
Aku masih membaringkan badanku di ranjang karena aku
sudah terlanjur tidak mood lagi untuk pergi keluar dimana mood ku sudah hancur
lebih dulu dengan kedatangan Adeline yang membawa kabar jika dirinya sedang
hamil anak Alex, ternyata semua laki-laki itu sama saja ya? Aku mendesah kasar,
ingin rasanya aku menghilang dari muka bumi dan tak pernah menemui lagi orang
bernama Alex atau pun Rehan. Aku menutup seluruh tubuhku dengan menggunakan
selimut, dan air mataku keluar begitu saja tanpa permisi, entah kenapa kejadian
yang selama ini menimpaku membuatku sangat sakit sekali.
Di sisi lain aku sudah percaya dengan Alex akan tetapi
kini semuanya hilang begitu saja tanpa tersisa dimana aku sudah tak akan
mempercayai siapa saja dengan begitu mudah.”Kenapa rasanya sangat sakit,”
ucapku sambil memukul dada yang terasa semakin sesak dan sangat sulit untukku
bernafas. Aku menagis sejadi-jadinya di dalam kamar hingga sesengukkan tanpa
ada yang menenangkan aku.
“Kenapa tuhan? Kenapa semuanya aku rasa ini begitu tak
adil bagiku. Kenapa aku yang harus tersakiti terus tuhan, jujur saja aku juga
sangat lelah,” ucapku sambil menangis.
Dari awal sampai saat ini kehidupan aku berubah
semenjak aku tinggal di Jakarta dan dimana aku mengenal semuanya dan terjerumus
ke dunia hitam. Sungguh ini membuatku benar-bnear tak adil dan kenapa aku harus
menjalani kehidupan yang seperti ini yang aku yakin siapa saja yang hidupnya
selerti aku ini tak akan pernah mau. Aku ingin kembali pulang menemui orang tua
ku namun ini rasanya sungguh menyakitkan aku tak mau mereka menghawatirkan aku
dimana mereka sudah banyak berkorban banyak selama ini untukku.
“Tuhan, jika boleh memilih aku tak akan mau di
lahirkan kedunia jika akhirnya aku akan mengalami hidup seperti ini, ini sangat
membuatku tersiksa,” ucapku.
Aku masih terus saja menangis tanpa henti dan
tiba-tiba saja aku merasakan pusing dan seketika buram semua aku kembali
tertidur dan tak ingat apa-apa lagi.
Di sisi lain Alex sangat khawatir saat bibi
menelponnya dimana Nesya mengatakan tentang Adeline. Apa Adeline datang ke
indonesia dan menemui Nesya? Sungguh dirinya tak bisa berpikir jernih,
bagaimana jika Adeline mengatakan yang tidak-tidak maka hubungannya dengan
Nesya juga akan berantakan.
__ADS_1
“Arrrghh! Sialan, ini pasti perbuatan mama dan papa
menyuruh Adeline untuk datang ke indonesia,” ucapku.
“Brakkkk.”
Beberapa karyawan terkejut saat aku mendobrak meja
dengan tiba-tiba, lalu aku berdiri dari duduk ku dan menyuruh sekretarisku
menyelesaikan meeting pagi ini. Aku harus buru-buru kembali ke villa, aku tak
mau jika sampai terjadi apa-apa dengan Nesya. Aku menjalankan mobilku
meninggalkan kantir dengan kecepatan tinggi seperti orang kesetanan, sungguh
aku sangat takut jika Nesya pergi meninggalkan aku atau sebaliknya jika terjadi
hal buruk ladanya aku masih trauma seperti waktu itu dimana Nesya harus ada di
rumah sakit dan harus masuk ruang udg aku tak mau itu terjadi lagi.
Aku masa bodo dengan klakson yang di bunyikan dari
pengendara lain karena saat ini yang aku pikirkan hanya Nesya. Saat aku sampai
di villa aku langsung keluar dari dalam mobil dan berlari masuk ke dalam
mencari keberadaan Nesya. Aku pun sampai di kamar dan mendapatkan Nesya yang
tidur, aku mendekatinya dan memanggil namanya namun tak kunjung bangun hingga
membuatku sadar jika Nesya sudah tak sadarkan diri karena pingsan. Aku pu
langsung menghubungi dokter untuk segera ke villa.
