
Dokter keluar dari ruangan UGD, dan Alex pun segera beranjak dari duduknya,”Bagaimana keadaan istri saya dok?”
Dokter Margaretha pun memegang pundak Alex dengan pelan,”Maaf tuan, bayi yang ada di kandungan istri anda tak bisa kami selamatkan. Karena kandungan istri tuan sangat lemah,” ucap dokter Margaretha.
“Apa? Lalu bagaimana dengan keadaan istri saya?” Alex benar-benar sangat khawatir.
“Maaf kami juga sudah berusaha sebisa kami dan untuk nona Nesya dia baik-baik saja dan kita hanya menunggu dia sadar, tuan yang sabar ya,” ucap dokter Margaretha.
Alex hanya bisa menganggu dan setelah itu pun dokter pergi meninggalkan Alex, dan Alex segera masuk ke dalam ruangan untuk melihat keadaan Nesya saat ini. Alex duduk di samping tempat tidur Nesya.
“Sayang, maafkan aku yang tak bisa menjaga kamu,” ucapnya, Alex hanya bisa memandangi wajah pucat Nesya, bagaimana pun Nesya dirinya masih mencintai Nesya walaupun dirinya pernah menyakitinya entah kenapa perasaan cintanya kepada Nesya masih kuat.
Alex mengusap wajah Nesya dengan lembut, walaupun Nesya sedang sakit tetap saja Nesya terlihat sangat cantik. Alex tersenyum,”Kenapa kamu menjadi begini Nes, apa yang sebenarnya terjadi?”
Dengan sangat setia Alex tetap menjaga Nesya dengan duduk berada di sampingnya menunggu Nesya kembali sadar.
Di tempat yang berbeda Kalina dan Alton di kamar penyekapannya sedang melakukan enak-enak namun kenyataannya Kalina dihujam Alton dengan kejam dan keras hingga membuat Kalina menjerit kesakitan dan Alton hanya tertawa senang.
__ADS_1
“Bagaimana baby? Ini sangat menyenangkan bukan, aku akan memuaskan kamu tenang saja,” ucap Alton sambil tertawa membahana memenuhi ruangan kamar itu.
“Dasar brengsek,” ucap Kalina mengumpat sambil menahan sakit yang ia terima.
Alton yang sedang senang hati melakukan ini hanya tertawa dan menikmati permainannya seperti orang sedang kerasukan setan, Alton juga tak tangung-tangung menampar pantat Kalina dengan kencang.
“Aww, sakit!” teriak Kalina sambil mengeluatkan air matanya, Kalina memang tak bisa bergerak karena tangannya masih ditali dan dia hanya bisa pasrah saja.
Setelah Alton puas kini bergantian dengan anak buah Alton, entah sudah digilir berapa kali hingga membuat Kalina tak sadar dan meregang nyawanya karena pendarahan. Selanjutnya mereka tinggal menunggu kabar dari Alex.
“Bagus, bawa mayatnya kehadapan orang tuanya dan buat orang tuanya bangkrut seketika hingga menjadi pengemis,” ucap Alex dari sebrang telepon.
“Ok, aku harap kamu tak akan melakukan hal keji ini lagi Lex. Aku hanya takut jika wanitamu mengetahui ini dan akan menjauhimu,” ucap Alton menasehati.
“Diamlah Al lebih baik kamu kerjakan tugasmu itu,” ucap Alex dari sebrang telepon, dan Alex juga mematikan panggilannya sepihak.
“Hah! Dasar bocah sialan ini selalu bikin repot saja,” ucap Alton sambil menatap panggilan teleponnya yang sudah mati.
__ADS_1
Alton hanya menghela nafa panjang dan segera menyuruh anak buahnya membereskan kekacauan ini agar tak ada jejak sama sekali, dan selanjutnya Alton akan membereskan sisanya.
Sedangkan Alex yang menerima telepon dari Alton terlihat senang dan menatap Nesya yang masih belum sadar,”Untuk saat ini tak akan ada yang menyakitimu lagi sayang.”
Alex berjalan mendekat dan mencium kening Nesya dengan lembut,”Aku harap suatu hari nanti kamu akan menerimaku kembali dalam hidupmu sayang.”
Bibi hanya tersenyum melihat tuan dan nonanya itu terlihat romantis walaupun bibi tak tahu hubungan seperti apa yang mereka jalani namun tuannya itu sangat sayang terhadap nona Nesya yang kini terbaring di ranjang rumah sakit.
“Bi, bibi bisa kembali ke rumah karena sekarang biar saya saja yang menjaga Nesya,” ucap Alex.
“Baik tuan, jika tuan membutuhkan saya maka telepon saja bibi tuan,” ucap Bibi
Alex mengangguk dan tersenyum,”Iya bi, bibi hati,hati di jalan,” ucap Alex.
Bibi pun bergegas pergi meninggalkan tuan dan nonanya itu, dan tak lupa juga menutup pintunya kembali. Sedangkan Alex kembali duduk di samping Nesya, Alex mengambil kedua tangan Nesya dan mengelus punggung tangannya.
“Cepat sembuh sayang, aku tak mau melihatmu sakit begini,” ucap Alex.
__ADS_1