
Hari pertama sebagai tunangan Alex, Nesya bangun pagi dan menyiapkan sarapan pagi untuk mereka dengan di bantu bibi. Nesya memasak nasi goreng dan juga ikan serta ayam yang di goreng. Biasanya Nesya hanya akan membuat roti panggang untuk sarapan namun kali ini ia ingin masak yang berbeda dan sekaligus untuk bekal Alex bawa ke kantor.
“Seharusnya nona tak perlu repot memasak biar bibi saja yang masak pasti nanti tuan akan marah pada bibi,” ucap bibi yang sedang mencuci ayam dan ikannya lalu setelah itu di kukus terlebih dahulu dengan sudah di bumbui.
Nesya hanya menoleh dan tersenyum pada bibi,”Bibi tak usah khawatir biar nanti Nesya yang bilang pada tuan, lagi pula Nesya juga ingin memasak sarapan pagi untuk Alex bibi jadi bibi tak usah khawatir kalau kena marah nanti Nesya yang bakal bicara,” ucap Nesya sambil melanjtkan mengaduk-aduk nasi gorengnya gar bumbumnya tercampur.
Sedangkan di kama Alex masih tertidur dengan menggunakan celana boxer, hari ini Alex ada pertemuan dengan klien dari Jakarta dan ia juga tak boleh terlambat. Alex membuka matanya dan langsung menatap jam yang sudah menunjukkan pukul 07.30, Alex segera bergegas ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap untuk pergi ke kantor.
Nesya dengan di bantu bibi menyiapkan semuanya di meja dan Nesya juga tak lupa membuatkan Alex secangkir kopi hitam kesukaannya, Nesya tahu itu jika setiap sarapan pasti Alex meminum kopi hitam dan setelah semuanya selesai, Nesya yang berniat ingin menghampiri Alex di kamarnya namun Alex sudah keluar dan menuju kea rah dapur.
“Pagi,” ucap Nesya sambil tersenyum menatap Alex, dan Alex pun membalas senyuman Nesya dan berjalan mendekati Nesya lalu mencium kening Nesya dengan lembut.
__ADS_1
“Pagi juga sayang,” ucap Alex dan setelah itu Alex menyeret salah satu kursi dan langsung duduk melihat banyak makanan yang sudah siap di meja.
“Kamu mau sarapan pakai apa?” tanya Nesya sambil mengambil piring milik Alex dan mengisinya dengan nasi goreng.
“Aku mau ayam gorengnya saja, ini bibi yang masak banyak? Tumben ada acara apa?” tanya Alex menoleh ke bibi sedangkan bibi itu pun tersenyum.
“Maaf tuan tapi yang masak bukan bibi tapi nona Nesya katanya ingin masakin sarapan pagi buat tuan,” ucap bibi, dan Alex pun menoleh kea rah Nesya yang memberikan piringnya yang sudah terisi nasi goreng dan ayam goreng.
Nesya menghela nafas sejenak dan menatap Alex,”Nggak apa Lex, aku ingin melakukannya, buruan cobain masakan aku,” ucap Nesya.
“Aku tahu masakan kamu sangat enak sayang, terima kasih,” ucap Alex lalu menyendokkan makanannya dan menyuapkannya kedalam mulut. Mereka menikmati sarapan pagi bersama dengan bibi, hanya suara dentingan piring dan sendok yang terdengar tak ada obrolan saat mereka makan.
__ADS_1
Setelah mereka selesai makan, Nesya menyiapkan juga bekal untuk Alex bawa kekantornya, dengan senang hati Alex membawa makanan yang di masak oleh Nesya. Nesya mengantarkan Alex sampai depan villa, Nesya melambaikan tangannya saat Alex melajukkan mobilnya meninggalkan pelataran villa yang mereka tempati.
Nesya kembali masuk ke dalam rumah dan menuju ke kamarnya meraih hpnya dan memainkan game yang ada di hpnya, entah takt ahu apa lagi yang di kerjakan oleh Nesya, dirinya juga sedikit bosan karea setiap harinya juga cuma berada di villa.
“Hah! Apa yang harus aku lakukan, aku muak mbermain game dan hanya tiduran di atas ranjang,” ucapnya dengan pelan lalu membuang hpnya dan beranjak dari ranjang menuju balkon.
Nesya menatap langit yang mendung dan hujan rintik-rintik pun turun membasahi tanah, Nesya merentangkan tangannya kedepan dan kedua tangannya itu pun basah, Nesya tersenyum dan mengingat kembali tentang Rehan. Lagi dan lagi Rehan, kenapa dirinya tak bisa melupakan Rehan walaupun dirinya sudah bertunangan dengan Alex.
“Bagaimana keadaan kamu sekarang?” ucapnya, dan menatap ke atas melihat hujan yang semakin deras saja.
“Maafkan aku, maaf atas semua yang telah aku perbuat kepadamu tapi bukannya kamu yang harus minta maaf kepadaku,” ucapnya ambigu, Nesya berjalan dan duduk di kursi yang berada di balkon.
__ADS_1
“Sangat lucu bukan? Karena dunia ini mempermainkan aku,” ucapnya kembali.