
Alex mengajak Nesya masuk kedalam apartemennya yang juga sama dengan milik apartemen Rehan luasnya, Alex menyuruh duduk di sofa menunggunya mengambilkan air minum mereka berdua, tak berapa lama Alex membawa dua botol minuman dingin, dan Alex memberikan kepada Nesya untuk meminumnya.
“Kamu tinggal sendirian di sini?” Nesya menatap Alex menunggu jawabannya.
Alex hanya mengangguk saja.”Memangnya kenapa Nes?” Alex bertanya balik kepada Nesya.
“Nggak apa – apa hanya ingin tahu saja,” jawabnya acuh.
“Kalau mau kamu juga bisa tinggal di sini,” ucapnya.
Nesya hanya mengangguk mengerti, apartemen milik Alex tertata rapi dan bersih padahal dirinya pergi bekerja.
“Kamu membersihkan apartemen ini sendirian?”
“Nggak, seminggu tiga kali akan ada yang membersihkan Nes, aku mana ada waktu.”
“Oh, terus kalau makan kamu beli?”
__ADS_1
“Nggak, aku kadang masak sendiri, ya, kalau capek delivery,” ucapnya sambil menatap Nesya yang duduk di depannya.
Nesya hanya mengangguk, dan mengedarkan pandangannya dengan tatanan apartemen milik Alex yang sangat rapi dan bersih, barang – barangnya juga tak terlalu banyak.
“Nes,” ucap Alex kembali sehingga membuat Nesya harus menatap Alex.
“Apa kamu masih mencintaiku?”
Nesya masih terdiam dengan pertanyaan Alex yang tiba – tiba menanyakan perasaanya kepada Nesya.
“Nes, apa kamu sudah mencintai laki – laki?”
“Nes, apa aku boleh meminta sesuatu dari kamu,” ucapnya kembali.
“Apa itu?” sambil memicingkan matanya.
“Tolong tinggalkan laki – laki itu Nes, aku mohon ini demi aku, dan kamu juga bisa tinggal di sini, ya, kita akan meninggalli apartemen ini berdua, dan kamu mau kan menikah denganku,” ucap Alex.
__ADS_1
“Aku nggak bisa Lex, atau kamu beri aku waktu untuk memikirkan semuanya Lex, dia sudah banyak berkorban untuk aku Lex.”
Alex hanya mengelengkan kepalanya dan tersenyum kecut, entahlah mungkin Nesya mantan kekasihnya itu sudah di butakan oleh lelaki beranak satu itu, Alex tak habis pikir kenapa Nesya bisa percaya dengan duda itu.
“Kamu jangan terlena dengan kebaikannya atau lain sebagainya Nesya, tapi kamu juga harus buka mata kamu Nes, apa selama ini laki – laki itu sudah jujur sama kamu sepenuhnya?” Alex berbicara dengan nada keras.
“Lex cukup, jangan bahas dia untuk saat ini Lex, aku mohon,” ucap Nesya memohon.
“Kenapa? Oh, aku tahu jika laki – laki itu tak menghubungimu?”
“Sudahlah Lex lupakan, lebih baik aku kembali saja,” ucap Nesya berdiri dari tempat duduknya dan berjalan kearah pintu keluar.
“Nes, aku tunggu jawaban kamu, aku beri waktu kamu dalam seminggu,” ucap Alex dan itu membuat Nesya menghentikan jalannya dan menoleh kebelakang.
Nesya tersenyum hambar dan menganggukkan kepalanya, Nesya keluar dari apartemen Alex dan berjalan pelan menuju lift, karena dirinya berada di lantai atas dia harus masuk kedalam lift menekan tombol nomor paling atas.
Sedangkan Alex masih terdiam di tempat duduknya memikirkan Nesya, Alex berpikir dirinya bisa mendapatkan Nesya dan merebutnya dari laki – laki itu, karena Nesya hanya akan jadi miliknya, mungkin dulu dirinya mengalah untuk pergi namun sekarang dirinya tak akan mengalah begitu saja.
__ADS_1
Alex tersenyum kecut, lalu meremas botol kosong yang ada di tangannya dan membuangnya sembarang, Alex berdiri berjalan menuju kamarnya, dirinya lelah lebih baik istirahat sambil menenagkan pikirannya.