Cinta Om Duda

Cinta Om Duda
Nesya dan Alex


__ADS_3

Pagi ini Nesya sarapan pagi dengan Alex, mereka hanya sarapan berdua saja. Suasana indah nan sejuk dan deburan ombak di pantai membuat suasana menjadi lebih tenang.


“Hari ini kamu bisa jalan-jalan dekat sini dan besoknya baru aku temani, soalnya hari ini aku masih banyak kerjaan yang harus aku selesaikan,” ucap Alex.


Nesya hanya mengangguk sambil tersenyum,”baiklah, semangat kerjanya untuk hari ini,” ucap Nesya.


Alex pun menyudahi sarapan paginya dan segera berangkat ke kantor, tak lupa juga berpamitan dengan Nesya. Nesya juga mengantarkan Alex sampai depan rumah sambil melambaikan tangannya saat Alex melajukan mobilnya.


Nesya kembali ke dalam untuk membereskan bekas sarapan mereka tadi, Nesya senang akhirnya bisa menghirup udara segar dan menenangkan pikirannya walaupun hanya sejenak.


“Nona, biar bibi saja yang membereskan semuanya,” ucap pelayan yang terlihat sudah paru baya namun masih terlihat sangat sehat.


Nesya tersenyum,”nggak apa Bi, ini hanya pekerjaan mudah jadi Bibi bisa mengerjakan yang lainnya saja,” ucap Nesya.


“Tapi nona nggak apa-apa, nanti bagaimana kalau tuan Alex tahu pasti Bibi di marahin,” ucap Bibi.

__ADS_1


Nesya kembali meletakkan piring kotor itu ke meja dan memegang lengan Bibi pelan,”nggak akan Bi, lagian Alex nya juga sudah berangkat kerja. Jadi nggak apa biar Nesya saja yang membersihkan semuanya dan Bibi mengerjakan yang lainnya,” ucap Nesya.


“Baiklah nona, kalau begitu saya akan kembali ke depan untuk membersihkan halaman depan dan menyirami tanaman,” ucap Bibi.


Nesya mengangguk dan tersenyum, lalu kembali mengerjakan pekerjaannya sambil bersenandung kecil.


Sehabis selesai mencuci piring, Nesya jalan-jalan keluar villa. Nesya di dekat pantai melihat deburan ombak yang begitu bising dengan kicauan burung-burung yang bertebrangan.


Nesya merentangkan kedua tangannya sambil menghirup nafas,”Hah! Sangat sejuk dan bikin tenang.”


“Apa nona memiliki masalah,” ucap seseorang tiba-tiba.


Nesya menoleh ke samping melihat bibi yang sudah ada di sampingnya,”Bibi, bikin kaget Nesya saja.”


“Maaf nona tadi bibi mendengarkan perkataan nona dan sepertinya nona sedang banyak masalah dan kabur ke sini,” ucap Bibi.

__ADS_1


Nesya menghela nafas panjang dan menatap kembali bibi,”Bi, apa Nesya salah jika Nesya tetap egois mencintai laki-laki yang sudah menikah karena memang Nesya tak tahu jika laki-laki itu sudah menikah kembali dengan mantan istrinya. Awalnya laki-laki itu bilang jika sudah bercerai namun pada kenyataan mereka menikah lagi walaupun hanya secara siri.”


“Cinta nona tak salah kepada laki-laki itu, namu laki-laki itu lah yang tega kepada nona. Tapi bibi sarani lebih baik nona meninggalkan laki-laki itu dari pada nantinya nona terkena masalah,” ucap bibi, tersenyum sambil memegang pundak Nesya dengan pelan.


“Jujur bi, Nesya sangat mencintainya walaupun kemarahan dan kebencian yang aku ungkapkan namun pada kenyataannya aku tetap saja tak bisa berpaling darinya.”


“Kenapa nona tak mencobanya membuka hati untuk tuan, siapa tahu jika nona membuka hati nona pelan-pelan untuk tuan maka nona akan segera melupakan laki-laki itu.”


Nesya terdiam sejenak memikirkan apa yang di katakan oleh bibi ada benarnya juga, apa lagi di sini dirinya tinggal dengan Alex satu atap dan tak menutup kemungkinan cinta yang lama akan tumbuh kembali.


“Akan aku pikirkan lagi soal itu bi, apa bibi mau menemani Nesya jalan-jalan?”


Bibi mengangguk dan menampilkan senyum,”Tentu nona dengan senang hati bibi akan menamni nona.”


Nesya dan bibi berjalan di pinggiran pantai dengan sesekali mereka bermain air, banyak para pengunjung dari villa lain berdatangan kepantai hanya untuk berjemur atau berenang. Di sini juga banyak bule-bule yang sedang berjemur di bawah teriknya matahari yang sudah mau meninggi sebentar lagi.

__ADS_1


__ADS_2