
Sesuai janji Alex malam ini Alex menjemput
Nesya ke kafe milik Anton temannya, Alex menunggu di pojokan dan sedang
berbincang dengan Anton.
“Jadi? Apa benar Nesya mantan pacar kamu?”
tanya Anton.
Alex tersenyum kecut lalu menoleh menatap
Anton,” lebih tepatnya begitu, tapi kali ini lasti aku bisa mendapatnya
kembali,” ucap Alex sambil menyesap kopinya.
“Apa aku nggak salah dengar? Bukannya tadi
kamu bilang Nesya sudah memiliki tunangan?” tanya Anton bingung.
“Ya, memang tapi laki-laki itu tak pernah
serius dengan Nesya, laki-laki itu brengsek, dia kembali menikah dengan mantan
istrinya dengan menikah sirih,” ucap Alex menatap kopi yang ada di gelas
cangkirnya.
“What? Apa aku nggak salah dengar, lalu
kenapa Nesya nggak tahu dan mereka juga sudah tunangan,” ucap Anton terkejut,
ternyata nasib Nesya tak sebaik dan seberuntung yang ia kira.
Alex mengendikkan ke dua bahunya,” aku nggak
tahu pasti yang jelas laki-laki itu menyembunyikan kebusukannya itu,” ucap Alex
sedikit kesal.
Memang semenjak Alex tahu Nesya dekat dengan
laki-laki itu, Alex langsung menyelidiki siapa yang Rehan sebenarnya hingga
Alex rela menyewa orang untuk memata-matai Rehan apa pun yang yang Rehan
lakukan.
“Akan aku dukung jika memang itu yang terbaik
Lex,” ucap Anton sambil memegang bahu Alex dengan pelan.
__ADS_1
Alex tersenyum dan mengangguk,” terima kasih
Ton,” ucapnya.
Dari belakang Nesya berjalan mendekati mereka
berdua yang sedari tadi asik mengobrol.
“Alex,” panggilnya yang sudah ada di
belakangnya.
Alex menoleh ke belakang, dan saat melihat
Nesya sudah ada di belakangnya, Alex tersenyum manis, mungkin jika ada wanita
lain selain Nesya akan terpesona dengan senyuman Alex.
“Ayo kita segera pulang,” ajak Nesya.
Alex mengangguk dan berdiri dari duduknya,
mereka berdua berpamitan kepada Anton.
Mobil Alex menembus jalanan yang sudah
sengang karena hari juga sudah larut malam. Alex membawa mobilnya dengan santai
dan tak terburu-buru.
tanya Alex.
Nesya menoleh ke Alex,” nggak usah Lex, aku
masih kenyang, aku juga sudah capek cepat ingin sampai di apartemen,” ucapnya.
Alex hanya mengangguk mengerti, lalu
melajukan mobilnya dengan menambah kecepatan agar cepat sampai di apartemen.
Seperti biasa Alex selalu mengantarkan Nesya
sampai depan pintu apartemennya.
“Kalau begitu aku balik, dan selamat malam
Nesya,” ucap Alex lalu tersenyum manis kepada Nesya.
Nesya mengangguk dan melambaikan tangannya
kepada Alex yang sudah tak terlihat karena tertutup pintu lift.
__ADS_1
Nesya masuk ke dalam langsung menuju ke dalam
kamarnya, Nesya menaruh semuanya di meja dan setelah itu menuju kamar mandi
untuk menyegarkan badannya agar relax kembali.
Tak butuh lama Nesya keluar kamar mandi
dengan sudah mengenakan baju tidur, lalu setelah itu mengeringkan rambutnya dan
tak lupa memakai skincarenya.
**
Di sinilah Rehan menginjakkan kaki di rumah
Kalina dengan terpaksa mau tak mau Rehan harus menuruti apa yang di katakan
oleh Kalina.
Rehan tak mau jika nanti Nesya tahu Rehan
belum siap, andai saja tadi Kalina tak mengancamnya sudah di pastikan Rehan
menurunkan Kalina di pinggir jalanan yang sepi.
“Re, ayo kita masuk ke dalam kamar, ini sudah
malam dan saatnya istirahat,” ucap Kalina membuyarkan lamunan Rehan.
Rehan melangkahkan kakinya masuk ke dalam
kamar Kalina, sedangkan Kalina sudah lebih dulu masuk ke dalam kamar mandi
untuk membersihkan badannya.
Rehan duduk di sofa, dan mengeluarkan hpnya
dari saku celana dan mengirimkan pesan kepada Nesya.
“Sayang maaf, hari ini aku nggak pulang ke
apartemen, aku masih sibuk dengan pekerjaanku, I love you baby, aku
menyangimu.”
Lalu Rehan mematikan hpnya agar Kalina tak
bisa membuka hpnya. Rehan memasukkan kembali ke saku celana, hembusan nafas
yang berat seakan tahu Rehan memiliki beban yang ia pikul sendirian.
__ADS_1
Rehan tahu memang dari awal adalah salahnya
dan nggak tahu jika akan menjadi boomerang untuk dirinya sendiri.