
Malam telah tiba Nesya dan Rehan duduk di
sofa sambil melihat acara tv yang menayangkan kartun kesukaan Nesya. Mereka
duduk berdampingan sambil memakan camilan yang biasa Nesya beli untuk berjaga –
jaga kalau ingin makan camilan.
“Sayang, apa kamu tak lapar?” tanya Rehan
sambil mencium kening Nesya sebentar.
Nesya mendongakkan wajahnya untuk menatap
Rehan,” aku sangat lapar dari tadi Re,” ucapnya.
“Bagaimana kalau kita makan di luar?” tanya
Rehan kembali.
“Aku nggak mau, badan aku rasanya pegal –
pegal semua,” ucapnya cemberut, dan Rehan hanya tersenyum melihat kelakuan
Nesya yang begitu lucu baginya.
Rehan mencubit hidung Nesya dengan pelan,”
baiklah kalau begitu kita delivery saja,” ucap Rehan sambil mengeluarkan hpnya
dari kantong celananya.
Nesya hanya mengangguk dan menatap kembali
layar tv untuk melihat acara kartun sambil memakan kue kering.
“Sayang kamu mau makan apa?” tanya Rehan
sambil scroll hpnya untuk melihat – lihat.
“Aku mau steak, nasi goreng, cumi goreng,
udang goreng sama minumnya jus jeruk saja,” ucap Nesya.
Rehan hanya mengangguk,” tumben kamu makan
banyak banget sayang?” tanya Rehan.
“Aku kelaparan Re,” ucapnya singkat.
Rehan mengangguk dan langsung memesankan apa
yang Nesya sebutkan tadi.
Sambil menunggu pesanan makanan mereka datang
Rehan ikut juga menoton acara tv yang menayakan kartun kesukaan kekasihnya itu.
“Sayang, sini deh, kamu duduk di pangkuan
__ADS_1
aku,” ucap Rehan yang sudah tersenyum seperti devil.
Nesya hanya memicingkan matanya tahu akan apa
yang akan di lakukan oleh Rehan.
“Aku capek Re, kenapa kamu terus meminta, apa
belum puas,” ucap Nesya dengan kesal.
“Ayolah sayang Cuma sebentar saja,” ucap
Rehan sambil satu tangannya berusaha melepaskan ****** ***** milik Nesya,
karena Nesya hanya memakai baju tidur terusan tipis.
Setelah itu Rehan langsung mengangkat Nesya
untuk duduk di pangkuannya, sebelumnya Rehan melepaskan celananya dan kali ini
Rehan langsung memasukkan kejatanannya.
“Arrghhh Re, pelan – pelan saja sakit,” ucap
Nesya.
“Ini juga pelan sayang,” ucapnya dengan suara
berat.
Rehan membatu Nesya untuk mempercepat
gerakannya karena tak bisa bermain lama – lama takut pesanan makanan mereka
“Aku mau keluar Re,” ucap Nesya dengan
suaranya yang kecil tapi masih bisa di dengar oleh Rehan.
“Kita keluar bersama sayang,” ucap Rehan yang
masih membantu Nesya lebih mempercepat gerakannya.
“Argghhhh,” teriak mereka bersamaan dan Nesya
langsung menjatuhkan pelukkannya ke badan Rehan karena badannya terasa lemas
semua.
Mereka beristirahat sejenak dan mengenakan
pakaian mereka kembali.
Tingg …
Suara bel pintu apartemen berbunyi dan Rehan
pun segera berlari menuju pintu apartemen dan membukanya. Rehan membawa
beberapa kantong kresek yang berisi pesanan mereka, Rehan kembali masuk dan
__ADS_1
membawa makanan itu ke sofa di mana Nesya ada di sana.
Rehan meletakkan makanan semuanya di meja,
Rehan membuka satu persatu makanannya untuk siap di makan.
“Ini, ayo kita makan,” ucap Rehan dan Nesya
hanya mengangguk dan menyantap makanan yang ia pesan tadi.
Nesya benar – benar memakan semua yang di
minta tadi hingga habis, Rehan hanya heran saja tak biasanya juga Nesya makan
sebanyak ini.
“Sayang besok kamu jalan – jalan saja jika
bosan,” ucap Rehan.
“Benarkah? Aku boleh jalan sendiri?” tanya
Nesya.
“Tentu sayang, maaf aku nggak bisa menemani
kamu karena aku sibuk kerja,” ucap Rehan yang merasa bersalah kepada Nesya dan
dirinya juga berbohong juga.
Nesya mengangguk sambil menyuapkan makanan
terakhirnya, Rehan melihat Nesya yang makan seperti itu menyungingkan bibirnya.
Kali ini mungkin Rehan bisa lolos dari pertanyaan Nesya yang lebih memaksa
seperti tadi siang untuk tahu semuanya.
Namun tak selamanya juga Rehan menutupinya,
karena suatu saat namti pasti Nesya juga akan tahu segalanya. Tapi mau
bagaimana pun itu caranya Rehan akan berusaha untuk menutupi semuanya agar
Nesya tak pernah tahu.
“Re … Rehan,” ucap Nesya sedikit berteriak.
“I-iya sayang ada apa?” tanya Rehan dengan
gugup.
“Kamu kenapa melamun, itu makananya masih
banyak cepat habisin nanti dingin nggak enak,” ucap Nesya.
“Iya sayang maaf, aku lagi banyak kerjaan
saja jadi banyak melamun,” ucap Rehan.
__ADS_1
Nesya hanya mengelengkan kepalanya dan
menatap Rehan yang dengan pedenya senyum – senyum sendiri.