
Nesya duduk sendirian sambil meminum pesanan
yang ia pesan tadi sambil menunggu Alex datang, lumayan lama karena jarak mall
dan kantor Alex sekitar satu jam’an.
Nesya sambil memainkan hpnya dengan membuka
instagram miliknya, Nesya juga mengupload sebuah foto jika dirinya sedang
berada di restora. Teman – teman Nesya banyak berkomentar jika Nesya sekarang
menjadi orang sukses bisa hangout atau sebagainya, Nesya tak pernah membalasnya
karena apa yang mereka bicarakan itu tidaklah benar karena Nesya mengantungkan
hidup dari Rehan.
“Bahkan kalian sangat percaya hanya dengan
melihat foto yang aku upload,” gumamnya sambil masih membaca komentar dari
mereka semua.
Nesya meletakkan hpnya di meja sambil
celingak – celinguk mencari Alex siapa tahu sudah sampai karena Alex tak
mengirimkan pesan kembali.
Nesya duduk termenung sambil menunggu Alex
datang, Nesya pikir Alex terjebak macet karena ini juga waktunya jam istirahat
biasanya banyak orang kantor yang keluar mencari makan.
“Nesya,” ucap Alex dari belakang sambil
memegang pundak Nesya pelan.
Nesya menoleh kebelakang dan tersenyum,”
kenapa lama sekali?” tanya Nesya.
Alex berjalan dan duduk di samping Nesya,”
maaf tadi kena macet,” ucapnya tersenyum.
“Sudah kuduga, kalau begitu bagaimana kalau
kita langsung pesan makan saja?” tanya Nesya kepada Alex dan di angguki oleh
Alex karena dirinya juga sudah sangat lapar, karena tadi pagi dirinya tak
__ADS_1
sarapan hanya meminum secangkir kopi saja.
“Kamu sendirian di sini?” tanya Alex
penasaran.
“Iya, makanya aku menyuruh kamu ke sini,”
ucap Nesya.
Alex hanya mengangguk,” bagaimana, apa kamu
jadi ingin bekerja?” tanya Alex kepada Nesya.
“Iya, jadi kapan aku bisa melamar pekerjaan
di tempat teman kamu?” tanya Nesya dengan antusias.
“Besok kamu langsung masuk kerja saja, dan besok
aku juga akan antarkan kamu ke sana, kamu nggak apa – apa kan jadi pelayan di
kaffe, kerjanya dari jam 10.00 pagi sampai jam 10.00 malam,” ucap Alex
menjelaskan.
“Tak masalah yang penting aku bisa kerja,”
ucapnya tersenyum.
Nesya, Alex sangat senang jika melihat Nesya ceria dan tidak murung seperti
biasanya.
Makanan yang mereka pesan pun datang, Nesya
dan Alex langsung memakannya.
“Apa kamu nggak apa – apa jika nanti kerja?”
tanya Alex sambil memasukkan suapan ke dalam mulutnya.
Nesya hanya mengelengkan kepelanya dan
tersenyum kepada Alex,” kamu tenang saja, aku banyak alasan biar aku di
bolehkan kerja,” ucap Nesya.
“Baiklah, asal kamu bahagia dan tak murung
lagi,” ucap Alex.
Nesya mengangguk dan kembali menyuapkan
__ADS_1
makanan ke dalam mulutnya.
**
Mereka keluar dari dalam restoran, Nesya dan
Alex berjalan turun dengan menggunakan eskalator.
“Setelah ini kita mau kemana?” tanya Alex
menoleh ke Nesya.
“Gimana kalau kita ke PIK,” ajak Nesya.
“Baiklah, aku akan menemanimu kemana pun kamu
pergi,” ucap Alex dengan santai mengalungkan tangannya ke leher Nesya dan Nesya
pun dengan senang hati merangkul pinggang Alex.
Mereka berjalan meninggalkan mall dan menuju
parkiran luar, di sanalah Alex memarkirkan mobilnya.
Alex membukakan pintu untuk Nesya, lalu
setelah itu Alex nerlari mengitari mobilnya menuju kemudi. Alex mengemudikan
mobilnya meninggalkan Mall.
“Makasih ya, kamu sudah mau menemaniku, aku
yakin kamu pasti capek,” ucap Nesya menoleh ke Alex.
Alex menoleh dan tersenyum kepada Nesya,” aku
nggak capek Nes, asal aku selalu bersamamu,” ucapnya.
Alis Nesya tertarik ke atas, maksud Alex bicara
seperti itu apa? Apa jangan – jangan Alex belum bisa move on darinya.
“Sudahlah jangan pikirkan tadi yang aku
bicarakan,” ucap Alex kembali dan satu tangannya mengelus kepala Nesya dengan
pelan.
Mereka sudah sampai di tujuan, dan Alex
mencari tempat parkiran yang masih kosong. Nesya dan Alex masih di dalam mobil
dengan saling berdiam tak ada yang berbicara, entah apa yang pasti mereka sibuk
__ADS_1
dengan pikirannya masing – masing.