Cinta Om Duda

Cinta Om Duda
Nesya dan Rehan


__ADS_3

Rehan bangun pagi sekali dirinya segera membersihkan


badannya, tak butuh waktu lama untuk mandi Rehan segera mencari pakaiannya di


walk in closet. Rehan mencari kemeja setelan kerjanya, sedangkan Nesya masih


tertidur pulas.


Jam sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi, Rehan


membangunkan Nesya dengan mencium kening, hidung dan bibir Nesya sehingga


membuatnya terbangun.


Nesya tersenyum saat membuka matanya ada


Rehan sedang menciuminya,” Re, kenapa?” tanya Nesya khas bangun tidurnya.


“Sayang aku mau berangkat kerja,” ucapnya


dengan tersenyum.


Nesya langsung terduduk,” memangnya ini sudah


jam berapa? Kenapa tak bangunkan aku Re, aku kan bisa buatin kamu saeapan,”


ucap Nesya.


Rehan hanya mengelengkan kepalanya dengan


masih tersenyum,” nggak usah sayang, aku buru – buru, ini baru jam 06.00 pagi


sayang kamu bisa kembali tidur lagi, kamu pasti masih capekkan,” ucap Rehan


mengelus pipi Nesya dengan lembut.


“Baiklah, kalau begitu nanti jangan lupa


sarapan di kantor ya,” ucap Nesya lalu mencium bibir Rehan dengan lembut.


Rehan hanya mengangguk dan mencium kening


Nesya, Rehan pergi meninggalkan Nesya sendiri di apartemen, memang Rehan harus


masuk ke kantor karena akan ada meeting penting.


Nesya turun dari ranjang lalu menuju kamar mandi


untuk membersihkan badannya agar kembali fress, mungkin pagi ini dirinya akan


menemui Alex untuk menayakan pekerjaan yang kemarin sempat ia minta.


Nesya mengenakan dress selutut warna pink dan


di padukan dengan make up natural.


“Lex, apa hari ini kamu kerja?”Nesya mengirimkan pesan kepada Alex sebelum dirinya pergi menemuinya.


Nesya menaruh hpnya di ranjang dan pergi

__ADS_1


keluar kamar untuk pergi ke dapur mengambil minum karena merasakan haus.


Setelah itu Nesyq kembali ke kamarnya dan melihat hpnya ternyata belum ada


balasan dari Alex.


Nesya pun memutuskan untuk pergi saja untuk


menghilangkan kejenuhannya. Nesya berjalan ke arah lift dan memencet tombol


lift turun ke bawah.


“Argghh! Kenapa badanku masih merasa pegal –


pagal saja,” ucapnya pelan.


Nesya berada di dalam lift sendirian sambil


memainkan hpnya, dan tak lama pintu lift terbuka. Nesya berjalan keluar lobby


apartemen dan menunggu pesanan taksi onlinenya datang.


Tak lama taksi online pesanan Nesya datang,


Nesya masuk ke dalam dan taksi itu pun meninggalkan pelataran apartemen yang


Nesya tinggalin.


Tingg … suara notifikasi hp Nesya berbunyi,


Nesya pun langsung membuka pesan dari Alex.


“Baiklah, nanti kita ketemuan bisa?” Nesya mengirimkan balasan kepada Alex.


“Tentu, kita mau ketemu dimana?” Alex dengan cepat membalasnya.


“Nanti aku serlok kamu.”


“Ok.”


Nesya memasukkan kembali hpnya kedalam tas


dan tak membalas pesan dari Alex.


Sesampainya di Mall yang terkenal di Jakarta,


Nesya turun dari taksi, Nesya berjalan masuk ke dalam.


“Akhirnya aku bisa menghirup udara bebas,”


ucapnya dengan lirih dan sudut bibirnya menyungingkan senyum manisnya.


Nesya berjalan sambil melihat setiap toko


yang menjual berbagai macam mulai dari baju dan tas dengan harga yang pantastis.


Nesya bisa saja membeli itu semua dengan menggunakan kartu yang di kasih oleh


Rehan.

__ADS_1


Nesya memasuki toko kosmestik yang menjual


berbagai merek terkenal, Nesya memilih satu persatu yang di butuhkan. Setelah


cukup memilihnya Nesya langsung ke kasir dan segera membayarnya.


Setelah itu Nesya memasuki ke toko baju,


Nesya melihat – lihat dan mengambil yang ingin di belinya.


“Mbak, ini ada yang warna lain?” tanya Nesya


kepada pekerja wanita yang jaga.


“Sebentar ya, coba saya carikan di dalam,”


ucap pekerja itu, Nesya mengangguk sambil menunggu Nesya kembali memilih baju


yang lainnya.


Tak lama menunggu pekerja itu kembali dengan


membawa baju yang di minta Nesya dengan beberapa warna, Nesya lalu memilih


salah satu dan langsung menuju ke kasir untuk membayarnya.


Tingg … hp Nesya berbunyi pertanda ada chat


masuk, Nesya pun langsung mengambil hp dan segera membuka.


“Nes, ini aku sudah mau balik dari kantor,


kita mau bertemu dimana?” Alex mengirimkan pesan


ke Nesya dan Nesya pun segera membalasnya.


“Kita bertemu di restoran xx, kita makan


siang bersama.”


Nesya memasukkan kembali hpnya ke dalam tas


dan segera keluar dari toko menuju ke restoran yang Nesya kasih tahu Alex untuk


janjian bertemu di sana.


Nesya berjalan turun kebawah dengan


menggunakan lift, Nesya membawa dua paper bag yang berisi barang belanjaannya.


Nesya keluar Mall menuju restoran di mana restoran itu berada karena masih


bergabung dengan bangunan Mall.


Nesya langsung masuk dan duduk di bangku


kosong, dan di sana Nesya juga memesan minuman terlebih dahulu untuk membasahi


tengorokannya yang kering.

__ADS_1


__ADS_2