
Lima hari sudah Rehan tak pulang ke rumahnya karena sibuk dengan kesehatan Nesya, dan hari ini Rehan baru kembali pulang kerumahnya dengan lelah yang dirinya rasakan, Rehan berjalan ke lantai 2 dimana kamarnya berada. Di sisi lain Maria yang melihat anaknya sudah kembali dari kantor dan hari ini juga baru kembali kerumahnya, Maria sendiri tak mengerti apa yang sedang disembunyikan anaknya itu, yang tiba-tiba beli apartemen dan tak bilang kepadanya dan sekarang juga dirinya jarang pulang.
Sampai di kamarnya Rehan menjatuhkan badannya di ranjang yang selama lima hari ini ia tinggalkan, Rehan memejamkan matanya ia ingin istirahat dan tak mau di ganggu siapa-siapa. Rehan melihat hpnya siapa tahu Nesya memngirimkan pesan atau yang lainnya, namun tidak ada notifikasi sama sekali, Rehan pun langsung mematikan hpnya lalu melepas jas dan sepatunya. Rehan kembali menjatuhkan badannya ke kasur dan langsung menutup matanya.
**
__ADS_1
Di apartemen Nesya kembali sendirian, dirinya merasa bosan karena tak ada yang menemaninya dan tak ada yang diajak bicara, Nesya kalau sendirian begini selalu teringat kepada orang tuannya yang ada di kampung dan ingin rasanya Nesya kembali ke kampung halaman kembali bersama dengan kedua orang tuanya dari pada di Jakarta dirinya harus menderita seperti ini.
“Ma, Pa, Nesya kalian berdua, gimana kabar kalian berdua,” lirik Nesya sambil menatap lurus kedepan, Nesya sedang berada di balkon, dirinya melihat pemandangan sore Kota Jakarta.
“Maafkan Nesya Ma, Pa pasti kalian akan kecewa jika kalian tahu sebenarnya apa yang Nesya perbuat selama ini di sini,” ucapnya kembali dan tak terasa air matanya keluar dari pelupuk matanya begitu saja.
__ADS_1
Nesya kembali kedalam karena hari sudah semakin malam, dirinya langsung membersihkan badanya lalu setelah itu Nesya melaksanakan kewajibannya sebagai orang muslim dan tak lupa juga Nesya selalu membaca ayat suci alquran walaupun hanya sebentar Nesya tak pernah melupakannya. Walaupun Nesya bukan orang yang baik dan bahkan bisa di bilang mempunyai dosa yang sangat besar tapi Nesya masih ingat dengan kewajibannya.
Setelah selesai melaksanakan kewajibannya Nesya ke depan mencari hpnya dimana hpnya berada di sofa, Nesya mendudukan badanya dan mengecek hpnya, namun Rehan tak memberikan kabar sama sekali, hanya tadi pagi sebelum berangkat ke kantor hanya bilang bahwa dirinya akan pulang ke rumahnya, Nesya mencoba menelpon Rehan namun hpnya tak aktif hingga akhirnya Nesya mengirimkan pesan lewat whatsapp namu sayangnya hanya centang satu.
Nesya pun memutuskan memasak makanan yang bisa untuk menganjal perutnya karena dirinya dari pagi belum makan sama sekali, saat membuka kulkas hanya ada mie instan dan telur saja, selama Nesya sakit memang dirinya tak pergi kebawa untuk belanja, Nesya pun terpaksa memasak mie instan dengan telur karena dirinya masih merasakan malas untuk turun kebawah cari makan.
__ADS_1
Nesya makan mie instan dengan telur yang ia masak tadi dengan kurang enak karena nggak ada yang menemaninya biasanya dirinya bersama Rehan tapi sekarang Rehan nggak ada. Nesya pun meninggalkan makanannya tanpa menghabiskannya karena sudah merasakan tak enak, Nesya kembali ke sofa dan melihat kembali hpnya, melihat chat ke Rehan yang masih centang satu membuat Nesya sangat kesal.
Nesya pun memutuskan kembali ke kamarnya dan membaringkan badanya sambil masih memainkan hpnya, dirinya akan melihat drakor kesukaan bila dimana dirinya merasakan kesepian atau hanya akan membaca novel yang beli namun untuk saat ini novel yang ia beli sudah ia baca semuanya. Jam masih menunjukkan pukul tujuh malam kurang, Nesya pun melihat drakor kesukaannya dari hp sambil menunggu isya datang.