Cinta Om Duda

Cinta Om Duda
Nesya dan Rehan


__ADS_3

Setelah beberapa hari di rawat di rumah sakit kini Nesya kembali ke villa milik Alex dan kini Nesya masih membaringkan tubuhnya di atas ranjang dengan di temani kicauan burung sedangkan Alex sudah kembali masuk kerja karena tiba-tiba ada kerjaan yang begitu mendadak dan sangat penting.


Nesya menatap ke arah deburan ombak pagi ini membuat suasana Nesya lebih membaik dari pada sebelumnya,”Andai kamu berada di sini aku akan lebih baik,” ucapnya pelan dengan tiba-tiba yang entah kenapa dirinya sangat merindukan Rehan. Dirinya memang sudah berusaha membenci Rehan dan bahkan hingga kabur ke sini namun perasaannya tetap sama. Nesya beranjak dari ranjang dan berjalan menuju balkon menatap burung yang bersuara indah itu hinggap di pepohonan.


Nesya menghirup udara segar sebanyak-banyaknya dengan merentangkan kedua tangannya, Nesya tersenyum,”Apa kabar? Bagaimana pagimu hari ini? Aku harap kamu baik-baik saja di sana, namun maaf aku telah berjanji pada diriku sendiri jika aku tak akan menemui kembali atau berharap bertemu denganmu kembali. Namun jika tuhan mentakdirkan kita bersama maka suatu hari nanti kita akan  bersama kembali. Maaf aku tak bisa menjaga anak kita dengan baik hingga dia kembali kepada sang pencipta,” ucap Nesya.


“Nona, apa yang sedang nona lakukan? Jika nona masih belum pulih jangan kemana-mana dulu,” ucap bibi saaf baru memasuki kamarnya dengan membawa nampan yang mungkin berisi makanan.


Nesya hanya menoleh sambil tersenyum,”Tak apa bi, aku hanya ada di sini menghirup udara pagi ini terasa segar dan membuatku sedikit nyaman,” ucap Nesya.

__ADS_1


“Baiklah nona, jika ada apa-apa nona bilang saja ke bibi. Oh, iya. Bibi juga bawakan sarapan bubur untuk nona dan jangan lupa nona minum obatnya agar cepat kembali pulih,” ucap bibi.


“Terima kasih bi, bi apa Alex sudah berangkat ke kantor?” tanya Nesya menatap bibi.


“Sudah nona, dan tadi tuan juga berpesan bahwa nona tak boleh kemana-mana terlebih dahulu,” ucap bibi sedangkan Nesya hanya mengangguk mengerti dan bibi meninggalkannya untuk kembali bekerja.


Nesya duduk di balkon sambil memakan bubur buatan bibi, rasanya begitu enak dan membuatnya ingin lagi. Mungkin nanti dirinya akan menyuruh bibi membuatkannya kembali. Sambil menyuapkan makanan kedalam mulutnya dan sesekali tersenyum dengan tingkah lucu burung yang berterbangan.


Di tempat yang berbeda Rehan mendengarkan berita bahwa keluarga mantan istrinya itu bangkrut dan tak hanya sampai di situ saja Rehan begitu syok saat mendengar mantan istrinya Kalina meninggal karena bunuh diri, dan banyak media yang memberitakan jenazahnya sangat mengenaskan. Rehan ingin mengunjungi pemakaman sang istri namun dirinya tak tahu Kalina dimakamkan dimana karena semenjak berita kebangkrutan orang tuanya maka setelah itu tak ada berita lavi tentang keluarga mantan istrinya dan bahkan berita terakhir yang ia dengar hanya kematian sang mantan yang meninggal mengenaskan.

__ADS_1


Rehan yang sedang duduk di halaman belakang menghela nafas panjang,”Maafkan aku yang tak bisa menjadi suami terbaik untuk kedua kalinya, aku harap kamu bahagia di atas sana,” ucap Rehan pelan.


“Sudahlah Re, kamu jangan pikirkan Kalina kembali dan mama yakin jika Kalina sudah bahagia di atas sana. Tapi mama masih tak yakin dengan berita kebangkrutan orang tuanya dan kematian Kalina, apa yang sebenarnya terjadi kenapa secara bersamaan,” ucap Maria sambil meletakan kopi itu ke meja.


“Rehan juga tak tahu ma, yang pasti jika mereka ke sini jangan pernah terima karena Rehan yakin ini ada sangkut pautnya dengan mafia dan Rehan tak mau jika keluarga kita ada masalah dengan mafia,” ucap Rehan.


Maria hanya mengangguk sambil tersenyum,”Mama mengerti, lalu bagaimana dengan Nesya Re? Mama jadi merasa bersalah dengannya padahal mama meninginkan Nesya menjadi menantu mama serta jadi mama untuk Raina tapi kini dia pergi meninggalkan kita,” ucap Maria merasa bersalah.


Begitu juga dengan Rehan yang masih belum menemukan keberadaan Nesya,”Sayang kamu dimana aku sangat merindukan kamu,” ucapnya dalam hati sambil mengelus wajahnya dengan kasar.

__ADS_1


“Mama tenang saja pasti Rehan akan segera menemukanya dan selanjutnya akan secepatnya menikah dengan Nesya,” ucap Rehan dan Maria sangat senang mendengar Rehan berbicara seperti itu.


“Kalau begitu tepati janji kamu Re,” ucap Maria.


__ADS_2