Cinta Om Duda

Cinta Om Duda
Nesya


__ADS_3

Siang ini Nesya berjalan di tepi pantai sendirian, dan hanya beberapa orang saja yang berjalan-jalan di sekitaran pantai karena cuacanya hari ini sangat panas. Nesya duduk di bawah pohon kelapa untuk beristirahat dan berteduk sambil melihat ombak dan buring-burunga yang berterbangan.


“Ternyata masih nggak punya malu juga ya? Menghilang dari Jakarta dan tinggal di sini dengan mantan pacar. Ciihh! Dasar wanita ****** udah gitu murahan lagi,” ucap seorang wanita dari belakang, Nesya pun menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang berbicara itu.


Saat Nesya tahu dirinya langsung berdiri dari duduknya dengan ke dua tangannya terkepal,”Jaga ya, omongan anda. Apa anda tidak sadar dengan apa yang anda ucapkan? Bukankah itu juga menghina diri anda sendiri.”


Nesya menaruh ke dua tangannya dan menatap tajam Kalina yang ada di depannya.


“Yang harus jaga ucapan tu kamu, kamu yang tiba-tiba datang dan merebut Rehan dariku. Kamu tu siapa? Padahal hanya wanita miskin yang tak pantas dengan Rehan,” ucap Kalina yang kini berjalan mendekati Nesya.


Nesya tersenyum kecut dan menatap Kalina dengan tatapan tak sukanya,”Lalu buat apa kamu ke sini? Bukankah kau sudah mendapatkan Rehan kembali apa kamu masih kirang puas juga hinga susah-susah sampai mencariku ke sini?”

__ADS_1


“Karena aku ingin menyingkirkan kamu dan pergi jauh dari dunia ini, karena bagaimanapun jika kamu masih hidup Rehan akan tetap mencarimu,” ucap Kalina lalu mengeluarkan sesuatu dari tasnya, Nesya hanya menatap apa yang sedang di lakukan Kalina mana di pantai tak banyak orang dan kini keadaannya semakin sepi.


Kalina mengeluarkan pisau kecil yang terlihat kecil,”Kamu tahu ini apa yang aku pegang?”


Sambil berjalan mundur pelan-pelan Nesya berusaha menjauhi Kalina agar dirinya tak mudah untuk menyakitinya.


“Kamu mau apa? Dan pisau itu tolong jauhkan,” ucap Nesya, namun Kalina hanya tersenyum seperti setan yang masuk kedalam tubuhnya.


“Tolong jangan seperti ini, dan buang jauh-jauh pisau itu dari hadapanku,” ucap Nesya.


Namun itu tak akan pernah di gubris oleh Kalina, Kalina terus mengikuti Nesya dan menancapkan pisau itu keperut Nesya hingga Nesya tetjatuh kepasir dengan bersimpah darah.

__ADS_1


“Arrrggghhh!” teriak Nesya yang merasa kesakitan namun beberapa detik kemudian Nesya pingsan, sedangkan Kalina tersenyum senang lalu setelah igu meninggalkan Nesya sendirian tergeletak di pasir pinggiran pantai.


Kondisi pantai yang sepi membuat Nesya masih tergeletak di pasir tak ada yang menolongnya, darah yang keluar dari perut Nesya semakin banyak dan merembas ke pasir pantai.


“Nona!” teriak Bibi yang saat itu sedang memcari Nesya, Bibi segera berlari sambil meminta tolong hingga orang-orang berdatangan untuk membantu membawa Nesya ke rumah sakit.


“Nona, tolong sadarlah non,” ucap Bibi yang berada dalam mobil sambil mengelus pipi Nesya agar Nesya sadar namun kenyataannya Nesya memejamkan matanya terus dan tak ada tanda-tanda akan membuka matanya.


“Ayo pak cepetan jalannya,” ucap Bibi yang terlihat sangat panik.


Sampai di rumah sakit para perawat datang langsung membawa Nesya ke UGD, dan bibi segera menhubungi Alex jika Nesya sedang berada di rumah sakit.

__ADS_1


Bibi menunggu di ruang tunggu, karena dokter juga belum keluar padahal sudah setengah jam mereka ada di dalam.


__ADS_2