Cinta Om Duda

Cinta Om Duda
Nesya, Alex dan Rehan


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan malam Nesya dan Alex baru saja keluar dari hotel untuk mencari makan malam di luar, mereka berjalan bergandengan tangan dengan angin malam meniup rambut Nesya yang panjang.


“Kenapa malam ini dingin ya,” ucap Nesya menoleh ke Alex yang juga menatapnya dengan senyuman manisnya dan siapa saja pasti bakal tergoda dengan Alex.


“Ya, mungkin karena dekat dengan pantai jadinya dingin,” ucap Alex.


Nesya hanya mengangguk dan mereka melanjutkan jalan sambil melihat-lihat penjual makanan di pinggir jalan,”Alex, terima kasih,” ucap Nesya kembali.


Alex pun menghentikan jalannya dan menatap ke Nesya,”Tetaplah berada di sampingku Nes, aku janji akan membuatmu bahagia dan maaf ini mungkin waktu dan tempatnya sangat nggak tepat tapi aku mau menyampaikan ini sudah lama dan aku tak bisa menahannya lagi,” ucap Alex.

__ADS_1


Nesya masih mencerna apa yang akan di lakukan oleh Alex kenapa Alex sampai sebegitunya dan aneh. Hingga akhirnya Alex mengeluarkan kontak kecil berwarna grey dan Alex juga membukanya, di dalam berisi cincin berlian.


“Menikahlah denganku Nes,” ucap Alex.


Nesya menghela nafas beratnya dengan masih tatapannya tertuju kepada Alex,”T-tapi Lex, ini semua sangat terburu-buru bukan,” ucap Nesya dengan gugup dan jantungnya juga berdegub kencang entah apa yang harus dirinya lakukan setelah ini bahkan menjawab pertanyaan dari Alex saja dirinya sudah gelagapan bingung.


“Aku tahu Nes jika ini sangat buru-buru tapi aku sangat menginginkan dirimu di sampingku dan jangan pernah tinggalin aku lagi,” ucap Alex.


“Walaupun kamu butuh waktu untuk menjawabnya tapi aku tetap ing kau memakai cincin itu,” ucap Alex lalu kembali lagi berdiri dan merangkul pinggang Nesya yang ramping itu.

__ADS_1


Nesya yang merasa agak sedikit canggung namun ia menepis semuanya agar terbiasa dengan apa yang dilakukan oleh Alex dan mungkin ini awal jika dirinya bisa melupan seorang Rehan.


“Bagaimana kalau kita makan di restoran itu, aku juga akan mentraktirmu minum wine,” ucap Alex sambil tangannya menujuk salah satu restoran mewah dan Nesya pun hanya mengangguk. Mereka berjalan menuju restoran itu dan masuk ke dalamnya, dimana sudah banyak para pengunjung yang sudah memwnuhinya dan beruntung saja masih tersisa meja dan kursi untuk mereka.


Alex menyeret satu kursi untuk Nesya dan setelah itu baru Alex duduk di samping Nesya. Alex memanggil pelayan dan memesan yang jadi makanan foavorit di restoran ini dan Alex juga tak lupa memesan wine. Setelah itu pelayan itu kembali kebelakang untuk menyiapkan pesanan mereka.


“Aku harap kamu memikirkannya dengan baik-baik Nes dan aku juga berharap jika kamu tak akan pernah menolakku lagi,” ucap Alex dengan satu tangannya meraih tangan Nesya dan di kecupnya dengan lembut.


Nesya mengangguk,”Pasti, dan tolonglah bersabar menunggu Lex,” ucap Nesya dengan senyuman manisnya.

__ADS_1


Mereka berdua menikmati makan bersama dengan romantis dimana sesekali Alex mengusap bibir Nesya karena makan Nesya seperti anak kecil dan Nesya juga sudah mulai nyaman dengan lerlakuan kecil Alex yang di lakukannya kepadanya karena dulu sewaktu mereka menjalin kasih Alex tak pernah bersikap seperti sekarang ini.


Sesekali juga Nesya menyuapi Alex begitu dengan sebaliknya, sungguh bahagia namun kembali pada Nesya yang belum bisa melupakan duda beranak satu yang sialnya juga relasi kerja Alex. Ya, Rehan memang menjalin hubungan kerja dengan perusahaan milik keluarga Alex namun mereka juga tak begitu dekat yang selama inj Rehan adalah ayah Alex karena memang Alex selalu menghindar jika ada pertemuan kerja dengan Rehan entah kenapa terlalu malas atau kesal pada Rehan dimana mudah di kendali oleh wanita.


__ADS_2