
Pagi hari sekali Rehan kembali ke rumahnya
untuk mandi dan berganti baju, saat Rehan mau menaiki tangga mamanya memanggil.
“Re, kamu dari mana?” tanya Maria
memperhatikan penampilan Rehan dari atas sampai bawah.
“A-aku beberapa hari ini di rumah Kalina ma,”
ucapnya dengan gugup.
“Oh, mama kira kamu berulah lagi, Re, mama
beberapa hari ini dapat telepon dari Nesya tapi mama tak mengangkatnya takut
mama salah bicara,” ucap Maria merasa bersalah kepada calon mantunya itu.
“Aku tahu ma, jadi mama nggak usah merasa
bersalah, ini salah Rehan dari awal,” ucapnya dengan menundukkan kepalanya.
“Sebaiknya kamu segera bertindak Re, mama
nggak mau membuat Nesya sakit hati lebih dalam,” ucap Maria.
“Rehan tahu ma dan Rehan juga butuh waktu
untuk memutuskan semuanya, tapi tetap Rehan nggak akan melepas Nesya. Maaf ma
Rehan harus ke kamar dulu,” ucap Rehan lalu berbalik menaiki tangga menuju
lantai dua.
Maria hanya bisa menatap punggung anaknya
menghilang dari pengliatannya. Maria mengelengkan kepalanya dan tangannya
memijat kening yang sedikit pusing.
Maria pun menuju ke halaman belakang
bergabung dengan Raina dan suaminya yang sedang asik bermain.
Sedangkan Rehan yang sudah sampai di kamarnya
langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Tak butuh waktu lama – lama Rehan keluar
kamar mandi dwngan menggunakan bathrobe menuju walk in closet. Rehan mencari baju
santai dan celana jeans, hari ini Rehan tak pergi ke kantor karena dirinya
ingin bertemu dengan Nesya.
Rehan sudah sangat merindukan kekasihnya dan
Rehan juga merasa bersalah tak memberi kabarnya ke Nesya.
“Maafkan aku sayang, tunggulah aku, aku akan segera
menemuimu,” ucap Rehan tersenyum tipis.
**
__ADS_1
DI tempat yang berbeda Nesya sedang menikmati
sarapan bersama dengan Alex. Nesya tadi bangun pagi dan memasak nasi goreng
dengan di atasnya di kasih telur ceplok mata sapi.
“Hemm … masakan kamu sangat enak Nes,” puji
Alex lalu memasukkan suapanya yang terakhir ke mulutnya.
“Makasih atas pujiannya Lex, masakkanku hanya
biasa aja, nanti setelah ini aku kembali ke apartemenku,” ucap Nesya sambil
merapikan semuanya dan tak lupa mencuci piring dan yang lainnya lalu menata
kembali di tempatnya.
“Aku antar ya,” ucap Alex, dan Nesya hanya
mengangguk dan tersenyum kepada Alex.
Alex dan Nesya berjalan bersama sambil
berbicara santai, Alex merasa senang bisa bersama dengan Nesya untuk beberapa
hari ini.
“Kamu hari ini nggak pergi kerja?” tanya
Nesya menoleh ke Alex.
“Nanti setelah aku mengantarkanmu,” ucapnya
lalu melanjutkan jalan kembali.
Nesya.
“Makasih sekali lagi Lex,” ucap Nesya.
“Iya, sama – sama, aku senang bisa membantumu
Nes,” ucap Alex dan tak lupa juga Alex berpamitan kepada Nesya untuk segera
kembali ke apartemennya.
Nesya melambaikan tangannya saat Alex pergi,
saat Alex sudah tak terlihat lagi Nesya masuk ke dalam apartemen dan langsung
menuju ke kamarnya.
Nesya masuk ke dalam kamar mandi dan
melepaskan pakaiannya, Nesya mwnyalakan shower dengan air hangat di bawah
guyuran air hangat Nesya merasakan badannya kembali rilex.
“Arrghh! Kamu kemana Re,” ucapnya sambil
berteriak.
Nesya mwngosk badannya yang bersih tanpa ada
yang cacat sedikit pun dengan sabun, Nesya memang sengaja untuk mandi berlama –
__ADS_1
lama.
Sedangkan Rehan sudah masuk ke dalam
apartemen, Rehan masuk ke dalam kamar mencari Nesya. Nesya tak ada di kamarnya
saat Rehan mau mencari ke ruangan lain Rehan mendengar suara gemercih air, yang
bertanda bahwa Nesya sedang mandi.
Rehan berjalan ke arah pintu kamar mandi
ingin melihat apakah Nesya benar sedang mandi, namun pintunya terkunci. Rehan
mendesah kasar dan kembali berjalan mendekati ranjang.
“Kenapa lama banget kamu mandinya Nes,” ucap
Rehan dalam hati sambil melihat pintu kamar mandi yang masih tertutup.
Rehan duduk di ranjang bersenderan sambil
memainkan hpnya. Tak lama kemudian pintu terbuka menampakkan Nesya yang memakai
bathrobe dan berjalan sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
Nesya belum menyadari jika Rehan sudah ada di
kamarnya sedang memperhatikan dirinya, Nesya berjalan ke arah meja rias untuk
memakai skincare.
“Sayang,” ucap Rehan lalu memeluknya dari belakang.
“Rehan sejak kapan kami ada di sini?” tanya
Nesya kaget karena tiba – tiba Rehan sudah ada di kamarnya dan Nesya tak tahu itu.
“Aku sangat merindukanmu,” bisiknya dekat
telinga Nesya.
Nesya melepaskan pelukkan Rehan dan berdiri
dari duduknya berjalan sedikit menjauhi Rehan.
“Kenapa baru muncul Re, kemarin – kemarin
kamu kemana? Kamu juga nggak kasih kabar?” tanya Nesya menatap tajam Rehan.
Rehan yang di tatap seperti itu tahu jika
Nesya sedang marah padanya dan tak mungkin untuk saat ini Rehan mengatakan
sejujurnya, takut jika nanti Nesya marah besar.
“Maafkan aku sayang, kemarin – kemarin aku
sedang sibuk kerja, jadi nggak sempat balas pesan kamu,” ucapnya berbohong.
“Tapi sebelumnya kamu bisa kasih tahu
terlebih dahulu bisakan?” tanya Nesya dengan sedikit membentak.
“Maafkan aku sayang,” ucap Rehan sekali lagi,
__ADS_1
hanya itu yang bisa di lakukan oleh Rehan saat ini. Rehan nggak mau sampai
ketahuan saat ini juga.