
Sore harinya Nesya kembali ke apartemen
bersama dengan Alex, namun kali ini Alex tak bisa mengantarkan Nesya sampai di
depan pintu apartemennya karena ada pekerjaan mendadak, jadi Alex hanya
mengantarkan Nesya sampai lobby apartemen lalu Alex mengemudikan mobilnya
meninggalkan pelataran apartemen menuju kantor.
Nesya masuk ke dalam dengan membawa beberapa
paper bag belanjaannya tadi, Nesya masuk ke dalam lift dan memencet tombol
lantai paling atas.
“Hah! Pasti Alex sangat capek, apa lagi masih
balik ke kantor lagi,” ucapnya lirik, di dalam lift Nesya hanya sendirian saja.
Nesya masuk ke dalam apartemen, dan beruntung
saja Rehan juga belum kembali. Nesya juga tak tahu Rehan akan kembali ke
apartemen atau ke rumahnya yang jelas sampai saat ini Rehan belum kasih kabar
sejak tadi pagi berpamitan ingin kerja.
Nesya masuk ke dalam kamarnya dan duduk di
tepian ranjang, sedangkan dua paper bag yang berisi belanjaan di taruh di
lantai.
“Rehan kemana ya, kenapa nggak kabarin aku,”
ucapnya dalam hati sambil melihat hpnya berharap ada kabar dari Rehan.
Nesya merebahkan badannya di kasur ukuran
king sizenya untuk menghilangkan lelahnya sejenak karena seharian ini menghabiskan
waktu di luar.
Ting … “sayang maaf, mungkin hari ini aku
pulang agak malam.”
Pesan dari Rehan membuyarkan lamunan Nesya,
__ADS_1
dan Nesya hanya memanyunkan bibirnya karena Rehan mengirimkan pesan kepadanya
kalau hari ini akan pulang malam lagi.
Nesya tak ingin membalas pesan dari Rehan,
Nesya bangun dari tidurnya lalu berjalan ke arah kamar mandi, mungkin lebih
baik mandi agar badannya kembali fress karena sudah terasa lengket karena
keringat.
**
DI tempat yang berbeda Rehan sedang dalam
mood tak baik – baik saja karena Kalina datang ke kantornya untuk menemui
dirinya.
“Kenapa kamu datang ke kantor, lagian
sebentar lagi juga jam pulang kantor, kamu bisa kirim pesan atau menelponku
jika butuh sesuatu,” ucapnya dengan dingin.
Kalina hanya tersenyum dan mendekati Rehan,”
kandunganku,” ucapnya lembut.
Rehan diam tak menyahuti pembicaraan Kalina,
karena sekarang Kalina sudah berani menemuinya dengan beralasan anak yang ada
di dalam kandungannya.
“Re, gimana jika nanti sepulang dari kantor
kita jalan – jalan sebentar lalu makan malam bersama,” ajak Kalina.
Rehan menoleh ke Kalina dan menatapnya
sebentar,” baiklah, sekarang kamu duduk saja dulu, aku akan menyelesaikan
sebentar pekerjaanku lalu setelah itu kita pergi,” ucap Rehan lalu berjalan ke
kursi kebesarannya dan melanjutkan bekerja.
Sedangkan Kalina tersenyum melihat Rehan yang
__ADS_1
begitu menuruti permintaannya, dengan kehamilan ini Kalina dengan senang hati
bisa beralasan bertemu dengan Rehan lagi pula mereka juga suami istri walaupun
hanya dengan menikah sirih.
Kalina senang karena Rehan benar – benar
mengajaknya jalan – jalan ke Ancol, ya, kami jalan di tepian pantai sambil
sesekali berbicara, hembusan angin yang sebentar lagi mulai malam.
“Apa kau senang?” tanya Rehan.
“Tentu, aku sangat senang karena aku bisa
jalan denganmu kembali setelah sekian lama perpisahan kita, tapi kini kita
kembali di persatukan,” ucapnya tersenyum.
“Kamu jangan salah paham dulu, aku menikahimu
hanya karena kamu hamil dan satu lagi setelah anak itu lahir aku akan
membereskan semuanya, kamu ingat itu,” ucap Rehan dingin.
Jujur Kalina merasa sangat sakit saat Rehan
berbicara seperti itu, namun Kalina tak bisa memeperlihatkan secara terang –
terangan kesedihannya di hadapan Rehan.
“Apa kamu tak ada sedikitpun cinta untukku
Rehan?” tanya Kalina menoleh ke Rehan.
Rehan tersenyum kecut,” jangan harap aku akan
mencintai kamu kembali dengan apa yang telah kamu lakukan,” ucapnya dingin.
Rehan melanjutkan jalannya lebih dahulu,”
sebaiknya kita segera cari makan malam, lalu setelah itu aku akan mengantarkan
kamu pulang,” ucap Rehan tanpa menoleh ke Kalina.
Kalina berjalan mengikjti langkah kaki Rehan,
Kalina tak mau membuat Rehan kembali kesal kepadanya dirinya harus bisa
__ADS_1
bersikap baik agar Rehan tak marah.