Cinta Om Duda

Cinta Om Duda
Nesya dan Rehan


__ADS_3

Paginya Nesya bangun dari tidurnya, Nesya


meregangkan badannya lalu setelah itu mengambil hp do nakas samping tempat


tidur, dan benar Rehan mengirimkan pesan kepadanya.


“Kenapa akhir-akhir ini banyak kerjaan, apa


hanya alasanmu saja,” ucapnya dalam hati namun Nesya mengeyahkan itu semua


membuang jauh-jauh pikiran jelek tentang Rehan.


Tanpa membalasnya Nesya menaruh kembali hpnya


di atas nakas lalu bergegas bangun dan segera menuju kamar mandi untuk


membersihkan badannya.


Tak butuh waktu lama Nesya keluar dengan


menggunakan bathrobe lalu berjalan ke walk in closet, hari ini Nesya langsung


memakai baju kerja dengan di padukan celana jeans panjang.


Setelah selesai berganti pakaian Nesya


langsung memakai make up tipis agar mukanya tak terlihat pucat. Tanpa sarapan


terlebih dahulu Nesya langsung pergi dari apartemen karena dirinya tadi juga


bangun ke siangan, kali ini Nesya berangkat sendiri dengan menggunakan taksi,


tak butuh waktu lama hanya setengah jam sampai kalau tak macet.


Nesya menginjakan kaki masuk ke dalam kafe


dan bersiap untuk membantu yang lain beberes.


“Nesya,” panggil Anton yang sudah ada di


belakangnya.


“Iya, kenapa?” tanya Nesya memutar tubuhnya


ke belakang agar bisa berhadapan dengan Anton.


“Apa boleh kita bicara sebentar?” tanya Anton


menatap Nesya.


Nesya mengangguk, lalu Anton mengajak Nesya


untuk berbicara di halaman belakang kafe yang ternayata ada taman kecil dan


juga ada air mancur buatan.


“Maaf ada apa mengajak ke sinj?” tanya Nesya


bingung.


Anton menoleh ke Nesya dan tersenyum,” hanya


ingin mengobrol santai,” ucap Anton lalu mengalihkan pandangannya pada bunga-bungan


yang bermekaran.

__ADS_1


“Nes, maaf mungkin aku tak berhak mencampuri


masalah kalian, tapi jujur aku lakuin inj demi kebaikan kamu dan Alex,” ucap


Anton.


Nesya memicingkan matanya seolah tak mengerti


apa yang di maksud Anton, perasaan dirinya dan Alex baik-baik saja.


Anton menarik nafasnya dalam dan


menghembuskannya,” Nes, apa kamu sadar jika Alex masih berharap kepadamu?”


tanya Anton menatap Nesya.


Nesya terdiam sebentar dan memutar otaknya


kemana arah pembicaraan Anton.


“Maksud kamu apa Ton, aku masih belum


mengerti,” ucap Nesya yang masih saja tak mengerti.


“Nes, Alex masih berharap kepadamu dan


berharap suatu hari nanti bisa bersama kembali denganmu, sedangkan kamu sudah


bertunangan dengan lelaki lain, tolong Nes kamu perjelas ini dengan Alex,” ucap


Anton.


Nesya menghembuskan nafas beratnya,” aku


sudah mengatakannya Anton, aku kira Alex sudah melupakan aku tapi ternyata


“Lalu, kamu mau bagaimana Nes, aku hanya


tidak mau Alex terjebak lagi dalam dunia percintaannya,” ucap Anton mendekati


Nesya dan memegang ke dua bahu Nesya pelan.


“Nes, aku harap kamu punya jalan keluarnya,”


ucap Anton kembali.


Nesya mendongak ke atas agar bisa melihat


Anton,” mungkin aku akan menjauhinya Ton,” ucap Nesya.


Anton sedikit menjauh dari Nesya dan


memasukkan kedua tangannya ke saku celana.


“Apa pun yang kamu lakukan Nes, aku harap itu


yang terbaik, aku peduli dengan Alex karena dia sudah ku anggap seperti


saudaraku,” ucap Anton.


Anton membalikkan tubuhnya dan tersenyum


kepada Nesya,” Nes, pikirkan sekali lagi, mungkin ini aku memberi tahu kamu


cukup sekali ini saja dan selanjutnya urusan kamu dengan Alex,” ucap Anton lalu

__ADS_1


berjalan masuk ke dalam kafe meninggalkan Nesya sendiri yang masih termenung


memikirkan semuanya.


Nesya tidak menyangka ternyata Alex masih


saja kekeh dengan perasaannya, Nesya sendiri sudah menyuruhnya move on tapi


kenapa Alex masih berharap saja dengannya.


Nesya kembali masuk ke dalam kafe untuk


segera bekerja, Nesya tidak enak dengan teman yang lainnya yang sedari tadi


sudah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.


**


Di kamar yang begitu luas terdapat Kalina


yang masih tertidur dengan pulas, sedangkan Rehan duduk di sofa dengan


menikmati secangkir kopi sambil memegang ipadnya.


Ya, tadi malam Rehan tidur di rumah Kalina


karena paksaan dan ancaman dari Kalina. Entah kenapa kali ini Rehan kalah


dengan Kalina padahal dirinya sudah memikirnya dengan baik-baik.


Mungkin kali ini Rehan harus mencari cara


agar Rehan bisa menundukkan Kalina dan mengusirnya dari Jakarta kalau perlu.


“Pagi Re,” ucap Kalina khas suara bangun tidur.


Rehan hanya menatap Kalina tanpa ada niatan


untuk menjawabnya.


“Kenapa nggak bagunin aku?” tanya Kalina


kembali.


Rehan menatap kembali Kalina,” aku nggak tega


bangunin kamu karena tidur kamu sangat nyenyak. Oh iya, sebentar lagi aku akan


berangkat ke kantor karena aku ada meeting dengan klien ku,” ucap Rehan.


“Kenapa harus hari ini, padahal aku mau


menghabiskan waktu bersamamu,” ucap Kalina sambil memayunkan bibirnya.


“Tolong Na kamu jangan ke kanak-kanakan


seperti ini, aku juga punya pekerjaan dan Raina akhir-akhir ini juga kurang


perhatian dari aku, jadi kamu jangan bersikap seperti anak kecil,” ucap Rehan


ketus dan menatap Kalina dengan tajam seperti ingin membunuh.


Namun sayangnya Kalina tak peduli dengan


tatapan Rehan seperti itu justru dirinya semakin tertantang ingin merebut Rehan

__ADS_1


dari tunangannya itu.


__ADS_2