
Sore harinya Rehan mengajak Nesya keluar hanya untuk sekedar jalan-jalan. Rehan mengajak Nesya ke mall yang sangat terkenal di Jakarta dengan banyak pengunjung orang kelas menengah ke atas.
Nesya hanya mengikuti Rehan saja tanpa berminat untuk membeli sesuatu, Rehan sudah menyuruh Nesya untuk membeli sesuatu apa yang dirjnya suka, namun sampai mereka berdua melewati beberapa toko Nesya tetap diam saja.
"Sayang, kenapa kamu diam saja," ucap Rehan sambil meraih pinggang ramping Nesya.
"Memangnya aku harus ngapain Re?" tanya Nesya.
"Aku'kan sudah bilang sama kamu sayang, kamu harus beli sesuatu apa yang kamu mau," ucap Rehan sedikit memaksa agar Nesya mau membeli barang yang di inginkannya.
"Aku nggak mau," ucap Nesya.
"Kalau nggak mau, berarti aku yang akan beliin semuanya buat kamu dan kamu nggak boleh nolak," ucap Rehan, sambil mengandeng tangan Nesya ke sebuah toko baju yang terkenal.
Rehan memilih semua baju yang menurutnya cocok untuk Nesya, Rehan juga langsung membayar baju-baju yang dirinya pilihkan untuk Nesya.
__ADS_1
Setelah itu Rehan mengajak Nesya ke toko yang menjual tas, sepatu, dan juga high heels. Rehan meminta sang pelayan toko untuk memilihkan yang cocok untuk sang kekasih dan Nesya hanya bisa diam saja tanpa bisa menolaknya.
**
Di tempat yang sama Arsena dan Kalina yang sedang bertemu dengan klien mereka di dalam restoran mall dimana Rehan dan Nesya juga berada.
Mungkin Rehan dan Nesya tak mengetahui jika sedari tadi ada yang lihatin mereka. Ya, siapa lagi kalau bukan Kalina dan Arsena yang baru saja selesai meeting, baik Arsena dan Kalina sama-sama terkejut. Arsena sendiri tahu perasaan Kalina bagaimana karena selama ini Kalina masih menyukai mantan suaminya itu.
"Lin kamu nggak apa-apa?" tanya Arsena menepuk bahun Kalina dengan pelan.
"Sena aku ke toilet dulu ya, kamu tunggu aku di sini," ucap Kalina.
"Baiklah, tapi beneran kan kamu nggak apa-apa?" tanya Arsena sekali lagi meyakinkan Kalina.
Kalina tersenyum." It oke, aku nggak apa-apa," ucap Kalina lalu meninggalkan Arsena sendirian.
__ADS_1
Saat Kalina menuju toilet, dirinya menahan air matanya yang sudah siap untuk keluar dari pelupuk matanya. Kalina segera masuk ke dalam salah satu toilet yang kosong lalu dirinya langsung duduk di closet dan menangis.
Ya, Kalina sakit melihat mantan suaminya itu jalan dengan wanita lain, yang Kalina yakin umurnya jauh lebih muda darinya dan wanita tadi yang bersama dengan Rehan juga jauh terlihat lebih cantik darinya.
"Lin loh harus kuat, dan kamu harus bisa melupaka Rehan, kamu harus bisa move on Lin," gumam Kalina di dalam toilet.
Sebelum keluar dari dalam toiket Kalina menghapus air matanya lalu keluar toilet dan membasuh mukanya, dan sedikit memperbaiki make up nya.
Saat Kalian mau keluar dari toilet dirinya menabrak wanita yang bersama dengan Rehan. Ya, Nesya tak sengaja menabrak Kalina, karena Nesya buru-buru ingin segera ke toilet.
"Aduh, maaf ya mbak saya nggak hati-hati jalannya," ucap Nesya meminta maaf kepada Kalina.
Kalina hanya tersenyum dan mengangguk tanpa menjawab.
"Kalau begitu saya permisi ke dalam dulu ya mbak, maaf sekali lagi," ucap Nesya lalu meninggalkan Kalina yang masih berdiri di tempatnya dan menoleh sedikit kebelakang.
__ADS_1
Kalina keluar toilet menuju ke restora tadi dimana Arsena yang masih menunggunya disana, Kalina tak enak jika Arsena menunggunya terlalu lama.