
Nesya sudah berada di kos’nya kembali dengan tadi pagi di antarkan oleh Rehan sebelum berangkat ke kantor, Rehan ada kerjaan mendadak yang harus ia selesaikan sekarang juga. Nesya masuk ke dalam kos dan menaruh tasnya di kasur dan Nesya berjalan menuju kulkas mengambil minum, Nesya lagi-lagi harus sendiri lagi nggak ada teman yang menemaninya, Nesya masih memikirkan apa yang di tawarkan oleh Rehan kepadanya dirinya masih bingung antara iya dan tidak.
Nesya berjalan mendekati ranjangnya dan merebahkan badanya, Nesya sangat bosan jika begini terus dirinya ingin seperti yang lainnya bisa bekerja dan kumpul bersama dengan temannya namun Rehan melaranngya untuk pergi bekerja. Dirinya berada di bawah kendali Rehan untuk saat ini Nesya bergantung pada Rehan yang terkadang dirinya takut membantah apa yang dikatakan Rehan dan emosi Rehan yang kadang sukah marah saat Nesya ketahuan dengan pria lain yang padahal hanya sebatas teman saja.
“Nesya apa kamu ada di dalam, ini aku Anna,” teriak Anna dari luar tetangga kos Nesya yang jarang pulang kos dan akan pulang ke kos hanya untuk beberapa hari saja, Nesya mengenalnya juga belum lama, Anna juga orangnya sangat menyenangkan dan juga baik, royal kepada siapapun itu.
Nesya membukakan pintu dan tersenyum kepada Anna begitu juga dengan Anna, Nesya mengajak Anna masuk kedalam dan menyuruh Anna untuk duduk tak lupa juga menawarkan minuman. Nesya membawa minuman dingin serta camilan ringan dan meyuguhkannya kepada Anna dan Anna tersenyum lalu mengucapkan terima kasih.
“Kak Anna tumben baru muncul kemana aja jarang pulang?” tanya Nesya memulai obrolan kali ini.
__ADS_1
“Iya aku baru aja pulang, kamu nggak bosan apa di kos’an muluk?” tanya Anna.
“Aku juga baru saja ada di kos kak,” ucap Nesya.
“Di jemput pacar ya pasti?” tanya Anna dengan senyum manisnya.
Nesya pun hanya mengangguk tersenyum malu-malu dan Anna hanya biasa saja dan malah menertawakan Nesya yang seperti itu.
“Ada nggak enaknya juga kak, malah aku pengen banget kerja seperti kakak bisa cari uang sendiri tanpa di kasih orang lain,” ucap Nesya.
__ADS_1
Anna menepuk punggung Anna dan tersenyum sebentar, sebenarnya kehidupan Anna tak baik-baik saja apalagi pekerjaan yang ia jalankan bukanlah kerjaan yang halal.
“Hidup di Kota Jakarta memanglah keras Nes, apa pun yang sekarang kamu nikmati ini jalani saja dulu. Aku tahu jika kehidupan di dunia ini tak ada yang baik-baik saja apa lagi jika berbicara tentang dosa tak akan ada habinya Nes,” ucap Anna.
Lagi-lagi Nesya hanya mengangguk mengerti apa yang di ucapkan Anna, sebenarnya Nesya tujuan awalnya bukan begini melainkan dirinya ingin pergi jauh dan bukan tinggal di Kota Jakarta seperti sekarang ini.
“Nes gimana nanti siang kita jalan, aku bosan kalau sudah sampai di kos’an,” ucap Anna.
“Ayo kak aku juga ingin cari udara segar di luar,” ucap Nesya.
__ADS_1
Setelah mereka mengabiskan waktu beberapa jam Anna berpamitan kembali ke kosnya untuk istirahat sebentar sebelum mereka pergi, tak lupa juga Anna mengingatkan kempada Nesya untuk lebih menikmati hidupnya dan jangan terlalu beroikir keras jika itu hanya akan membuatnya sakit.