
Rehan dan Nesya keluar dari dalam mobil mereka sudah sampai di rumah keluarga Rehan, Rehan mengandeng Nesya masuk ke dalam rumah, sampai di ruang tamu ada Maria yang sedang duduk sendirian membaca majalah.
“Ma, gimana keadaan Raina?” tanya Rehan.
Maria menoleh kebelakang melihat kedatangan Rehan dan juga seorang wanita cantik, Maria hanya tersenyum tipis membalas senyuman Nesya.
“Rupanya kamu pulang juga, keadaan Raina sudah baikan dan dia juga sudah tidur,” ucap Maria.
Rehan mengajak Nesya duduk di sofa bergabung dengan Maria. “Ma, kenalin ini Nesya, Nesya ini kekasih Rehan,” ucap Rehan menjelaskan kepada Maria.
“Malam tante, saya Nesya,” ucap Nesya sopan dengan mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Maria, dan Maria pun menyambutnya dengan baik.
__ADS_1
“Iya, saya Maria mama Rehan, senang bisa bertemu dan berkenalan denganmu Nesya,” ucap Maria dengan senyuman manisnya.
Rehan merasa lega karena mamanya tak cuek ataupun berbicara yang tidak enak kepada Nesya dan itu membuat Rehan sedikit tenang.
“Ma, malam ini Nesya boleh tidak menginap di sini?” tanya Rehan dengan sedikit pelan dan hati hati,” ucap Rehan menunggu jawaban dari sang mama.
“Oke, boleh saja Nesya bisa mengunakan tempat tidur tamu, dan mama akan mengantarkannya,” ucap Maria, lalu Maria mengajak Nesya ke lantai dua dengan menaiki tangga dan juga di ikuti Rehan di belakangnya untuk melihat keadaan anaknya.
Kamar tamu tak jauh dari tempat tidur Rehan dan Raina, jadi malam nanti Rehan mempunyai kesempatan untuk menyelinap ataupun mengajak Nesya tidur di kamarnya.
“Boleh tante, tante mau tanya apa?” tanya balik Nesya kepada Maria.
__ADS_1
“Kamu sudah kenal Rehan lama?” tanya Maria menatap Nesya, lalu Maria mengajak duduk Nesya di tepi ranjang dan Nesya pun menceritakan semuanya di mana dirinya bisa bertemu dengan Rehan dan hubungan mereka terlampau lewat jauh.
Maria menjadi pendengar yang baik, Maria merasa marah kepada anak laki – lakinya kenapa dirinya berbuat jauh, baru saja berulah dengan mantanya dan dirinya tahu dan sekarang masalah baru yang di ciptakan oleh Rehan bahkan ini sudah masalah serius, Rehan menghamili anak orang hingga keguguran.
“Maafkan Rehan, sekali lagi tante minta maaf atas nama Rehan, Nesya apa kamu benar – benar serius mencintai Rehan atau hanya terpaksa?” tanya Maria.
“Maaf tante Nesya sendiri juga masih bertanya – tanya tentang diri Nesya, apakah Nesya memang mencintai Rehan dengan tulus atau tidak, tapi Nesya juga kadang merasa marah bahkan bisa di bilang cemburu jika Rehan dekat dengan wanita lain, namun Nesya sadar Rehan memiliki mantan istri dan mungkin juga masih mencintainya, apa lagi dengan umur kita yang jauh perbedaannya, namun jujur saja selama ini Nesya tak pernah memanfaatkan Rehan dan Rehan sendiri yang membelikan barang – barang mewah,” ucap Nesya panjang lebar menjelaskan semuanya agar Maria tak salah paham dan mengecap Nesya jelek, memang Nesya sudah jelek dalam pergaulannya tapi itu jangan sampai Maria tahu.
“Iya tante tahu, lebih baik kamu istirahat saja dulu, tante mau siapin makan malam buat kita,” ucap Maria, lalu tangan yang satunya mengelus rambut Nesya dengan lembut.
Maria meninggalkan Nesya sendirian di kamar, Nesya merebahkan badanya di ranjang, Nesya masih merasakan badanya pegal – pegal karena Rehan terlalu bersemangat apa lagi tadi dirinya baru berhenti di sore hari.
__ADS_1
Rehan masuk kedalam kamar Nesya yang sedang tertidur, Rehan membangunkan Nesya untuk di ajak makan malam bersama dengan keluarga Rehan. Keluarga Rehan menyambut Nesya dengan baik, dan mereka semua juga sangat ramah, menyapa Nesya dengan sopan.
Setelah makan malam mereka kembali ke kamar masing – masing begitu juga dengan Rehan dan Nesya, Rehan menyeret Nesya ke dalam kamarnya, lalu Rehan segera mengunci pintu kamarnya dengan cepat. Nesya di jatuhkan oleh Rehan ke ranjang ukuran king sizenya itu, Rehan mulai mencium bibir Nesya dan mencumbu Nesya dengan lembut. Lagi – lagi mereka melakukan olaharaga kembali, padahal tadi siang mereka sudah melakukannya dan sekarang Rehamn meminta lagi dan Nesya tak bisa menolaknya.