
Nesya membuka matanya dan melihat sekitar dan tepat di sampingnya melihat Alex yang sedang tertidur. Jam sudah menunjukkan pukul 01.00 dini hari dan Nesya merasa sangat haus dan ingin minum.
“Alex,” panggil Nesya sambil mengelus kepala Alex dengan lembut, sedangkan Alex yang tidurnya merasa terusik jadi membuka matanya melihay Nesya yang sudah membuka matanya dan tersenyum.
“Nesya, kamu sudah hangun hm?” Alex sangat senang dan mencium kening Nesya dengan sayang.
“Aku haus, aku ingin minum,” ucap Nesya dengan pelan, dan Alex pun bergegas mengambilkan air minum untuk Nesya dan membantu Nesya untuk merubah posisinya menjadi duduk.
“Apa yang kamu rasakan? Aku panggilkan dokter agar memeriksamu ya,” ucap Alex sambip meletakkan gelas bekas Nesya tadi minum.
Nesya menggelengkan kepalanya dan menatap Alex,”Tak usah, aku ingin kamu menemani aku di sini saja dan jangan kemana-mana.”
__ADS_1
Alex tersenyum dan meraih kedua tangannya lalu menciumnya,”Kamu tak usah takut karena aku akan selalu ada di sisi kamu dan akan melindungi kamu.”
Nesya tersenyum dengan masih menatap Alex dengan tatapan yang Alex sendiri tak bisa gambarkan kenapa Nesya menatapnya seperti itu,”Ada apa?”
“Apa yang terjadi sebenarnya?”
Alex menghela nafas panjang sejenak dan kembali menatap Nesya,”Maafkan aku sekali lagi yang tak bisa jagain kamu Nes. Kamu mengalami pendarahan dan berakhir calon bayi yang ada di perut kamu di ambil.”
Nesya masih diam dan mencerna perkataan Alex, dirinya masih bingung,”M-maksud ka-kamu apa Lex?”
Nesya hanya menggelengkan kepalanya dan tiba-tiba air matanya keluar begitu saja. Ya, seakan Nesya telah membunuh anaknya kedua kalinya jika di pikirkan itu bukan salahnya. Karena kehidupan percintaan dengan Rehan sangatlah rumit sehingga membuat dirinya kacau dan berantakan hingga tak memperhatikan kondisinya sendiri.
__ADS_1
“Maaf, tadinya dokter Martha bilang jika kandungan kamu baik-baik saja akan tetapi sebaliknya,” ucap Alex merasa sedih.
Nesya mencoba tersenyum kepada Alex,”Tak apa ini bukan salah kamu Lex, mungkin ini sudah jalan takdir aku,” ucap Nesya dengan pelan dan terlihat masih lemah.
“Lebih baik kamu buat istirahat, ini juga masih malam Nes dan kamu jangan banyak pikiran yang ada nanti kamu kembali drop lagi aku tahu perasaan kamu saat ini kehilangan calon anak kamu,” ucap Alex.
Nesya hanya mengangguk dan membenarkan posisi tidurnya dengan di bantu Alex, Alex juga menyelimuti tubuh Nesya agar tak kedinginan. Nesya membelakangi Alex sedangkan Alex dengan setia masih menunggunya di samping dan membiarkan Nesya untuk istirahat kembali.
Nesya menangis tanpa suara hingga Alex tak mengetahuinya,”Ini semua gara-gara kamu Re, andai saja kamu tak melakukan semua itu aku tak akan kehilangan anakku,” ucap Nesya dalam hati. Nesya mengepalkan kedua tangannya ingin sekali memaki lelaki itu namun dirinya tak akan pernah mau bertemu dengan lagi karena hanya akan membawa luka yang sangat mendalam.
“Aku berjanji tak akan pernah bertemu dengan lagi,” ucap Nesya, Nesya yang berusaha memejamkan matanya agar bisa melupakan kejadian lalu dan rasa sakit atas kehilangan anaknya, namun tetap saja Nesya tak bisa tidur dirinya masih merasa sedih atas kehilangan anaknya yang kedua kalinya.
__ADS_1
Mungkin hubungan yang dirinya jalani ini salah dan mungkin ini sebagai karma atau dosa yang telah ia perbuat. Dimana dirinya menjalani hidup yang penuh dengan kegelapan dimana dirinya menjadi wanita malam dan setiap malam atau srtiap harinya harus berganti laki-laki dan memuaskan mereka di atas ranjang dan sebagai imbalannya Nesya mendapatkan bayaran yang begitu besar.
“Ternyata kehidupanmu sunggu miris Nesya,” ucapnya sambil tersenyum kecut.