Cinta Om Duda

Cinta Om Duda
Rehan dan Nesya


__ADS_3

Pagi hari sekali Rehan kembali ke rumahnya


untuk mandi dan berganti baju, saat Rehan mau menaiki tangga mamanya memanggil.


“Re, kamu dari mana?” tanya Maria


memperhatikan penampilan Rehan dari atas sampai bawah.


“A-aku beberapa hari ini di rumah Kalina ma,”


ucapnya dengan gugup.


“Oh, mama kira kamu berulah lagi, Re, mama


beberapa hari ini dapat telepon dari Nesya tapi mama tak mengangkatnya takut


mama salah bicara,” ucap Maria merasa bersalah kepada calon mantunya itu.


“Aku tahu ma, jadi mama nggak usah merasa


bersalah, ini salah Rehan dari awal,” ucapnya dengan menundukkan kepalanya.


“Sebaiknya kamu segera bertindak Re, mama


nggak mau membuat Nesya sakit hati lebih dalam,” ucap Maria.


“Rehan tahu ma dan Rehan juga butuh waktu


untuk memutuskan semuanya, tapi tetap Rehan nggak akan melepas Nesya. Maaf ma


Rehan harus ke kamar dulu,” ucap Rehan lalu berbalik menaiki tangga menuju


lantai dua.


Maria hanya bisa menatap punggung anaknya


menghilang dari pengliatannya. Maria mengelengkan kepalanya dan tangannya


memijat kening yang sedikit pusing.


Maria pun menuju ke halaman belakang


bergabung dengan Raina dan suaminya yang sedang asik bermain.


Sedangkan Rehan yang sudah sampai di kamarnya


langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya.


Tak butuh waktu lama – lama Rehan keluar


kamar mandi dwngan menggunakan bathrobe menuju walk in closet. Rehan mencari baju


santai dan celana jeans, hari ini Rehan tak pergi ke kantor karena dirinya


ingin bertemu dengan Nesya.


Rehan sudah sangat merindukan kekasihnya dan


Rehan juga merasa bersalah tak memberi kabarnya ke Nesya.


“Maafkan aku sayang, tunggulah aku, aku akan segera


menemuimu,” ucap Rehan tersenyum tipis.


**

__ADS_1


DI tempat yang berbeda Nesya sedang menikmati


sarapan bersama dengan Alex. Nesya tadi bangun pagi dan memasak nasi goreng


dengan di atasnya di kasih telur ceplok mata sapi.


“Hemm … masakan kamu sangat enak Nes,” puji


Alex lalu memasukkan suapanya yang terakhir ke mulutnya.


“Makasih atas pujiannya Lex, masakkanku hanya


biasa aja, nanti setelah ini aku kembali ke apartemenku,” ucap Nesya sambil


merapikan semuanya dan tak lupa mencuci piring dan yang lainnya lalu menata


kembali di tempatnya.


“Aku antar ya,” ucap Alex, dan Nesya hanya


mengangguk dan tersenyum kepada Alex.


Alex dan Nesya berjalan bersama sambil


berbicara santai, Alex merasa senang bisa bersama dengan Nesya untuk beberapa


hari ini.


“Kamu hari ini nggak pergi kerja?” tanya


Nesya menoleh ke Alex.


“Nanti setelah aku mengantarkanmu,” ucapnya


lalu melanjutkan jalan kembali.


Nesya.


“Makasih sekali lagi Lex,” ucap Nesya.


“Iya, sama – sama, aku senang bisa membantumu


Nes,” ucap Alex dan tak lupa juga Alex berpamitan kepada Nesya untuk segera


kembali ke apartemennya.


Nesya melambaikan tangannya saat Alex pergi,


saat Alex sudah tak terlihat lagi Nesya masuk ke dalam apartemen dan langsung


menuju ke kamarnya.


Nesya masuk ke dalam kamar mandi dan


melepaskan pakaiannya, Nesya mwnyalakan shower dengan air hangat di bawah


guyuran air hangat Nesya merasakan badannya kembali rilex.


“Arrghh! Kamu kemana Re,” ucapnya sambil


berteriak.


Nesya mwngosk badannya yang bersih tanpa ada


yang cacat sedikit pun dengan sabun, Nesya memang sengaja untuk mandi berlama –

__ADS_1


lama.


Sedangkan Rehan sudah masuk ke dalam


apartemen, Rehan masuk ke dalam kamar mencari Nesya. Nesya tak ada di kamarnya


saat Rehan mau mencari ke ruangan lain Rehan mendengar suara gemercih air, yang


bertanda bahwa Nesya sedang mandi.


Rehan berjalan ke arah pintu kamar mandi


ingin melihat apakah Nesya benar sedang mandi, namun pintunya terkunci. Rehan


mendesah kasar dan kembali berjalan mendekati ranjang.


“Kenapa lama banget kamu mandinya Nes,” ucap


Rehan dalam hati sambil melihat pintu kamar mandi yang masih tertutup.


Rehan duduk di ranjang bersenderan sambil


memainkan hpnya. Tak lama kemudian pintu terbuka menampakkan Nesya yang memakai


bathrobe dan berjalan sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


Nesya belum menyadari jika Rehan sudah ada di


kamarnya sedang memperhatikan dirinya, Nesya berjalan ke arah meja rias untuk


memakai skincare.


“Sayang,” ucap Rehan lalu memeluknya dari belakang.


“Rehan sejak kapan kami ada di sini?” tanya


Nesya kaget karena tiba – tiba Rehan sudah ada di kamarnya dan Nesya tak tahu itu.


“Aku sangat merindukanmu,” bisiknya dekat


telinga Nesya.


Nesya melepaskan pelukkan Rehan dan berdiri


dari duduknya berjalan sedikit menjauhi Rehan.


“Kenapa baru muncul Re, kemarin – kemarin


kamu kemana? Kamu juga nggak kasih kabar?” tanya Nesya menatap tajam Rehan.


Rehan yang di tatap seperti itu tahu jika


Nesya sedang marah padanya dan tak mungkin untuk saat ini Rehan mengatakan


sejujurnya, takut jika nanti Nesya marah besar.


“Maafkan aku sayang, kemarin – kemarin aku


sedang sibuk kerja, jadi nggak sempat balas pesan kamu,” ucapnya berbohong.


“Tapi sebelumnya kamu bisa kasih tahu


terlebih dahulu bisakan?” tanya Nesya dengan sedikit membentak.


“Maafkan aku sayang,” ucap Rehan sekali lagi,

__ADS_1


hanya itu yang bisa di lakukan oleh Rehan saat ini. Rehan nggak mau sampai


ketahuan saat ini juga.


__ADS_2