Cinta Om Duda

Cinta Om Duda
Nesya dan Rehan


__ADS_3

Sore harinya Nesya kembali ke apartemen


bersama dengan Alex, namun kali ini Alex tak bisa mengantarkan Nesya sampai di


depan pintu apartemennya karena ada pekerjaan mendadak, jadi Alex hanya


mengantarkan Nesya sampai lobby apartemen lalu Alex mengemudikan mobilnya


meninggalkan pelataran apartemen menuju kantor.


Nesya masuk ke dalam dengan membawa beberapa


paper bag belanjaannya tadi, Nesya masuk ke dalam lift dan memencet tombol


lantai paling atas.


“Hah! Pasti Alex sangat capek, apa lagi masih


balik ke kantor lagi,” ucapnya lirik, di dalam lift Nesya hanya sendirian saja.


Nesya masuk ke dalam apartemen, dan beruntung


saja Rehan juga belum kembali. Nesya juga tak tahu Rehan akan kembali ke


apartemen atau ke rumahnya yang jelas sampai saat ini Rehan belum kasih kabar


sejak tadi pagi berpamitan ingin kerja.


Nesya masuk ke dalam kamarnya dan duduk di


tepian ranjang, sedangkan dua paper bag yang berisi belanjaan di taruh di


lantai.


“Rehan kemana ya, kenapa nggak kabarin aku,”


ucapnya dalam hati sambil melihat hpnya berharap ada kabar dari Rehan.


Nesya merebahkan badannya di kasur ukuran


king sizenya untuk menghilangkan lelahnya sejenak karena seharian ini menghabiskan


waktu di luar.


Ting … “sayang maaf, mungkin hari ini aku


pulang agak malam.”


Pesan dari Rehan membuyarkan lamunan Nesya,

__ADS_1


dan Nesya hanya memanyunkan bibirnya karena Rehan mengirimkan pesan kepadanya


kalau hari ini akan pulang malam lagi.


Nesya tak ingin membalas pesan dari Rehan,


Nesya bangun dari tidurnya lalu berjalan ke arah kamar mandi, mungkin lebih


baik mandi agar badannya kembali fress karena sudah terasa lengket karena


keringat.


**


DI tempat yang berbeda Rehan sedang dalam


mood tak baik – baik saja karena Kalina datang ke kantornya untuk menemui


dirinya.


“Kenapa kamu datang ke kantor, lagian


sebentar lagi juga jam pulang kantor, kamu bisa kirim pesan atau menelponku


jika butuh sesuatu,” ucapnya dengan dingin.


Kalina hanya tersenyum dan mendekati Rehan,”


kandunganku,” ucapnya lembut.


Rehan diam tak menyahuti pembicaraan Kalina,


karena sekarang Kalina sudah berani menemuinya dengan beralasan anak yang ada


di dalam kandungannya.


“Re, gimana jika nanti sepulang dari kantor


kita jalan – jalan sebentar lalu makan malam bersama,” ajak Kalina.


Rehan menoleh ke Kalina dan menatapnya


sebentar,” baiklah, sekarang kamu duduk saja dulu, aku akan menyelesaikan


sebentar pekerjaanku lalu setelah itu kita pergi,” ucap Rehan lalu berjalan ke


kursi kebesarannya dan melanjutkan bekerja.


Sedangkan Kalina tersenyum melihat Rehan yang

__ADS_1


begitu menuruti permintaannya, dengan kehamilan ini Kalina dengan senang hati


bisa beralasan bertemu dengan Rehan lagi pula mereka juga suami istri walaupun


hanya dengan menikah sirih.


Kalina senang karena Rehan benar – benar


mengajaknya jalan – jalan ke Ancol, ya, kami jalan di tepian pantai sambil


sesekali berbicara, hembusan angin yang sebentar lagi mulai malam.


“Apa kau senang?” tanya Rehan.


“Tentu, aku sangat senang karena aku bisa


jalan denganmu kembali setelah sekian lama perpisahan kita, tapi kini kita


kembali di persatukan,” ucapnya tersenyum.


“Kamu jangan salah paham dulu, aku menikahimu


hanya karena kamu hamil dan satu lagi setelah anak itu lahir aku akan


membereskan semuanya, kamu ingat itu,” ucap Rehan dingin.


Jujur Kalina merasa sangat sakit saat Rehan


berbicara seperti itu, namun Kalina tak bisa memeperlihatkan secara terang –


terangan kesedihannya di hadapan Rehan.


“Apa kamu tak ada sedikitpun cinta untukku


Rehan?” tanya Kalina menoleh ke Rehan.


Rehan tersenyum kecut,” jangan harap aku akan


mencintai kamu kembali dengan apa yang telah kamu lakukan,” ucapnya dingin.


Rehan melanjutkan jalannya lebih dahulu,”


sebaiknya kita segera cari makan malam, lalu setelah itu aku akan mengantarkan


kamu pulang,” ucap Rehan tanpa menoleh ke Kalina.


Kalina berjalan mengikjti langkah kaki Rehan,


Kalina tak mau membuat Rehan kembali kesal kepadanya dirinya harus bisa

__ADS_1


bersikap baik agar Rehan tak marah.


__ADS_2