Cinta Om Duda

Cinta Om Duda
Nesya dan Rehan


__ADS_3

Nesya duduk sendirian sambil meminum pesanan


yang ia pesan tadi sambil menunggu Alex datang, lumayan lama karena jarak mall


dan kantor Alex sekitar satu jam’an.


Nesya sambil memainkan hpnya dengan membuka


instagram miliknya, Nesya juga mengupload sebuah foto jika dirinya sedang


berada di restora. Teman – teman Nesya banyak berkomentar jika Nesya sekarang


menjadi orang sukses bisa hangout atau sebagainya, Nesya tak pernah membalasnya


karena apa yang mereka bicarakan itu tidaklah benar karena Nesya mengantungkan


hidup dari Rehan.


“Bahkan kalian sangat percaya hanya dengan


melihat foto yang aku upload,” gumamnya sambil masih membaca komentar dari


mereka semua.


Nesya meletakkan hpnya di meja sambil


celingak – celinguk mencari Alex siapa tahu sudah sampai karena Alex tak


mengirimkan pesan kembali.


Nesya duduk termenung sambil menunggu Alex


datang, Nesya pikir Alex terjebak macet karena ini juga waktunya jam istirahat


biasanya banyak orang kantor yang keluar mencari makan.


“Nesya,” ucap Alex dari belakang sambil


memegang pundak Nesya pelan.


Nesya menoleh kebelakang dan tersenyum,”


kenapa lama sekali?” tanya Nesya.


Alex berjalan dan duduk di samping Nesya,”


maaf tadi kena macet,” ucapnya tersenyum.


“Sudah kuduga, kalau begitu bagaimana kalau


kita langsung pesan makan saja?” tanya Nesya kepada Alex dan di angguki oleh


Alex karena dirinya juga sudah sangat lapar, karena tadi pagi dirinya tak

__ADS_1


sarapan hanya meminum secangkir kopi saja.


“Kamu sendirian di sini?” tanya Alex


penasaran.


“Iya, makanya aku menyuruh kamu ke sini,”


ucap Nesya.


Alex hanya mengangguk,” bagaimana, apa kamu


jadi ingin bekerja?” tanya Alex kepada Nesya.


“Iya, jadi kapan aku bisa melamar pekerjaan


di tempat teman kamu?” tanya Nesya dengan antusias.


“Besok kamu langsung masuk kerja saja, dan besok


aku juga akan antarkan kamu ke sana, kamu nggak apa – apa kan jadi pelayan di


kaffe, kerjanya dari jam 10.00 pagi sampai jam 10.00 malam,” ucap Alex


menjelaskan.


“Tak masalah yang penting aku bisa kerja,”


ucapnya tersenyum.


Nesya, Alex sangat senang jika melihat Nesya ceria dan tidak murung seperti


biasanya.


Makanan yang mereka pesan pun datang, Nesya


dan Alex langsung memakannya.


“Apa kamu nggak apa – apa jika nanti kerja?”


tanya Alex sambil memasukkan suapan ke dalam mulutnya.


Nesya hanya mengelengkan kepelanya dan


tersenyum kepada Alex,” kamu tenang saja, aku banyak alasan biar aku di


bolehkan kerja,” ucap Nesya.


“Baiklah, asal kamu bahagia dan tak murung


lagi,” ucap Alex.


Nesya mengangguk dan kembali menyuapkan

__ADS_1


makanan ke dalam mulutnya.


**


Mereka keluar dari dalam restoran, Nesya dan


Alex berjalan turun dengan menggunakan eskalator.


“Setelah ini kita mau kemana?” tanya Alex


menoleh ke Nesya.


“Gimana kalau kita ke PIK,” ajak Nesya.


“Baiklah, aku akan menemanimu kemana pun kamu


pergi,” ucap Alex dengan santai mengalungkan tangannya ke leher Nesya dan Nesya


pun dengan senang hati merangkul pinggang Alex.


Mereka berjalan meninggalkan mall dan menuju


parkiran luar, di sanalah Alex memarkirkan mobilnya.


Alex membukakan pintu untuk Nesya, lalu


setelah itu Alex nerlari mengitari mobilnya menuju kemudi. Alex mengemudikan


mobilnya meninggalkan Mall.


“Makasih ya, kamu sudah mau menemaniku, aku


yakin kamu pasti capek,” ucap Nesya menoleh ke Alex.


Alex menoleh dan tersenyum kepada Nesya,” aku


nggak capek Nes, asal aku selalu bersamamu,” ucapnya.


Alis Nesya tertarik ke atas, maksud Alex bicara


seperti itu apa? Apa jangan – jangan Alex belum bisa move on darinya.


“Sudahlah jangan pikirkan tadi yang aku


bicarakan,” ucap Alex kembali dan satu tangannya mengelus kepala Nesya dengan


pelan.


Mereka sudah sampai di tujuan, dan Alex


mencari tempat parkiran yang masih kosong. Nesya dan Alex masih di dalam mobil


dengan saling berdiam tak ada yang berbicara, entah apa yang pasti mereka sibuk

__ADS_1


dengan pikirannya masing – masing.


__ADS_2