Cinta Om Duda

Cinta Om Duda
Dingin


__ADS_3

Alex menoleh ke samping melihat keadaan Nesya yang masih berusaha kuat dan menahan air matanya agar tidak jatuh. Alex menghembuskan nafas panjangnya, dan kembali fokus menatap ke depan.


“Keluarkan saja Nes jika itu akan membuat mu tenang,” ucap Alex lalu meminggirkan mobilnya ke samping dan berhenti.


Alex kembali menoleh dan tangannya terulur memegang punda Nesya dengan pelan,” menangislah, aku akan menunggumu sampai kamu selesai menangis dan selanjutnya kita akan melanjutkan jalan kembali,” ucap Alex.


Nesya pun menangis pecah dengan terisak dirinya sudah tak bisa membendung semuanya, Nesya menangis mengeluarkan air matanya yang sejak tadi di tahan.


Alex pun memeluk Nesya, lalu tangannya mengelus punggung Nesya dengan lembut. Alex hanya diam tanpa berkata-kata dan membiarkan Nesya menangis sepuasnya.


Sudah setengah jam Nesya menangis dan kini sudah tak terdengar tangisan dari Nesya, Alex melonggarkan pelukkannya dan menatap Nesya,” apa kamu sudah jauh lebih baik?” tanya Alex.


Nesya masih diam tak menjawab pertanyaan Alex dan hanya anggukan saja yang di dapat Alex, Alex tersenyum dengan ke dua tangannya memegang ke dua pundak Nesya,” aku harap ini kamu menangis yang terakhir kalinya Nes, dan untuk selanjutnya kamu jangan pernah menagisi laki-laki brengsek itu lagi,” ucap Alex.


Nesya tersenyum kecut,” apa bisa kamu melajukan mobilnya kembali Lex, aku ingin segera sampai di apartemen,” ucap Nesya.


Alex tersenyum, dan menganggukan kepalanya, setelah itu bergegas melajukan mobilnya menembus jalanan yang lengang. Nesya kembali terdiam dan memejamkan matanya, dan Alex hanya membiarkan Nesya tanpa mengajaknya kembali berbicara, membiarkan Nesya menenagkan dirinya


**

__ADS_1


Sedangkan Rehan yang sudah sampai di apartemen mencari keberadaan Nesya, namun kosong dan taka da lagi Nesya di apartemennya, semuanya juga Nesya tinggalkan di atas ranjang. Apa benar Nesya meninggalkannya kali ini? Ya, benar dan Rehan benar-benar kehilangan Nesya kali ini. Tubuh Rehan terperosot dan duduk di lantai kamar, Rehan mengusap wajahnya dengan kasar dan sedikit air mata yang keluar dari matanya.


“Arrgggghh! Nesya!” teriak Rehan dengan kecang sambil menjambak rambutnya.


“Sial! Ini semua gara-gara kamu Kalina, dasar wanita murahan,” ucapnya dengan keras.


Rehan mengumpat dengan sagat keras di kamar, dan beruntung saja apartemennya kedap suara dan tak kan ada yang mendengarkan umpatannya. Rehan bergegas merogoh kantong saku celananya untuk mencari hpnya, dan segera menelpon nomor hp Nesya, namu nihil Rehan menghubungi Nesya berkali-kali hanya panggilan operator saja, lalu saat itu juga Rehan membanting hpnya.


“Brengsek! Sekarang apa yang harus aku lakukan,” teriaknya kembali, sambil menjambak rambutnya.


Hp Rehan berbunyi menampilkan nama Kalina di sana dan Rehan hanya melihatnya saja tanpa ada niat untuk mengangkatnya.


Baru kali ini Rehan menangisi seorang wanita, bahkan dulu dirinya saat berpisah dengan Kalina saja tak menangis.


“Aku tetap tak akan melepaskanmu Nes, aku tetap akan kejar kemanapun kamu pergi dan aku bakal jelasin semuanya. Saat ini aku harus akhiri semuanya,” ucapnya.


Rehan mengambil hpnya dan pergi meninggalkan apartemennya, memasuki lift dan turun ke basemant. Namun saat dirinya akan memasuki mobilnya melihat Nesya dengan laki-laki yang sama saat di restoran tadi.


“Nesya,” panggil Rehan, Rehan berjalan mendekati mereka berdua.

__ADS_1


Nesya menoleh dan tersenyum sinis,” ada perlu apa memanggilku?” tanya Nesya dingin.


“Aku mohon Nes, dengerin penjelasanku dulu,” ucap Rehan.


“Maaf bapak Rehan yang terhormat bukannya saya tadi sudah jelaskan jika tak ada lagi yang perlu dijelaskan,” ucap Nesya menatap dingin Rehan.


Lalu Nesya berjalan meninggalkan Rehan dengan di ikuti Alex di belakangnya, namun Alex menatap tajam Rehan begitu juga Rehan mereka sama melayangkan tatapan yang sulit diartikan.


Rehan menghembuskan nafas panjangnya dan menoleh ke lift yang sudah tertutup dan tersenyum kecut.


“Sebegitu marahnya kamu kepadaku sayang, hingga kamu tak mau mendengarkan penjelasanku,” ucapnya lalu berjalan kembali memasuki mobil.


Rehan melajukan mobilnya meninggalkan apartemen menuju ke rumah Kalina, ada banyak hal yang harus Rehan segera urus.


“Apa kamu baik-baik saja?” tanya Alex menoleh ke Nesya.


“Ya, aku baik-baik saja Lex,” ucap Nesya tersenyum, namun tetap saja rasa sakit tak akan bisa hilang begitu saja.


Nesya menguatkan dirinya agar tak lemah, dirinya harus kuat dan menjalani hidupnya tanpa Rehan lagi. Nesya juga harus rajin bekerja, dan segera mencari tempat tinggal yang baru agar tak menumpang terus dengan Alex.

__ADS_1


Nesya dan Alex masuk ke dalam apartemen, Nesya langsung menuju ke kamarnya sedangkan Alex duduk di sofa ruang tamu, Alex menatap Nesya sambil menghembuskan nafas beratnya.


__ADS_2