Cinta Om Duda

Cinta Om Duda
Nesya dan Rehan


__ADS_3

Setelah pertemuanku dengan Alex


kini aku menjadi sedikit lega karena akhirnya aku bisa mengembalikan semuanya


dimana memang semua itu bukan hak aku. Kini aku kembali ke apartemen bersama


dengan Rehan, kami berdua hanya berjalan kaki karena memangnya sangat dekat


sambil berjalan-jalan. Kami berdua bergandengan tangan hingga banyak pasang


yang melihat kami berdua mungkin karena mereka penasaran atau sebaliknya aku


juga enggak tahu akan tetapi aku sangat cuek dan menikmati hari ini yang begitu


indah.


Sampai di apartemen aku langsung


menuju ke dapur, di mana aku mengambil air dingin dan menuangkannya di gelas


karena aku benar-benar haus karena hawa panas dan terik matahari yang begitu


sangat menyengat. “Sayang, kamu lagi apa?’ tanya Rehan yang juga mengikuti ke


dapur, setelah itu dia juga meminta air minum padaku.


Kami kembali ke sofa kami istirahat


di sofa dengan aku tiduran dan paha Rehan aku jadikan bantal. “Re, kapan kita


akan ke rumah kamu, kamu juga bilang jika hari ini akan pulangkan?” tanyaku


mendongak keatas menatap Rehan, sedangkan Rehan hanya tersenyum sambil mengelus


puncak kepalaku dengan lembut.


“Nanti malam saja bagaimana? Kamu


enggak keberatan sekalian nanti kita makan malam bersama, lagi pula aku juga


sudah mengirimkan pesan pada mama dan dia juga enggak sabar menunggu untuk


bertemu dengan kamu,” ucapnya.


“Hm, baiklah. Lalu setelah ini kita


mau apa?” tanyaku kembali namun Rehan sedikit berpikir sejenak, sebenarnya aku


ingin mengajak Rehan untuk ke rumahnya sekarang saja akan tetapi dia maunya


nanti malam.


“Bagaimana kalau kita pergi ke


kamar,” ucapnya.


“Mau apa Re?” tanyaku, namun aku


juga sedikit curiga dengan ajakan Rehan ke kamar dan ya, aku sadar bahwa memang


benar Rehan mesum. Aku pun segera bangun dari tidur dan setelah itu baru Rehan


beranjak dari sofa dan langsung menyeret tanganku untuk mengajak ke kamar.


“Rehan, apa yang akan kamu lakukan?


Aku enggak mau Re,” ucapku memohon namun Rehan tak peduli bahkan kini dia juga


sudah mengunci pintu kamar dan aku hanya bisa menatap Rehan dengan tajam dan


ya, Rehan hanya tersenyum mesum.


“Ayolah sayang, kita akan


bersenang-senang sebentar. Apa kamu sangat keberatan hm?” tanya Rehan sambil


berjalan pelan mendekatiku dan aku hanya bisa berjalan mundur hingga aku


menubruk ranjang dan jatuh ke atas ranjang. Dan kini posisi Rehan sudah berada


di atasku dan menatapku dengan penuh nafsu.


“Re, ini masih siang,” ucapku,


namun itu sepertinya hanya sia-sia saja karena Rehan juga tak akan pernah peduli


dan dia juga sudah sangat menginginkannya.


“Enggak apa, aku ingin melakukannya

__ADS_1


sekarang sayang,” ucap Rehan lalu ia mencium bibirku dengan sangat rakus, aku


juga tak membalas ciumannya namun Rehan menuntutnya sehingga aku membuka


mulutku dan dia menjelajahi rongga mulutku. Aku yang terbuai akan permainan


Rehan mengalungkan tangaku di lehernya dan menikmati setiap kecupan yang dia


berikan.


Ciuman Rehan juga semakin turun


kebawah dan dia juga meninggalkan bekas di leherku yang aku yakini sangat


banyak, tangan Rehan masuk ke dalam kaos yang aku kenakan dan Rehan juga


meremas bukit kembarku yang masih terbungkus oleh bra. “Re, bisakah kita


menundanya sampai nanti malam hm?” tanyaku dengan terengah-engah, dan Rehan


menggelengkan kepalanya.


“Aku ingin melakukannya sekarang


sayang,” ucap Rehan dan kini ia mulai melepaskan baju dan juga bra yang aku


kenakan. Rehan bermain dengan bukit kembarku yang begitu sudah tegang, aku


menikmati sentuhan yang Rehan berikan, aku sudah lama tak merasakannya.


Sentuhan Rehan yang begitu memabukkan.


“Sttts, Re,” ucapku pelan.


“Ya, sayang,” ucapnya sambil


menatapku.


“Lakukan secepatnya dan jangan


menyiksaku seperti ini,” ucapku, karena aku sudah tak tahan lagi.


Namun Rehan hanya tersenyum dan


kembali memainkan area intimku hingga membuatku merasakan geli bercampur dengan


nikmat. Dan ya, kami melakukannya dimana setelah lama kita tidak melakukan dan


sore. Rehan menyuruhku untuk istirahat sebentar sedangkan dia beranjak dari


ranjang untuk pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya karena setelah


itu dia akan bekerja sebentar dan aku hanya menuruti saja.


