Cinta Om Duda

Cinta Om Duda
Sahabat Lama


__ADS_3

Alex keluar apartemen Rehan dengan membawa beberapa barang dengan di bantu oleh pekerja apartemen, tak lupa juga dengan apa yang tadi di bilang oleh Nesya. Alex menaruh semunya di atas ranjang, mulai dari cincin, dan kartu kredit maupun atm, Nesya mengembalikan semuanya.


Alex memasukkan barang-barang milik Nesya ke apartemennya, dan tak lupa juga Alex berterima kasih pada pekerja apartemen yang menyuruh membantunya, Alex juga memberikan uang tips sebagai tanda terima kasih.


Alex duduk di sofa, dirinya tak berani masuk ke dalam kamar menganggu Nesya yang tak ingin di ganggu, beberapa kali juga Alex menengok pintu kamar Nesya berharap terbuka, namun sayang tidak sedari tadi Alex menunggu tak ada tanda-tanda Nesya mau keluar.


“Nes, aku harap kamu semoga cepat melupakan laki-laki brengsek itu,” ucapnya dalam hati  sambil menghembuskan nafas panjangya.


Alex menidurkan badannya di sofa sambil menyalakan televisi, sambil melihat acara televisi yang di tayangkan hingga membuat dirinya tertidur.


**


Di tempat yang berbeda Rehan sampai di kafe, dirinya memesan secangkir kopi kesukaannya sambil memandang pemandangan luar kafe.


Sudah lama Rehan tak pernah berkunjung ke kafe ini, sudah ada dua tahun lamanya dan entah mengapa tiba-tiba saja dirinya mengendarai mobilnya sampai di sini.


Kafe ini sebenarnya milik temannya bernama Roy, dan biasanya juga lebih banyak menghabiskan waktunya di kafe, dan mungkin saat ini Roy sedang tak ada di kafe.


Sambil menikmati secangkir kopi, sesekali Rehan mengecek email masuk dari rekan bisnisnya dengan teliti Rehan membalasnya satu persatu.


Hingga beberapa saat kemudian Rehan menghentikan aktivitasnya karena ada yang memanggil namanya.


“Rehan … benar kamu Rehan kan?” tanya laki-laki yang berada di depannya.

__ADS_1


Rehan tersenyum lalu berdiri memberikan salam pada laki-laki yang ada di depannya, siapa lagi kalau bukan Roy temannya.


“Iya, ini aku Rehan,” ucapnya lalu duduk kembali begitu juga dengan Roy yang duduk di depannya.


“Aku nggak menyangka kamu bakal datang ke sini lagi Re,” ucap Roy senang.


“Hemm … iya nggak tahu kenapa, tiba-tiba saja aku ingin datang ke sini,” ucapnya.


“Sudah lama?” tanya Roy.


“Sudah ada satu jam’an, dan kamu dari mana, kok tadi pas aku datang kamu nggak ada?” tanya Rehan.


Roy tersenyum,” biasa pulang sebentar jengukin istri sama baby boy,” ucap Roy.


“Punya baby lagi?” tanya Rehan dengan antusias.


“Iya, sekarang aku sudah punya dua anak, gimana dengan mu Re?” tanya Roy.


Rehan menundukkan wajahnya saat Roy bertanya, dan mendongak menatap Roy,” satu, dan mungkin sebentar lagi dua,” ucapnya sendu.


Roy yang menyadari akan perubahan pada wajah Rehan menjadi bingung kenapa sahabatnya terlihat sangat muram dan tak bahagia.


“Apa ada masalah Re?” tanya Roy dengan hati-hati takut jika sahabatnya ini tersingung.

__ADS_1


Rehan hanya mengangguk,” ya, Roy, banyak masalah yang muncul dari hidupku,” ucapnya sambil meminum kopinya kembali.


“Maksud kamu apa Re?” tanya Roy yang belum mengerti apa perkataan Rehan.


“Sebenarnya aku sudah cerai dengan Kalina lama Roy, tapi kini aku kembali menikah dengannya, namun menikah sirih fapi di sisi lain aku juva punya tunangan Roy, dan ini semua kebodohan aku semuanya berawal dari kesalahanku,” ucapnya dengan sendu.


“Apa maksud kamu Re, dan kenapa kamu baru bicara sekarang ini sama aku, kenapa semuanya bisa terjadi?” tanya Roy yang kaget akan pengakuan Rehan sahabat dekatnya dari kecil.


“Ceritanya panjang Roy, awalnya aku terjebak oleh Kalina hingga tidur bersama saat kita sudah cerai dan satu bulan kemudian dia datang menemuiku kalau dia hamil anak aku, dan lebih gilanya lagi aku belum kasih tahu semuanya ke tunangan aku,” ucap Rehan dengan jujur.


Roy yang mendengar semua pengakuan Rehan syok, betapa gilanya atau bisa juga di bilang brengsek seorang Rehan mempunyai dua wanita yang pada akhirnya salah satu dari mereka bakal tersakiti nantinya.


Roy tak habis pikir apa yang ada di pikiran Rehan hingga sahabatnya bisa berbuat nekat.


“Apa Kalina tahu jika kamu sudah memiliki tunangan Re?” tanya Roy.


“Sudah, dan Kalina juga pernah datang kepadaku berkali-kali untuk meminta balikan,” ucapnya.


“Apa kamu juga sampai saat ini tak ada niatan untuk memberi tahu pada tunangan kamu Re?” tanya Roy.


Rehan menatap Roy dan tersenyum,” ada tapi aku belum berani dan belum siap untuk kehilangannya Roy,” ucap Rehan.


“Tapi Re, apa kamu tak takut jika nanti tunangan kamu tahu dari irang atau melihatnya sendiri, itu akan lebih menyakitkan Re dan bisa jadi kamu akan kehilangannya Re, lebih baik kamu katakan sejujurnya dari pada kamu tutup-tutupi Re,” ucap Roy memperingati Rehan.

__ADS_1


“Itulah yang aku takuti Roy, tapi aku belum bisa,” ucap Rehan, dan Roy mengerti akan apa yang di rasakan oleh sahabatnya itu.


Roy hanya bisa prihatin dengan apa masalah yang di rasakan Rehan, sambil memberikan sedikit ketenangan dan jalan keluar walaupun nantinya tak akan berjalan dengan baik.


__ADS_2