Cinta Om Duda

Cinta Om Duda
Nesya dan Rehan


__ADS_3

Malam telah tiba Nesya dan Rehan duduk di


sofa sambil melihat acara tv yang menayangkan kartun kesukaan Nesya. Mereka


duduk berdampingan sambil memakan camilan yang biasa Nesya beli untuk berjaga –


jaga kalau ingin makan camilan.


“Sayang, apa kamu tak lapar?” tanya Rehan


sambil mencium kening Nesya sebentar.


Nesya mendongakkan wajahnya untuk menatap


Rehan,” aku sangat lapar dari tadi Re,” ucapnya.


“Bagaimana kalau kita makan di luar?” tanya


Rehan kembali.


“Aku nggak mau, badan aku rasanya pegal –


pegal semua,” ucapnya cemberut, dan Rehan hanya tersenyum melihat kelakuan


Nesya yang begitu lucu baginya.


Rehan mencubit hidung Nesya dengan pelan,”


baiklah kalau begitu kita delivery saja,” ucap Rehan sambil mengeluarkan hpnya


dari kantong celananya.


Nesya hanya mengangguk dan menatap kembali


layar tv untuk melihat acara kartun sambil memakan kue kering.


“Sayang kamu mau makan apa?” tanya Rehan


sambil scroll hpnya untuk melihat – lihat.


“Aku mau steak, nasi goreng, cumi goreng,


udang goreng sama minumnya jus jeruk saja,” ucap Nesya.


Rehan hanya mengangguk,” tumben kamu makan


banyak banget sayang?” tanya Rehan.


“Aku kelaparan Re,” ucapnya singkat.


Rehan mengangguk dan langsung memesankan apa


yang Nesya sebutkan tadi.


Sambil menunggu pesanan makanan mereka datang


Rehan ikut juga menoton acara tv yang menayakan kartun kesukaan kekasihnya itu.


“Sayang, sini deh, kamu duduk di pangkuan

__ADS_1


aku,” ucap Rehan yang sudah tersenyum seperti devil.


Nesya hanya memicingkan matanya tahu akan apa


yang akan di lakukan oleh Rehan.


“Aku capek Re, kenapa kamu terus meminta, apa


belum puas,” ucap Nesya dengan kesal.


“Ayolah sayang Cuma sebentar saja,” ucap


Rehan sambil satu tangannya berusaha melepaskan ****** ***** milik Nesya,


karena Nesya hanya memakai baju tidur terusan tipis.


Setelah itu Rehan langsung mengangkat Nesya


untuk duduk di pangkuannya, sebelumnya Rehan melepaskan celananya dan kali ini


Rehan langsung memasukkan kejatanannya.


“Arrghhh Re, pelan – pelan saja sakit,” ucap


Nesya.


“Ini juga pelan sayang,” ucapnya dengan suara


berat.


Rehan membatu Nesya untuk mempercepat


gerakannya karena tak bisa bermain lama – lama takut pesanan makanan mereka


“Aku mau keluar Re,” ucap Nesya dengan


suaranya yang kecil tapi masih bisa di dengar oleh Rehan.


“Kita keluar bersama sayang,” ucap Rehan yang


masih membantu Nesya lebih mempercepat gerakannya.


“Argghhhh,” teriak mereka bersamaan dan Nesya


langsung menjatuhkan pelukkannya ke badan Rehan karena badannya terasa lemas


semua.


Mereka beristirahat sejenak dan mengenakan


pakaian mereka kembali.


Tingg …


Suara bel pintu apartemen berbunyi dan Rehan


pun segera berlari menuju pintu apartemen dan membukanya. Rehan membawa


beberapa kantong kresek yang berisi pesanan mereka, Rehan kembali masuk dan

__ADS_1


membawa makanan itu ke sofa di mana Nesya ada di sana.


Rehan meletakkan makanan semuanya di meja,


Rehan membuka satu persatu makanannya untuk siap di makan.


“Ini, ayo kita makan,” ucap Rehan dan Nesya


hanya mengangguk dan menyantap makanan yang ia pesan tadi.


Nesya benar – benar memakan semua yang di


minta tadi hingga habis, Rehan hanya heran saja tak biasanya juga Nesya makan


sebanyak ini.


“Sayang besok kamu jalan – jalan saja jika


bosan,” ucap Rehan.


“Benarkah? Aku boleh jalan sendiri?” tanya


Nesya.


“Tentu sayang, maaf aku nggak bisa menemani


kamu karena aku sibuk kerja,” ucap Rehan yang merasa bersalah kepada Nesya dan


dirinya juga berbohong juga.


Nesya mengangguk sambil menyuapkan makanan


terakhirnya, Rehan melihat Nesya yang makan seperti itu menyungingkan bibirnya.


Kali ini mungkin Rehan bisa lolos dari pertanyaan Nesya yang lebih memaksa


seperti tadi siang untuk tahu semuanya.


Namun tak selamanya juga Rehan menutupinya,


karena suatu saat namti pasti Nesya juga akan tahu segalanya. Tapi mau


bagaimana pun itu caranya Rehan akan berusaha untuk menutupi semuanya agar


Nesya tak pernah tahu.


“Re … Rehan,” ucap Nesya sedikit berteriak.


“I-iya sayang ada apa?” tanya Rehan dengan


gugup.


“Kamu kenapa melamun, itu makananya masih


banyak cepat habisin nanti dingin nggak enak,” ucap Nesya.


“Iya sayang maaf, aku lagi banyak kerjaan


saja jadi banyak melamun,” ucap Rehan.

__ADS_1


Nesya hanya mengelengkan kepalanya dan


menatap Rehan yang dengan pedenya senyum – senyum sendiri.


__ADS_2