Malam harinya aku kembali pulang


bersama dengan Nesya dan ya, Nesya di sambut oleh mama dan Raina dengan


antusias bahkan mereka berpelukan hingga aku di lupakan. Namun sebelum itu aku


mengajak Nesya untuk masuk ke dalam kamar lebih dulu dan setelah itu kita


keluar langsung menuju ke ruang makan dan di sana begitu banyak makanan yang


sudah di siapkan oleh mama untuk menyambut kedatangan Nesya.


“Akhirnya kamu kembali sayang, mama


sangat menyesali dengan apa yang telah rehan dan mama perbuat sama kamu, andai


saja waktu itu mama tak mendukukng atau menyuruh Rehan pasti kejadiannya tak


seperti ini dan sekarang mungkin sudah menikah dan memiliki anak,” ucap Maria


merasa bersalah dengan tindakan yang telah dia ambil untuk kebaikan Rehan.


Aku hanya bisa tersenyum saat mama


Rehan membicarakan masa lalu itu yang begitu menyakitkan bagiku hingga aku


harus melewati beberapa rintangan yang begitu berat bagiku. “Aku sudah maafin


tante dan lagi pula itu sudah menjadi masa lalu ma, jadi kita enggak perlu


ingat-ingat itu kembali ma, bukan begitu? Lebih baik kita makan malam lebih


dulu bagaimana aku sudah sangat laper banget,” ucapku, sedang mama dan yang


lainnya hanya bisa tertawa hingga kita makan malam bersama tanpa ada obrolan

__ADS_1


lagi.


Aku bahagia bisa kembali seperti


dulu dan bahkan aku sebentar lagi akan menjadi bagian dari mereka dan bahkan


aku harus menjadi ibu buat Raina, namun itu bukan masalah besar bagiku karena


aku akan berusaha untuk menjadi ibu terbaik untuk Raina. Setelah makan malam


selesai kami berkumpul dengan yang lainnya di ruang keluarga sedangkan aku


menemani Raina bermain dan Rehan sibuk dengan ipadnya mungkin dia masih banyak


pekerjaan yang harus dia kerjakan.


“Sayang, coba kamu lihat kamu suka


yang mana dengan dekorasinya kamu tinggal pilih saja dan mama yang akan atu


semuanya,” ucap mama Maria, dan ya. Mama memperlihatkan dekorasi untuk


pernikahanku dengan Rehan nanti dan semuanya yang akan mempersiapkan adalah


mama Maria dibantu oleh anak buahnya.


“Semuanya sangat bagus ma, tapi


Nesya suka dengan yang ini. Ada warna biru, putih, dan pink,” ucapku pada mama


dan mama juga mengangguk setuju sedangkan Rehan tak akan banyak komentar karena


memang semuanya sudah di serahkan padaku dan mama, sedangkan gaun yang di beli


kemarin di bali juga sudah di kirimkan.


“Oh, iya. Satu lagi Nesya mau pilih


mana kartu undangannya?” tanya mama Maria kembali.


Aku kembali lagi memilih warna putih


dan biru dengan warna gold, itu menurutku sangat indah dengan ada hiasan bunga.


Sederhana akan tetapi begitu terlihat mewah dan aku rasa pilihanku tak begitu


jelek-jelek banget dan kali ini mama dan Rehan juga setuju walau Rehan lebih


sibuk dengan ipadnya. Selesai membicarakan semuanya aku mengantarkan Raina ke


kamarnya hingga menunggunya tertidur, lalu aku baru meninggalkan dan masuk ke


dalam kamar Rehan dan melihatnya kini sibuk dengan hpnya.


“Kenapa belum tidur memangnya


enggak capek hm,” ucapku sambil berjalan mendekati ranjang dan duduk di samping


Rehan.


Rehan menaruh hpnya kembali ken


akas dan menatapku sambil tersenyum. “Tidak, bagaimana kalau kita melanjutkan


aktifitas yang tadi siang,” ucap Rehan.


Aku menatapnya dengan tajam,


“Tidak, Re. aku lelah dan sebaiknya kita istirahat saja dan besok kamu harus


pergi ke kantor bukan?” tanyaku.


“Ayolah


sayang, aku masih menginginkannya,” ucap Rehan memohon, akan tetapi aku


membaringkan tubuhku dan membelakangi Rehan. Hingga Rehan ikut tidur dan


memelukku dari belakang, aku juga mendengarkan Rehan mendengkur dan pertanda


dia sudah tertidur. Aku tersenyum kecil, terkadang sikap Rehan yang seperti


anak kecil yang suka memaksa jika tak di beri namun aku benar-benar lelah


dengan permainan tadi siang dimana Rehan tak bisa di hentikan dan baru berhenti


saat sore harinya. Mau bagaimana Rehan aku tetap mencintainnya dan hanya dia


yang bisa menerimaku apa adanya dan bahkan dia juga telah tahu segalanya

__ADS_1


tentang diriku. Bagiku tuhan sangat baik karena telah mengirimkan sosok lelaki


yang begitu sayang kepadaku dan juga perhatian.


__ADS_2