Cinta Om Duda

Cinta Om Duda
Alex


__ADS_3

Alex telah sampai di gudang dimana saat itu juga anak buat Alex datang bersama dengan wanita yang tak asing baginya karena dirinya telah melihat sebelumnya. Alex tersenyum kecut, ternyata apa yang dirinya duga benar. Memang Kalina istri Rehan yang berulah, benar-benar menakjubkan.


“Mau dibawa kemana sebenarnya aku!” Kalina berteriak kepada mereka.


“Apa mata kamu buta kamu mau dimana kemana apa kamu tak bisa melihat jika di depan kamu gudang, dan satu lagi bersiaplah karena sebentar lagi kamu akan mati,” ucap Alex lalu berjalan lebih dulu dengan di ikuti anak buahnya di belakang sambil membawa Kalina yang meronta-ronta meminta di lepaskan.


“Hai, sebenarnya kamu siapa dan apa maksud kamu akan membunuhku. Memangnya aku punya masalah denganmu hah?” Kalina masih saja berbicara dengan suara kerasnya namun Alex hanya tersenyum meremehkan dan menghentikan jalannya lalu menoleh ke belakang, berjalan sedikit mendekat.


Alex mencengkram dagu Kalina dengan sangat kuat dan tatapannya yang mematikan namun Kalina tak merasa takut,”Kamu piker kamu siapa berani denganku dan kamu juga berani-beraninya menyakiti calaon istriku,” ucanya lalu cengkramannya tururn ke leher dan mencekik leher Kalina.


“Uhuk, uhuk. Le-lepaskan ak-aku,” ucap Kalina dengan terbata-bata, matanya, matanya mengeluarkan air mata tanpa di suruh.

__ADS_1


Alex pun segera melepaskan cekikan di leher Kalina dan tersenyum kecut,”Bagaimana? Rasanya sangat nikmatkan, dan asal kamu tahu ini belum seberapa pelajaran yang kamu terima,” ucap Alex lalu memasukkan kedua tangannya ke kantong saku celana dan segera menyuruh anak buahnya untuk memasukkan Kalina ke dalam kamar yang memang sengaja untuk Kalina namun yang akan Kalina dapatkan bukanlah kenikmatan melainkan siksaan yang sudah menunggunya. Kedua anak buah Alex memasukkan Kalina ke dalam kamar dan segera menguncinya,”Maaf tuan apa yang selanjutnya kami lakukan?”


“Jaga wanita itu dengan baik dan jangan sampai kabur. Dan nanti aka nada dua orang lainya yang akan datang ke sini. Suruh saja mereka masuk ke dalam kamar itu dan biarkan mereka bersenang-senang, selanjutnya tunggu aku kasih kabar ke kalian,” ucap Alex tersenyum, senyuman jahat yang selama ini terpendam dalam dirinya dan kini muncul kembali. Alex kembali seperti dulu dimana dirinya selalu membantai musuhnya saat ada yang menghalangi bisnisnya, sungguh kejam bukan selama ini Nesya mengenal Alex sangat baik namun di sisi kebaikannya ada sisi buruk yang pernah di lakukan oleh Alex.


“Baik tuan,” ucap salah satu dari mereka sambil menundukkan kepalanya dan Alex berjalan meninggalkan mereka. Alex merogoh kantong sakunya mengeluarkan hpnya, Alex mencari nomor telepon seseorang dan segera mendeal nomor itu.


“Hallo, akua da pekerjaan buat kamu dan tentunya ini akan membuatmu puas,” ucap Alex.


“Kamu tenang saja Alton pasti kamu akan puas dan kamu boleh melakukannya dengannya seberapa kamu mau kalau bisa buat dia hingga tewas,” ucap Alex tersenyum jahat.


“What? Aku tak salah dengar Lex, ternyata kamu masih sama seperti dulu,” ucap Alto sambil tertawa kencang di sebrang telepon hingga membuat Alex harus menjauhkan teleponnya karena suara tawa Alton yang sangat lantang.

__ADS_1


“Ya, dan kamu boleh ajak teman kamu. Aku tunggu di gudang biasa tempat kita selalu eksekusi tawanan,” ucap Alex lalu mematikan teleponnya sepihak. Alex memasukkan hpnya kembali ke dalam kantong sakunya dan berjalan keluar menuju mobilnya dimana terparkir di depan gudang kosong yang berada di dalam hutan dan taka da orang yang mengetahui gudang ini.


Alex menghela nafas panjangnya sambil menyenderkan punggungnya, Alex memijat keningnya yang sedikit pusing. Jujur saja Alex sangat lelah karena banyak pekerjaan yang harus di selesaikan namun kejadian buruk menimpa Nesya dimana Nesya di tusuk wanita gila itu hingga masuk rumah sakit dan saat ini Alex juga belum tahu kabar Nesya.


“Andai saja kamu tak bersama dengan laki-laki sialan itu Nes pasti kejadiannya tak akan seperti ini sekarang,” ucap Alex pelan.


Alex membuka matanya dan menatap keluar mobil dimana di sekitaran gudan itu di tumbuhi rumput ilalang yang begitu panjang dan sangat lebat,”Hah, lebih baik aku bunuh saja wanita gila itu sekarang dari pada menunggu Alton. Tapi tunggu aku juga tak boleh gegabah membunuhnya karena aku tak akan mengotori tanganku hanya karena wanita sialan itu.”


Alex benar-benar sudah naik pitam, dirinya juga tak akan membiarkan siapa saja menyakiti Nesya dan siapapun yang berani akan berurusan padanya bahkan orang terdekatnya dia tak akan segan-segan menghabisi nyawanya.


“Arrgghhh! Sialan dasar ****** takt ahu diri. Lihat saja aku juga akan membuat keluarga kamu bangkrut dan sengsara dalam sekejap karena keluargamu tak sebanding dengan harta keluargaku. Hahaha, ternyata uang bisa mengalahkan segalanya,” ucapnya dengan senyuman jahatnya yang masih terukir di bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2