nes percayalah

__ADS_1


padaku kali ini,” ucapku memohon.


__ADS_2