Dokter pun memeriksa keadaan Nesya dan mengatakan jika
dokter juga menulis resep vitamin agar di tebus dan setelah itu aku
mengantarkan dokter itu sampai depan villa dan menyuru bibi untuk menebus vitamin
untuk Nesya. Aku kembali ke kamar untuk menemui Nesya, aku tersenyu melihat
Nesya yang sudah bangun.
“Sayang, kamu sudah bangun? Aku sangat khawatir
denganmu, kamu kenapa hm? Kenapa kamu sampai pingsan, apa yang membuatmu banyak
pikiran?” tanyaku namun Nesya masih diam dan sepertinya sangat malas untuk
berbicara padaku yang mengerti itu hanya tersenyum.
“Baiklah, jika kamu tak mau bicara padaku tak apa aku
tak akan memaksamu dan aku akan menunggumu hingga kamu mau bicara padaku,”
ucapku lalu meraih tangan Nesya dan mencium punggun tangannya dengan lembut.
“Aku sangat mencintaimu sayang dan aku mohon jika
terjadi pada mu tolong katakan padaku jangan diam saja,” ucapku kembali menatap
Nesya namun sepertinya Nesya juga menghindari tatapan ku bahkan dia juga
membuang mukanya. Aku pun beranjak dari dudukku dan keluar kamar meninggalkan
Nesya sendirian.
__ADS_1
Aku berjalan ke ruang kerjaku dan mengecek cctv untuk
mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi kepada Nesya, Ya, aku tahu kenapa
Nesya bersikap seperti ini kepadku dan semua ini adalah ulah Adeline, dirinya
memang benar-benar datang ke indonesia untuk menemuiku dan ini pasti juga ada
campur tangan mama dan papa.
“Sialan! Kenapa Adeline harus datang ke sini? Apa yang
di katakannya hingga membuat Nesya marah kepadaku,” ucapku sambil mengepalkan
kedua tanganku. Aku mendesar kasar dan lagi-lagi aku mengebrak meja.
“Apa sebaiknya aku menemui Adeline? Tapi tidak
sekarang bagaimana dengan Nesya aku tak mungkin meninggalkannya, aku takut jika
dia benar-benar kabur dariku seperti meninggalkan Rehan,” ucapku, aku pun
menggurungkan niatku dan bersandar pada kursi kebesaranku.
Nesya duduk sambil melamu di balkon, menatap lurus dengan
pikiran kosongnya. Aku memeluknya dari belakang,”Apa yang kamu lakukan di sini
sayang? Seharusnya kamu tiduran saja di ranjang,” ucapku lalu memcium ceruk
lehernya akan tetapi Nesya masih diam saja dan belun mau berbicara kepadaku.
“Apa benar Adeline hamil anak kamu Lex?” tanya
tiba-tiba tanpa menoleh ke arahku dan aku pun keget dengan pertanya Nesya
seperti itu.
“Maksud kamu apa sayang, bagaimana bisa Adeline hamil
ladahal aku tak pernah melakukan itu kepadanya,” ucapku namun Nesya hanya
tersenyum kecut dan menoleh ke arahku sekilas.
“Ternyata semua laki-laki itu sama saja dan tak mau
mengakuinya, jujur Lek aku juga capek di permainkan seperti ini. Aku tahu ini
pasti tuhan telah memberiku karma tapi ini benar-benar membuatku sakit Lex,”
ucapnya dan air mata Nesya pun sudah jatuh tanpa di suruh.
“Sayang, tapi aku tak pernah melakukan itu pada Adeline
dan selama ini aku pertama kalinya menyentuh dan tidur denganmu, percayalah
Nes,” ucapku kembali.
Namun Nesya hanya menggelengkan kepalanya,”Aku tak
percaya Lex karena semua sudah terbukti lalu kenapa kamu masih saja tak mau
mengakuinya,” ucap Nesya.
“Demi tuhan Nes, aku tak pernah menyentuh Adeline sama
sekali. Selama ini aku hanya menyentuhmu aku juga tak tahu kenapa Adeline bisa
tiba-tiba datang dan mengatakan hal itu kepadmu. Aku mohon Nes percayalah
__ADS_1
padaku kali ini,” ucapku memohon.