Cinta Om Duda

Cinta Om Duda
Welcome Bali


__ADS_3

Nesya dan Anton sudah ada di bandara, Nesya hanya membawa satu koper yang berisi baju dan yang lainnya yang di perluhkan. Ya, Nesya sebelum ke bandara pulang ke apartemen Alex untuk mengambil baju dan keperluannya lainnya untuk di bali. Anton juga sudah kasih kabar ke Alex jika hari ini Nesya akan menyusulnya ke Bali dan betapa bahagianya Alex mendengarnya karena pada awalnya Nesya menolak untuk diajak bersamanya.


“Nggak ada yang tertinggalkan?” tanya Anton.


“Nggak Ton, makasih ya,” ucap Nesya tersenyum menoleh ke Anton.


Anto mengangguk,”tak perlu berterima kasih Nes, itulah gunanya sahabat. Oh iya, selama di sana hati-hati ya, apa lagi dengan Alex orangnya suka jahil,” ucap Anton lalu terkekeh geli.


Keberangkatan Nesya mengkin sebentar lagi, dan kali ini Anton dan Nesya berpisah. Nesya berjalan memasuki pesawat, Nesya sudah lupa dengan perkataannya tadi pagi dengan Rehan bahwa dirinya akan kembali pulang ke rumah namun kenyataannya Nesya justru pergi meninggalkan Rehan.


Nesya duduk di dekat jendela dan tersenyum,”mungkin ini saatnya aku untuk pergi jauh darinya,” ucap Nesya pelan. Lalu Nesya mengambil hpnya dan segera menggantikan nomor hpnya agar Rehan tak bisa menghubunginya kembali. Nesya mengubah hpnya jadi notifikasi pesawat.


Mungkin penerbangan ke Bali kurang lebih satu jam, Nesya menatap keluar jendela saat pesawat sudah mulai terbang.


“Selamat tinggal Jakarta dan selamat datang Bali. Maafkan Nesya belum bisa kembali ke kampung Yah, Bu,” ucap Nesya pelan.


Mungkin kehidupan yang tadinya sangat indah Nesya bayangkan saat bersama dengan Rehan dan membangun keluarga yang bahagia namun kenyataan pahit yang harus di terima oleh Nesya berbanding terbalik. Hanya luka yang sangat dalam yang Rehan berikan kepada Nesya.

__ADS_1


“Semoga kamu bahagia dengan kehidupan barumu, aku tak akan menganggumu lagi. Selamat tinggal dan terima kasih,” ucap Nesya dalam hati sambil menghela nafas panjangnya.


Nesya menahan agar air matanya tak keluar dari kelopak matanya, dirinya harus kuat menghadapi kenyataannya. Mungkin nanti di Bali dirinya bisa menemukan kebahagian.


Nesya sudah sampai di bandara Ngurah Rai, Bali. Nesya langsung berjalan keluar dari bandara menuju ruang tunggu biasa orang-orang menunggu jemputan. Nesya sudah menghubungi Alex jika dirinya sudah sampai di Bali dan Alex juga akan segera menjemputnya. Alex juga menyuruh Nesya untuk menunggunya.


“Kenapa di sini panas sekali,” ucap Nesya sambil mengibaskan rambutnya.


Nesya tersenyum akhirnya sampai juga di Bali, dan ini saatnya mulai kehidupan baru dan melupakan Rehan.


“Nesya semangat, kamu bisa dan tunjukkan kepada mereka kamu bisa,” ucapnya kembali. Nesya kembali melihat notifikasi di hpnya namun Alex juga belum mengirimkan pesan.


Saat itu pula Nesya melihat Alex yang berlari menghampirinya, Nesya pun tersenyum dan beranjak dari duduknya lalu melambaikan tangannya.


“Alex, di sini,” panggil Nesya sambil terus melambaikan tangannya.


“Hah! Beruntung kamu nggak apa-apa?” tanya Alex tersenyum.

__ADS_1


Nesya tersenyum lalu memeluk Alex,”aku baik-baik saja, hanya saja aku terlalu lama menunggumu,” ucap Nesya lalu melepaskan pelukkannya.


“Maaf, kalau begitu ayo. Kita segera ke villa ku agar kamu bisa cepat istirahat,” ucap Alex.


Alex juga membantu Nesya membawakan koper milik Nesya, mereka berdua berjalan menuju parkiran dimana Alex memarkirkan mobilnya.


“Apakah jauh villanya dari bandara?” tanya Nesya menoleh ke Alex.


“Lumayan, tapi aku pasti akan menyukai dan betah tinggal di villaku,” ucap Arthur, lalu membantu Nesya membukakan pintu untuk Nesya.


Arthur menaruh koper Nesya di bagasi mobil, lalu setelah itu Alex masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan bandara.


“Maaf, aku bikin repot kamu lagi,” ucap Nesya.


Alex menoleh dan tersenyum,”aku tak merasa di repotkan oleh kamu Nes, aku senang jika kamu berada di sampingku,” ucap Alex. Alex mengambil tangan Nesya dan mencium punggung tangan Nesya.


“Aku sangay bahagia saat Anton kasih kabar ke aku jika kamu akan ke Bali,” ucap Alex sambil fokus ke depan.

__ADS_1


Nesya hanya mengangguk dan menatap Alex,”aku senang bisa memiliki sahabat sepertimu yang perhatian,” ucap Nesya.


Lagi-lagi Alex hanya mengangguk dan kembali mencium punggung tangan Nesya.


__ADS_2