Cinta Om Duda

Cinta Om Duda
Alex dan Nesya


__ADS_3

Nesya kini berada di apartemen Alex, mereka berdua sedang menikmati secangkir susu hangat dengan di temani rintik – rintik hujan malam ini. Udara juga semakin larut malam berubah menjadi dingin.


“Apa kamu tak keberatan atau ada yang marah jika aku menginap di apartemenmu?” tanya Nesya menoleh ke Alex.


Alex tersenyum kecut, pasalnya saat ini dirinya masih mencintai Nesya dan tak bisa melupakannya selama Nesya meninggalkannya dan lebih memilih pria itu.


“Nggak ada Nes, aku sangat senang jika kamu akan tinggal selamanya di apartemenku atau jauh lebih baik kita menjadi suami istri dan mempunyai anak yang lucu – lucu,” ucap Alex senang jika memimpikan masa depan dengan Nesya.


“Kamu apaan sih Lex, kenapa bilangnya begitu,” ucap Nesya.


“Nes, jujur selama ini dan sekarang ini aku masih mencintaimu,” ucapnya menatap Nesya dalam.


Nesya mengalihkan tatapan matanya yang bertemu dengan tatapan mata Alex ke arah lain.


“Lupakan aku Lex, di luar sana masih ada wanita lain yang jauh lebih baik dari aku, aku ini wanita yang tak pantas buat kamu,” ucap Nesya.


Alex masih diam dan menatap Nesya, Alex masih tak percaya kenapa Nesya berkata seperti itu, padahal dirinya juga tak jauh lebih baik dari apa yang di katakan mantan kekasihnya itu.

__ADS_1


“Nes, asal kamu tahu saja tak semudah itu untuk melupakanmu, andai kalau aku mau egois, aku ingin membawamu kabur dan kita akan hidup bahagia,” ucapnya sambil menatap langit malam yang gelap karena tertutup mendung dan hujan yang semakin deras.


Mereka berdua saling tetdiam dan tak berbicara kembali hanya suara air hujan yang turun.


“Lebih baik kita masuk Nes, udaranya semakin dingin dan tak bagus juga berlama – lama di luar,” ajak Alex untuk masuk ke dalam kamar karena mereka berdua ada di luar balkon kamar Alex.


“Ayo Nes aku antar kamu ke kamar satunya,” ucap Alex kembali.


“Lex, apa boleh aku tidur di kamarmu? Tapi kamu juga tidur di sini,” ucap Nesya menatap Alex.


“Baiklah, kalau begitu nanti aku tidur di sofa,” ucap Alex tersenyum kepada Nesya, lalu mendekatinya dan memeluknya dengan sayang. Nesya bisa merasakan itu bahwa Alex memang masih sangat sayang dan mencintainya.


“Maafkan aku Lex, ini semua salahku, andai saja kita tak saling bertemu pasti kejadiannya tak akan seperti,” ucap Nesya dan memeluk Alex lebih erat.


“Ini bukan salahmu Nes, ini memang sudah takdir,” ucapnya kembali lalu melepaskan pelukkannya.


Alex menyuruh Nesya tidur di ranjang miliknya, sedangkan dirinya akan tidur di sofa. Namun saar Alex mau beranjak dari ranjang Nesya mencekal tangan Alex agar tak pergi.

__ADS_1


“Lex tidurlah di sampingku, aku hanya ingin tidur di pelukkanmu,” ucap Nesya memohon.


“T-tapi Nes,” ucap Alex dengan gugup.


Nesya mengelengkan kepalanya dan tersenyum.


“Tak apa, tak akan terjadi sesuatu, kamu yang tenang saja, tapi jika kamu keberatan aku juga nggak apa – apa Lex. Mungkin ini sedikit keterlaluan,” ucap Nesya sedih.


Alex yang tak tega melihat Nesya sedih, tak banyak berkata lagi Alex langsung tidur di samping Nesya dan memeluknya dengan hangat.


“Makasih sekali lagi Lex,” ucapnya menatap Alex.


Alex hanya mengangguk dan menyuruh Nesya agar cepat tidur, melihat wajah Nesya kelihatan lelah dan pikirannya yang sedang kalut karena pria itu membuat Alex marah ingin rasanya Alex memukul habis pria itu.


Akhirnya merekapun tidur berdua dalam satu ranjang dengan Alex memeluk Nesya dari belakang.


Cinta memang tak bisa dipaksakan, namun kita hanya perlu berdoa kepada tuhan agar apa yang kita inginkan suatu saat nanti di kabulkan. Memang mereka beda keyakinan dan hati Nesya memang sudah terpenuhi oleh Rehan namun Nesya tak menyadari itu semua.

__ADS_1


Walau bagaimana pun yang terjadi nantinya Nesya juga akan memaafkan Rehan entah itu kesalahan fatal karena memang Nesya sudah sangat mencintai Rehan, sedangkan Alex sudah tak ada di hatinya, Alex hanya dianggap sahabat oleh Nesya.


__ADS_2