Cinta Om Duda

Cinta Om Duda
Nesya, Alex dan Rehan


__ADS_3

Malam ini sehabis makan malam bersama dengan Alex, Nesya mengajak jalan-jalan di sekitaran villa untuk menghirup udara malam. Rasanya sangat segar dan menyenangkan semenjak seminggu lebih menginap di rumah sakit karena memang dirinya harus di rawat agar keadaannya kembali pulih lagi.


“Kenapa dia datang ke sini? Apa dia tahu kamu kalau pergi ke sini Nes?” Alex menoleh ke Nesya dan menghentikan langkah kakinya.


Nesya menaikkan alis sebelahnya, Nesya belum mengerti siapa yang di maksud oleh Alex.


“Maksud aku Kalina mantan istri Rehan, kenapa dia bisa tahu kamu datang ke sini dan dengan niatnya yang tinggi untuk membunuh kamu Nes,” ucap Alex.


Nesya menghela nafas panjang dan menatap Alex,”Aku juga nggak tahu Lex, mereka orang punya dan banyak orang mata-mata yang bisa mereka bayar berapa saja,” ucap Nesya sambil melangkahkan kakinya sedangkan Alex mengikutinya di belakang.


Nesya tersenyum kecut, namun mau bagaimana lagi memang kenyataannya begitu dan dirinya juga tak bisa berbuat banyak. Apa lagi kehidupan yang sebenarnya hanya seorang anak dari keluarga sederhana dan dia merantau ke Jakarta untuk mencari pekerjaan namun hingga akhirnya sekarang ia di sini. Ya, di Bali bersama dengan Alex mantan kekasihnya.

__ADS_1


“Untuk saat ini kamu tak usah takut atau pun bisa bertemu dengan Kalina karena dia sudah menghilang dari muka bumi,” ucap Alex, apa yang di ucapkan Alex barusan membuat Nesya menoleh ke belekang.


“Apa maksud kamu Lex? Memangnya apa yang terjadi padanya?” tanya Nesya yang begitu sangat kepo.


“Dia sudah meninggal bunuh diri dengan mengenaskan dan keluarganya juga bangkrut bertepatan dengan saat Kalina meninggal karena bunuh diri dan mantan suaminya itu juga tak terlihat saat keluarga mantan istrinya itu memakamkan jenazah Kalina,” ucap Alex.


Ya, memang Alex menyuruh orang untuk terus mengikuti keluarga Kalina agar tak berbuat macam-macam walaupun mereka sudah jatuh miskin tapi Alex tetap saja takut jika orang tua Kalina akan balas dendam kepadanya karena pada kenyataannya kematian Kalina ada kaitannya denga Alex.


Alex mendekati Nesya dan memeluk tubuh munggil Nesya,”Kamu jangan pikirkan itu lagi pula ini juga bukan salah kamu kan? Bukannya ini sudah kenyataan jika Kalina harus menerima apa yang dirinya telah perbuat. Jadi mulai saat ini kamu nggak usah taku lagi dan kamu harus menjalani hari kamu dengan baik Nes,” ucap Alex.


Nesya hanya menganggukkan kepalanya, mungkin benar apa perkataan Alex dirinya harus bangkit lagi menjadi Nesya yang seperti dulu dan dirinya harus kuat dan tak boleh lemah. Nesya melepaskan pelukkannya dan kembali berjalan, sedangkan Alex juga mengikuti Nesya di belakangnya menatap punggung munggil itu.

__ADS_1


“Maafkan aku Nes, tapi ini yang harus aku lakukan karena aku tak akan pernah membuatmu menangis lagi atau pun sakit,” ucap Alex, lalu Alex berlari menyamai langkab dengan Nesya.


Skip


Di tempat yang berbeda Rehan sedang duduk di ruang kerjanya sambil menatap ke luar, langit malam ini terlihat mendung dan sebentar lagi mungkin akan turun hujan. Rehan menghela nafas panjang meraih bingkai foto dirinya dan Nesya dimana saat itu terpancarkan kebahagiaan.


“Dimana Nes? Kenapa nomor kamu juga tak aktif,” ucapnya pelan.


Andai waktu bisa di atur mungkin kejadiannya tak akan seperti ini dan mungkin sampai saat ini dirinya dengan Nesya akan bahagia. Lihat saja kini dirinya kehilangan dua wanita dan anaknya, namun Rehan tak boleh terpuruk begini terus dan dirinya harus bangkit. Ya, Rehan harus secepatnya menemukan Nesya dimana pun walau hanya membutuhkan waktu beberapa hari, bulan atau tahun Rehan akan tetap mencarinya.


“Tunggu aku sayang,” ucapnya kembali.

__ADS_1


Rehan kembali meletakkan bingkai foto itu ke meja dan kembali fokus pada pekerjaannya yang menumpuk karena beberapa hari dirinya tak masuk kantor, sungguh melelahkan bukan tapi dirinya harus tetap bekerja untuk menghidupi keluarganya.


__ADS_2