Cinta Om Duda

Cinta Om Duda
Nesya


__ADS_3

Pagi ini aku sudah bersiap dan juga sudah rapi dengan mengenakan dress peach dengan motif bunga. Lalu setelah itu aku keluar dari kamar dan di meja makan sudah ada Alex yang sudah duduk menungguku sambil memegang ipadnya. Aku duduk di samping Alex dan saat itu pula Alex menoleh ke arahku dan tersenyum.


“Hari ini kamu sangat cantik sayang,” ucapnya memuji ku dan aku hanya tersenyum sambil mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk Alex.


“Terima kasih Lex, hari ini aku jadi pergi,” ucapku sambil memberikan Alex piring yang sudah berisi makanan itu dan dia hanya mengangguk.


“Iya, tapi kamu harus hati-hati ya. Bagaimana kalau kamu pergi diawasi bkdyguard aku, aku tak mau jika kamu sampai kenapa-napa Nes,” ucap Alex yang menghawatirkan aku, dan aku rasanya sangat sebal karena dengan di awasi bodyguard itu rasanya tak enak dan tidak leluasa melakukan apa saja karena akan banyak orang yang melihatku seperti orang penting atau tanggapan yang lainnya.


Aku meraih tangan Alex dan mengusapnya dengan lembut,”Percayalah aku tak akan kenapa-napa Lex, lagi pula aku juga di temani bibi kan jadi kamu tak usah khawatir,” ucapku meyakinkan Alex agar tak memaksaku lagi. Alex hanya mendesah dan menganggukkan kepalanya. Lalu kami menikmati sarapan bersama dengan hening tak ada obrolan sama sekali.

__ADS_1


Setelah selesai sarapan aku mengantarkan Alex sampai depan villa dan tak lupa Alex juga selalu mencium keningku dengan lembut setelah itu Alex masuk kedalam mobilnya lalu melajukan mobilnya meninggalkan villa, aku juga melambaikan tanganku. Melihat mobil Alex yang sudah tak terlihat lagi aku kembali masuk ke dalam, namun saat aku baru melangkahkan kaki ku masuk kedalam sudah ada orang yang memanggilku. Ya, seorang wanita cantik dan berambut pirang seperti keturunan chinese yang sama seperti Alex dan aku pun menghampirinya.


“Maaf apa sebelumnya kita pernah kenal?” tanyaku pada wanita yang saat ini berada di depanku.


Wanita cantik itu mengulurkan tangannya kepadaku dan mau tak mau aku juga menyambut uluran tangan itu,”Perkenalkan namaku Adeline, aku kesini untuk mencari Alex,” ucapnya dengan ramah tak lupa juga senyuman manisnya.


“Siapanya Alex? Dan kenapa anda juga mengenal nama saya,” ucapku dengan masih sopan.


“Ya, ada perluh apa? Biar nanti saya sampaikan pada Alex,” ucapku.

__ADS_1


“Maaf sebelumnya jika kedatangan aku kesini mungkin akan mengacaukan segalanya tapi karena ini terpaksa aku lakukan karena Alex harus bertanggung jawab pada anak yang aku kandung sekarang,” ucap wanita yang bernama Adeline itu sambil menangis di depanku. Aku yang mendengar semua itu merasa sangat kaget dan merasa di khianati oleh Alex. Bagaimana tidak selama ini Alex selalu meyakinkan aku tali kenyataannya berbeda kini Alex menghamili wanita lain dan itu membuat hagiku sakit.


Setelah kepergian wanita itu aku kembali masuk ke dalam dan duduk di sofa ruang tamu, aku terduduk di sofa dan masih berusaha menengkan diriku. Awalnya aku ingin pergi bersama dengan bibi namun aku urungkan karena suasana hatiku yang tidak baik, ingin rasanya aku menelpon Alex namun tak mungkin rasanya karena tadi Alex bilang jika pagi ini Alex ada meeting penting, aku hanya mendesah kesal.


“Ada apa nona Nesya? Apa terjadi sesuatu?” tanya bibi yang kini sudah duduk tak jauh dariku.


Aku menatap bibi dengan mata berkaca-kaca,”Bi, tadi ada wanita bernama Adeline ke sini dia meminta pertanggung jawaban kepada Alex karena telah menghamilinya,” ucapku lalu air mataku jatuh begitu saja.


“Adeline? Setahu saya nona Adeline ada di London beberapa tahun ini dan guan Alex tak pernah bertemu dengannya lagi karena tuan Alex juga tak terlalu menyukai nona Adeline. Memang mereka dulu di jodohkan namun tuan Alex selalu menolaknya nona,” ucap bibi.

__ADS_1


Aku hanya memicingkan mataku tak percaya, dan mana yang hafus aku percaya bibi atau wanita itu? Hah, ini sangat membuatku muak. Aku sepeti wanita bodoh yang selalu di bodohi oleh laki-laki dan sialnya aku sudah mengasih mereka kenikmatan. Memang itu dulu pekerjaanku yang selalu kasih kenikmatan pada laki-laki hidung belang yang berani membayarku tinggi maka aku akan melayaninya sampai puas. Aku pun beranjak dari sofa meninggalkan bibi yang masih menatapku bingung dan aku juga enggan membahas soal wanita itu dan Alex yang entah memiliki hubungan seperti apa.


__ADS_2