
“M-maksud kamu apa Na, kamu jangan bercanda ya.” Rehan berdiri menatap tajam Kalina dan berjalan ke sofa mendekati Kalina, Rehan duduk tak jauh dari Kalina duduk sekarang, Rehan masih dengan tatapannya yang tajam dan dingin kepada Kalina matan istri Rehan itu.
“Ya, Rehan aku memang benar sedang hamil anak kamu dan ini hasilnya.” Kalina memberi kertas lembaran dan hasil USG dari dokter tadi.
Rehan langsung membuka dan melihatnya hasilnya dan benar saja memang Kalina sedang hamil dan di situ juga ada foto USG nya juga, Rehan melirik kembali kepada Kalina dan Kalina hanya tersenyum tipis bahwa dia berhasil membuat Rehan bakal kembali kepadanya.
“Kamu jangan lupa Rehan bahwa kita pernah melakukannya dan saat itu juga aku sedang subur jadi kamu tak bisa mengelaknya lagian aku hanya dekat denganmu,” ucap Kalina dengan santai.
“Yang benar saja Na, bahwa ayah kamu saja menjodohkanmu dengan laki – laki pilihan dia dan kamu juga sangat dekat dengannya.” Rehan masih berusaha tenang dan menanggapi semua itu dengan megesampingkan kemarahannya.
“Dengar ya Rehan, bahkan selama ini aku sudah lama tak berhubungan dengannya dan bahkan kita juga nggak sampai melakukan sampai sejauh itu, dengar Rehan hanya bersamamu lah aku sampai melakukan hal konyol dan pada akhirnya aku juga mengandung anak kamu, apa iya kamu sekarang mau lepas dari tanggung jawab?! Bentak Kalina kepada Rehan.
Ya, memang dululah Rehan yang salah karena tak bisa mengontrol dirinya sendiri, dan sekarang semuanya sudah terjadi.
“Kamu tahu kan Na, kalau aku ini sudah punya tunangan dan sebentar lagi kita akan menikah.” Rehan masih berusaha menolak kehadiran Kalina di dekatnya kembali.
__ADS_1
“Aku nggak mau tahu Rehan, kamu juga harus tanggung jawab dengan kehamilan aku dan aku juga nggak mau dipermalukan, lagian kalian juga bisa putuskan pertunangan kalian,” ucap Kalina sambil menahan air matanya yang sebentar lagi akan keluar.
“Aku tahu Re, kamu laki – laki yang tanggung jawab dan kamu tak akan pernah kabur, aku juga tahu kamu laki – laki yang baik, mungkin dulu aku yang salah, jadi tolong ayo kita perbaiki kembali dan aku akan pergi dari rumah keluargaku jika mereka masih tidak merestui hubungan kita.” Kalina terus memohon kepada Rehan dan ingin membutikan bahwa dirinya sangat sungguh – sungguh.
Kalina lalu berdiri dan langsung keluar ruangan Rehan dengan begitu saja meninggalkan Rehan yang masih diam saja tanpa bergerak sama sekali dan tak mengeluarkan suara saat Kalina pergi meninggalkannya.
Rehan benar – benar bingung dengan semua ini, Rehan tak tahu apa yang harus dirinya lakukan kenapa waktu itu dirinya sangat bodoh dan mudah terpancing dengan Kalina. Rehan melempar kertas yang Kalina tadi kasih dan menjambak rambutnya seperti orang depresi.
**
Bunyi pintu apertemen terdengar oleh Nesya dan saat itu pula muncullah Rehan dan Nesya melihat dengan seksama, Nesya melihat penampilan Rehan yang sangat acak – acakan dan raut wajahnya yang tak bisa di baca.
Rehan duduk di sofa tak jauh dari Nesya, dan Nesya masih memperhatikan Rehan, Rehan yang sedang melonggarkan dasinya dan mencopot sepatunya dan bersenderan pada sofa, Rehan mengusap wajahnya dengan kasar.
Nesya terbangun dirinya masih belum bicara, lalu sesat Nesya berdiri dan berjalan kearah dapur uintuk mengambilkan bitol minum yang berisi air putih untuk Rehan minum. Nesya kembali dimana Rehan duduk di sofa tadi dan memberikan botol minuman dingin tadi kepada Rehan.
__ADS_1
Rehan menoleh ke Nesya lalu mengambil air itu dan membukanya, Rehan mengahabiskan air dalam botol itu.
Nesya yang masih memperhatikan Rehan yang duduk di sampingnya itu pun bicara kepada Rehan.
“Kenapa Re?” tanya Nesya dengan hati - hati karena taka mau jika nanti pertanyaannya akan membuat Rehan marah
Rehan menoleh sebentar lalu mengusap wajahnya kembali, bersandar, mendongakkan wajahnya ke langit – lagit apartemen, Reahan masih diam dan belum menjawab. Nesya masih menunggu Rehan berbicara Nesya tak mau membuat mood Rehan menjadi jelek.
“Maafkan aku sayang,” ucap Rehan menatap Nesya dengan wajah sendu.
“Minta maaf soal apa Re? Kenapa kamu harus minta maaf kamu nggak ada salah sama aku Re.” Nesya masih bingung dengan ucapan Rehan barusan.
“Aku telah membohongi kamu sayang, tapi aku mohon kamu jangan pernah tinggalin aku sayang karena aku sangat mencinta dan menyanyangimu aku nggak bisa tanpamu sayang,” ucap Rehan yang kali ini sambil menangis, dan Nesya masih mencerna perkataan Rehan.
“Memangnya kamu bohong apa kepadaku Re, coba kamu bicarakan pelan – pelan dan aku tak akan marah kepadamu selagi itu tak akan membuatku sakit Re,” ucap Nesya dengan tenang dan mencoba meraih tangan Rehan dan mengusap punggung tangan Rehan dengan lembut.
__ADS_1