Cinta Om Duda

Cinta Om Duda
Rehan


__ADS_3

Sepulang dari kantor Rehan langsung menuju rumah Kalina, dirinya memasuki rumah besar itu dengan wajah yang kurang bersahabat hingga para pelayan di rumah Kalina merasa takut.


“Re, kamu sudah kembali?” Kalina yang sedang duduk di sofa sambil memainkan hpnya.


“Iya, aku ke sini ada yang akan aku bicarakan ke kamu,” ucapnya, Rehan duduk di depan Kalina dan hanya terhalang oleh meja saja.


“Apa Re yang akan kamu bicarakan?” Kalina menaruh hpnya lalu menatap Rehan dengan serius.


Rehan menghela nafasnya dan meyakinkan jika dirinya harus tegas dengan semua ini agar bisa terlepas dari Kalina.


“Aku mau mulai malam ini kita nggak ada hubungan suami istri dan mulai malam ini kita tak ada ikatan apa pun. Aku akan meninggalkan kamu Na, dan aku juga sudah siapkan uang untuk biaya persalinan nanti. Setelah kamu melahirkan aku juga akan mengambil anak itu, dan di rumah ini kamu akan ada yang mengawasi kamu selama 24 jam nonstop,” ucap Rehan sambil menatap Kalina.

__ADS_1


“Apa maksud kamu Re? Aku nggak mau pisah bukanya kita sudah setuju kalau kita akan pisah sampai bayi ini lahir,” ucap Kalina dengan keras.


Rehan beranjak dari duduknya,”Ini sudah keputusanku Na, jadi kamu nggak akan bisa atur-atur lagi dan sebagainya dan kamu mau nggak mau kamu harus menurutinya,” ucap Rehan lalu melangkah kan kakinya meninggalkan Kalina.


“Rehan!” teriak Kalina.


Rehan pun menghentikan jalannya dan berbalik kebelakang menatap Kalina.


“Mau kamu sampai nangis Na aku tetap tidak akan mengubah keputusan aku, aku juga akan pergi meninggalkan Indonesia agar kamu tak mencariku atau keluargaku yang jelas aku akan pergi jauh hingga kau tak dapat menemukan kita,” ucap Rehan, lalu melangkah kaki meninggalkan Kalina.


Kalina masih diam di tempat, air matanya keluar begitu saja tanpa di suruh. Bagaimana pun dirinya mempertahankan hubungannya dengan Rehan tetap saja Rehan akan meninggalkan sebelum dirinya menghabisi nyawa wanita yang bersama dengan Rehan. Kalina meraih hpnya dan menelpon seseorang agar mencari wanita yang bernama Nesya, lalu setelah itu menaruhnya kembali.

__ADS_1


Kalina mengusap air matanya dengan kasar,”Kamu nggak boleh lemas Kalina kamu harus kuat dan harus bisa mendapatkan Rehan bagaimana caranya dan jangan pernah menyerah.”


“Rehan, apa pun itu aku akan tetap mengusik dirimu. Anak ini adalah anak kamu dan kamu juga nggak akan bisa memisahkan aku dengannya. Raina juga anak yang seharusnya ikut denganku tapi kamu merebutnya.”


Telepon Kalina kembali berbunyi dan dirinya segera mengangkatnya,”Ya, bagaimana apa kamu sudah menemukan wanita itu?”


“Maaf bu wanita yang ibu maksud taka da di Jakarta dan di pastikan bahwa dia ke Bali menyusul sahabatnya itu yang saya pastikan bahwa itu mantan pacarnya sebelum dengan pak Rehan,” ucap seseorang dari sebrang telepon.


Kalina tersenyum, dan mematikan teleponnya sepihak.”Ternyata kamu memang wanita ****** yang bisa mempermainkan laki-laki,” ucapnya.


Kalina mengepalkan kedua tangannya, dirinya sangat kesal dengan Rehan yang memutuskan hubungan sepihak dan lebih tergila-gila dengan wanita ****** yang terlihat biasa-biasa saja.”Akan aku pastikan wanita ****** itu lenyap.”

__ADS_1


Beberapa semenjak kejadian Rehan datang ke rumah Kalina dengan pertengkaran hebat, kini Kalina sudah berada di Bali menginap di sebuah villa yang sudah dirinya pesan untuk beberapa hari kedepan, dan Kalina juga sudah mengetahui keberadaan Nesya tinggal dimana jadi tinggal cari yang tepat untuk menyingkirkannya sebelum Rehan menemukan wanita itu lebih dulu.


__ADS_2