
Pagi ini seperti biasa Nesya selalu
menyiapkan sarapan pagi buat mereka berdua, pagi ini Nesya hanya membuat roti
bakar dengan selai kesukaan Rehan, tak lupa juga Nesya juga membuat secangkir
kopi hitam.
Nesya menunggu Rehan di meja makan, Nesya
meminum susu sambil menoleh ke belakang karena Rehan belum juga keluar dari
kamar.
Saat Nesya mau berdiri dan menghampiri Rehan
tiba-tiba Rehan datang dengan senyum manisnya lalu mencium kening Nesya dengan
sayang.
“Pagi sayang,” ucapnya sambil menyampirkan
jasnya di bangku dan Rehan pun duduk meminum secangkir kopi hitam buatan Nesya.
“Pagi juga,” ucap Nesya lalu kembali meminum
susu yang dirinya buat lalu memakan roti bakar buatannya, begitu juga dengan
Rehan.
Sambil melirik Nesya yang masih berpakaian
baju tidur membuat Rehan kembali bertanya kepada Nesya.
“Sayang, hari ini kamu nggak pergi kerja?”
tanya Rehan.
Nesya menoleh Rehan dengan mulutnya penuh
roti yang belum ia kunyah.
“Nggak, hari ini sedang libur,” ucap Nesya
__ADS_1
bohong dan memaksa senyumnya.
Rehan yang tak tahu libur Nesya kapan hanya
mengangguk saja dan melanjutkan sarapannya kembali.
“Re, apa hari ini aku boleh keluar?” tanya Nesya
dengan hati-hati.
Rehan menoleh dan tersenyum,” tentu saja
boleh sayang,” ucapnya.
“Kalau begitu aku ikut kamu sekalian kamu ke
kantor, nanti aku turun di depan kantor kamu, aku ada janji sama teman satu
kerjaan di sana yang kebetulan liburnya juga bersamaan denganku,” ucap Nesya.
“Baiklah, kalau begitu kamu ganti baju dulu,
sebentar lagi kita berangkat,” ucap Rehan sambil memerkan senyumnya kembali.
ke kamarnya segera berganti baju. Nesya memakai dress motif bunga dengan warna
lilac di padukan tas jinjing dan memakai sepatu warna putih.
Nesya keluar kamar, dan ternyata Rehan sudah
menunggunya di sofa sambil memainkan tap nya. Nesya mendekati Rehan lalu duduk
di samping Rehan.
“Aku sudah siap, ayo kita berangkat,” ucap
Nesya.
Rehan menoleh ke Nesya yang hari ini terlihat
sangat cantik,” kamu cantik sayang, ya, sudah ayo kita berangkat,” ajak Rehan.
Nesya mengangguk dan mengandeng tangan Rehan
__ADS_1
berjalan bersama keluar apartemen.
Rehan melajukan mobilnya dengan pelan karena
jalanan sudah banyak kendaraan dan mereka bakal terjebak macet dan itu sangat
membosankan.
**
Sampai di kantor milik Rehan turun di depan sebelum
memasuki lobby, sedangkan Rehan turun depan lobby. Nesya tak tahu lagi harus
melakukan apa lagi selanjutnya, tak mungkin kan Nesya harus menunggu Rehan di
sini yang ada dirinya akan jadi tontonan pengguna jalan.
Beruntung Nesya melihat kafe yang kebetulan
tepat berada di depan kantor Rehan. Nesya pun langsung menuju ke kafe dan
mencari tempat agar dirinya bisa melihat orang keluar masuk kantor Rehan.
Dengan di temani secangkir susu hangat Nesya
membaca novel online dari hpnya sambil sesekali mengamati lobby kantor Rehan.
Jam sudah menunjukan jam 11.00 dan Nesya
sudah mulai bosan dengan menunggu Rehan di kafe dengan menghabiskan beberapa
minuman dan makanan.
Nesya menatap keluar melihat ke arah lobby
dan melihat Rehan yang sedang terburu-buru memasuki mobilnya lalu Nesya bangkit
keluar dari kafe dan menghentikan taksi.
Nesya menyuruh sopir
taksi untuk mengikuti mobil Rehan kemana pun, sambil mengamati mobil Rehan yang
__ADS_1
begitu jalan dengan cepat membuat Nesya bertanya-tanya kemana Rehan akan pergi.